Iran di Ambang Boikot, Mengulang Sejarah Kelam Piala Dunia?

- Pemerintah Iran mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes atas tewasnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara yang melibatkan AS dan Israel.
- Langkah ini bisa menjadi preseden baru, karena belum pernah ada negara yang sudah lolos ke putaran final lalu menolak tampil murni karena alasan politik.
- Sejarah mencatat beberapa negara seperti Uruguay, Austria, India, Afrika, dan Uni Soviet juga pernah mundur dari Piala Dunia karena alasan politik maupun teknis.
Jakarta, IDN Times - Iran berpotensi mundur dari Piala Dunia 2026 menyusul pecahnya konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Usut punya usut, ternyata ada sejumlah negara yang pernah mundur dari Piala Dunia.
Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menjadi pemicu utama rencana boikot tersebut. Sepanjang sejarah, belum pernah ada negara yang sudah lolos ke putaran final, lalu memutuskan mogok main murni karena alasan politik.
1. Keputusan mundur sedang dipertimbangkan
Dilansir Daily Mail, pemerintah Iran sedang mempertimbangkan mundur sebagai bentuk protes keras terhadap AS selaku tuan rumah bersama. Langkah ekstrem ini diambil setelah serangan udara gabungan yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka di tengah persiapan turnamen.
FIFA kini dibuat pusing tujuh keliling menghadapi potensi preseden buruk ini di panggung terbesar sepak bola dunia. Iran bisa mencetak sejarah sebagai negara pertama yang lolos, namun menolak main di putaran final karena alasan perang.
2. Jejak sejarah: Juara bertahan pun pernah mogok
Sejarah mencatat Uruguay pernah menolak tampil di Piala Dunia 1934 Italia meski saat itu berstatus sebagai juara bertahan. Mereka melakukan aksi protes balasan karena banyak tim Eropa yang enggan bepergian ke Amerika Selatan pada edisi perdana tahun 1930.
Kasus lain menimpa Austria yang terpaksa mundur dari Piala Dunia 1938 karena negarany dianeksasi pasukan Nazi Jerman. Bintang mereka saat itu, Matthias Sindelar, bahkan menolak keras membela tim di bawah bendera Nazi.
3. India, Afrika, hingga Uni Soviet juga pernah mundur
India pernah mundur pada 1950 bukan karena larangan main telanjang kaki, melainkan masalah biaya perjalanan dan persiapan tim. Sementara itu, seluruh negara Afrika memboikot babak kualifikasi Piala Dunia 1966 karena merasa diperlakukan tidak adil oleh FIFA soal jatah slot.
Drama politik kental juga terjadi jelang Piala Dunia 1974, ketika Uni Soviet menolak bertanding melawan Chile di laga play-off, buntut protes terhadap diktator Augusto Pinochet. Akibatnya, pemain Chile mencetak gol ke gawang kosong dalam laga yang tak dihadiri lawan tersebut.


















