Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Malam Mencekam Legenda MU di Dubai: Suara Rudal dan Jet Tempur Menggelegar
ilustrasi Old Trafford (pixabay.com/MulaMiszczu)
  • Rio Ferdinand, legenda Manchester United, mengalami malam mencekam di Dubai saat serangan rudal Iran mengguncang wilayah tersebut, membuatnya merasa dalam situasi paling menakutkan sepanjang hidupnya.
  • Suasana tenang berubah drastis ketika suara jet tempur dan ledakan terdengar keras, memaksa Ferdinand serta keluarganya mengungsi ke ruang bawah tanah yang dijadikan bunker sementara untuk berlindung.
  • Bersama istrinya Kate, Ferdinand berusaha menenangkan anak-anak mereka dengan menjaga rutinitas normal dan tetap positif, sambil menyampaikan rasa syukur atas keselamatan keluarga serta dukungan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, menceritakan situasi mencekam yang terjadi saat serangan Iran ke Dubai, Uni Emirat Arab. Ferdinand mengaku hal tersebut merupakan pengalaman paling mengerikan dalam hidupnya dan begitu membekas karena terasa sangat dekat dengannya.

Ferdinand memang sudah pindah ke Dubai bersama istrinya, Kate (34), serta anak-anaknya, Shae (5), Cree (2), dan Tia (14), sejak Agustus 2025 lalu. Hari-hari Ferdinand di Dubai awalnya begitu tenang, hingga ketika beberapa hari lalu dikejutkan dengan dentuman misil serta roket yang menghujani sejumlah kawasan.

1. Awalnya seperti kegiatan biasa

Jelang serangan, Ferdinand mengaku kehidupannya berjalan seperti biasa. Dia bersama keluarganya berkumpul dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Anak-anaknya pun bersekolah seperti biasa.

"Pagi itu, kami dalam kondisi yang bugar, karena seluruh anggota keluarga berolahraga bersama. Mirip seperti saat COVID-19, kami menjalani hal-hal yang biasanya tidak dilakukan bersama," kata Ferdinand dikutip akun siniarnya, Rio Ferdinand Presents.

2. Mendadak suasana langsung mencekam

Tapi, situasi yang tenang mendadak mencekam. Suara jet tempur menggelegar dan memekakkan telinga Ferdinand serta anggota keluarganya. Kemudian, ledakan bom dan rudal bersahutan. Hingga akhirnya, Ferdinand mendapatkan instruksi agar melakukan evakuasi ke ruang bawah tanah bersama keluarganya. Mereka bahkan tidur di sana dalam situasi tak pasti, menjadikan studionya sebagai bunker sementara.

"Kami disarankan untuk pergi ke ruang bawah tanah pada malam pertama ketika suara-suara itu mulai terdengar. Kami tidur di sana dengan selimut dan sebagainya. Kami memanfaatkan ruang itu sebaik mungkin. Saya harus jujur, ini situasi yang cukup menakutkan. Namun, anehnya saya juga merasa sangat aman dan terlindungi. Studio saya kini menjadi bunker," ujar Ferdinand.

3. Berharap situasi membaik

Ferdinand bersama Kate, mencoba mengalihkan perhatian anak-anaknya agar tak tegang. Mereka mencoba menciptakan suasana yang seperti biasa, dan menjalani aktivitas layaknya masa pandemik COVID-19.

"Terpenting adalah menjelaskan kepada anak-anak apa yang terjadi dan membantu melewati momen ini, terutama sebagai ayah di rumah. Anda ingin tetap tenang dan menjaga semua orang tetap setenang mungkin," kata Ferdinand.

Kate mengungkapkan, kondisinya bersama keluarga saat ini baik-baik saja. Dia berterima kasih atas segala dukungan yang mengalir kepadanya.

"Terima kasih atas semua doa kalian. Pengalaman ini benar-benar membuka mata, dan saya berdoa bagi siapa pun yang terdampak. Kami sayang kalian," ujar Kate.

Editorial Team