7 Mantan Pemain Sevilla yang Kini Berkiprah di Asia
Meski hanya mengoleksi 1 gelar LaLiga, Sevilla tetap menjadi salah satu klub yang disegani di Eropa. Hal tersebut disebabkan mereka berstatus sebagai tim tersukses di kancah Europa League dengan koleksi 6 gelar.
Para pemain berkualitas silih berganti mengisi skuad tim yang bermarkas di stadion Ramon Sanchez Pizjuan itu. Para mantan Sevilla pun melanglang buana ke berbagai negara di dunia, termasuk Asia. Berikut 7 mantan penggawa Sevilla yang kini berkiprah di kompetisi Asia.
1. Ever Banega (Al-Shabab)

Ever Banega adalah salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Sevilla. Ia sukses mempersembahkan 3 gelar Europa League untuk tim berjuluk Los Nervionenses itu.
Mengabdi selama lima musim (Agustus 2014--Juli 2016 dan Juli 2017--September 2020), pemain asal Argentina itu mengoleksi 238 laga dengan torehan 28 gol serta 37 assist. Pada 15 September 2020, ia dilepas ke Al-Shabab Riyadh secara gratis.
Musim ini pemain berusia 33 tahun itu telah mencatatkan 17 laga dengan sumbangsih 5 gol dan 4 assist. Selain itu, ia pun mampu membawa klubnya bertengger di posisi kedua klasemen Saudi Professional League hingga pekan ke-20.
2. Luciano Vietto (Al-Shabab)

Luciano Vietto merupakan pemain Al-Hilal yang sedang menjalani masa peminjaman di Al-Shabab Riyadh. Ia pernah berkostum Sevilla pada musim 2016/17 dengan torehan 10 gol dan 6 assist dari 31 pertandingan.
Musim ini winger berusia 28 tahun itu satu tim dengan Ever Banega sejak 29 Januari 2022 lalu. Ia sukses mewarnai laga debutnya di Saudi Professional League pada 5 Februari 2022 dengan gol yang jadi penentu kemenangan Al-Riyadh ke gawang Al-Hazem SC.
3. Steven Nzonzi (Al-Rayyan)

Steven Nzonzi meninggalkan Stadion Ramon Sanchez Pizjuan pada 14 Agustus 2018. Ia sukses mencatatkan 136 laga dan mempersembahkan 1 gelar Europa League untuk Sevilla selama 3 musim membela klub itu.
Awal musim 2021/22, ia hijrah ke Asia dan bergabung ke Al-Rayyan hingga 30 Juni 2023. Sejauh ini ia telah mencatatkan 12 pertandingan, tetapi masih kesulitan mengangkat performa Al-Rayyan yang tertahan di posisi 9 klasemen Qatar Stars League.
4. Alberto Botia (Al-Wehda)

Penampilan gemilang Alberto Botia bersama Sporting Gijon menjadi alasan Sevilla merekrutnya pada Agustus 2012 dengan tebusan Rp52 miliar. Namun, ia hanya mampu mengemas 25 laga selama musim 2012/13. Musim berikutnya ia dipinjamkan ke Elche sebelum akhirnya dilepas ke Olympiakos.
Pada Juli 2018, bek berusia 33 tahun itu memulai petualangannya di Asia bersama Al-Wehda. Hingga saat ini ia masih menjadi andalan klub yang berkiprah di Divisi 1 Arab Saudi itu.
5. Baba Diawara (Al-Nasr)

Pada bursa transfer musim dingin 2012 silam, Baba Diawara direkrut Sevilla dari Maritimo dengan biaya Rp52 miliar. Sayangnya, ia gagal bersaing dengan Alvaro Negredo yang lebih dipercaya sebagai ujung tombak andalan.
Praktis, selama bermukim di Ramon Sanchez Pizjuan, ia lebih sering muncul dari bangku cadangan dengan koleksi 4 gol dan 1 assist dari 34 pertandingan. Saat ini ia berkiprah bersama Al-Nasr di Oman Professional League.
6. Hiroshi Kiyotake (Cerezo Osaka)

Setelah 4 musim berkiprah di Bundesliga bersama Nurnberg dan Hannover 96, Hiroshi Kiyotake memutuskan menjajal LaLiga bersama Sevilla pada Juli 2016. Namun, ia gagal bersaing dengan Samir Nasri dan Pablo Sarabia yang bergantian dipasang di posisi gelandang kiri.
Selama semusim membela Sevilla, pemain berusia 32 tahun itu hanya mampu mengemas 1 gol dan 2 assist dari 9 laga. Pada Februari 2017 ia dilepas ke Cerezo Osaka yang berkompetisi di J1 League. Hingga kini ia masih membela klub tersebut dan dipercaya sebagai kapten sejak 2019 lalu.
7. Fernando Rodriguez (Johor Darul Ta'zim II)

Fernando Rodriguez merupakan jebolan akademi Sevilla yang hanya mampu mencatatkan 4 laga untuk klub tersebut. Ia sempat mempertontonkan kemampuannya di Liga Indonesia 2018 lalu bersama Mitra Kukar. Kala itu ia sukses menjebloskan 15 gol dan 1 assist dari 30 pertandingan.
Musim berikutnya ia hijrah ke Malaysia dan membela Kedah FA. Kemudian pada Januari 2020 ia pindah ke Johor Darul Ta'zim II yang berkompetisi di Divisi Kedua Malaysia dan masih setia membela klub itu hingga saat ini.
Di usia yang sudah mencapai kepala tiga, mantan penggawa Sevilla di atas masih tetap eksis berkarier di dunia sepak bola. Kini, mereka turut meramaikan kompetisi di Benua Asia.



















