Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Julian Quinones Mau Dinaturalisasi Meksiko?

Mengapa Julian Quinones Mau Dinaturalisasi Meksiko?
Penampilan artis mewarnai upacara pembukaan sebelum pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City Stadium, 12 Juni 2026. (AFP/Yuri Cortez)
Intinya Sih
  • Julian Quinones lahir di Kolombia dan menjadikan sepak bola sebagai jalan keluar dari lingkungan keras, hingga akhirnya meniti karier profesional lewat program pembinaan Futbol Paz.
  • Kesempatan besar datang saat Tigres UANL merekrutnya pada 2015, membuka jalan bagi karier cemerlang di Liga Meksiko dan membawa prestasi bersama timnas muda Kolombia.
  • Setelah dinaturalisasi Meksiko pada 2023, Quinones membuktikan kualitasnya lewat performa tajam di Club America dan Al-Qadsiah, sekaligus menunjukkan rasa terima kasih kepada negara barunya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Nama Julian Quinones terdengar asing di telinga pencinta sepak bola dunia. Itu wajar karena sebagian besar kariernya dihabiskan di Amerika Utara, bukan di liga-liga top Eropa yang selama ini menjadi pusat perhatian sepak bola dunia.

Situasi berubah drastis setelah Quinones mencatatkan sejarah sebagai pencetak gol pertama di Piala Dunia 2026. Momen tersebut membuat namanya menjadi sorotan. Tak sedikit yang penasaran dan mulai mencari tahu sosoknya, mulai dari perjalanan karier, mengapa bisa membela Meksiko, hingga main di Piala Dunia 2026.

1. Sepak bola menjadi jalan keluar Julian Quinones dari lingkungan yang buruk

Julian Quinones memiliki nama lengkap Julian Andres Quinones Quinones. Dia lahir pada 24 Maret 1997 di Magui Payan, sebuah kota kecil di wilayah Selatan Kolombia. Masa kecilnya di sana tidak berjalan mudah. Dia tumbuh di lingkungan yang kerap diwarnai kekerasan dan konflik sosial.

Di tengah situasi yang penuh keterbatasan tersebut, sepak bola menjadi jalan keluar bagi Quinones untuk mengejar kehidupan yang lebih baik. Dia kemudian menemukan Futbol Paz, sebuah program pembinaan sepak bola yang membuka seleksi bagi anak-anak berbakat dari berbagai daerah di sana, pada 2013. Memang punya bakat di atas rata-rata, pada hari pertama seleksi, dia langsung mencuri perhatian dengan mencetak empat gol. Alhasil, Quinones mendapatkan tempat di tim utama sekaligus menjadi awal dari perjalanan panjangnya menuju sepak bola profesional.

2. Pindah ke Meksiko untuk mengubah masa depan

Sekitar 2 tahun kemudian, tepatnya pada 2015, kesempatan besar datang dari klub raksasa Meksiko. Tigres UANL tertarik merekrut Julian Quinones. Merasa masa depannya lebih menjanjikan di luar Kolombia, dia pun menerima tawaran tanpa ragu.

Keputusan itu terbukti tepat. Meski belum mampu menembus tim utama Tigres UANL dan sempat beberapa kali dipinjamkan kepada klub lain di Meksiko, karier Quinones terus menunjukkan perkembangan yang positif. Performa apik itulah yang membuatnya mendapatkan kepercayaan untuk membela Kolombia di kelompok umur, mulai dari U-20 sampai U-21.

Puncaknya terjadi ketika Quinones menjadi bagian dari Kolombia U-21. Dia turut serta mengantarkan timnya menjuarai cabang sepak bola putra di Central American and Caribbean Games (CACG) 2018. Dia juga keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan empat gol. Prestasinya mengukuhkan namanya sebagai salah satu talenta muda menjanjikan asal Kolombia.

3. Membela Meksiko sebagai bentuk rasa terima kasih

Predikat sebagai pencetak gol terbanyak di CACG 2018 ternyata belum mampu membuka jalannya ke tim senior Kolombia. Padahal, Julian Quinones terus menunjukkan performa konsisten bersama Tigres UANL dan Atlas Guadalajara. Dia menjelma sebagai salah satu penyerang paling tajam di kasta tertinggi Meksiko.

Meski demikian, pemain berposisi penyerang itu tidak terlalu mempermasalahkan situasi tersebut. Dia tetap fokus menampilkan performa terbaiknya di klub. Kesempatan membela tim nasional kemudian datang dari Meksiko.

Setelah memenuhi syarat naturalisasi, Quinones mendapatkan tawaran untuk memperkuat El Tri. Tanpa pikir panjang, dia menerima kesempatan tersebut dan resmi menjadi warga negara Meksiko pada 2023. Baginya, keputusan itu menjadi bentuk rasa terima kasih kepada negara yang telah memberinya kesempatan berkembang, baik di dalam maupun di luar lapangan.

4. Karier Julian Quinones menanjak hingga dibeli klub Arab Saudi

Lagi-lagi, Julian Quinones terbukti mengambil keputusan tepat. Kariernya terus menanjak. Performa impresif yang ditunjukkannya membuat Club America rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk memboyongnya. Bersama klub tersebut, dia memantapkan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik di Meksiko.

Kesuksesannya di Club America juga membuka jalan menuju petualangan baru yang lebih menantang. Pada musim panas 2024, Quinones memutuskan merantau ke Arab Saudi untuk menerima pinangan Al-Qadsiah. Menariknya, klub Arab Saudi itu mendapatkan jasanya dengan harga yang tergolong murah, sekitar 18 juta dolar atau Rp322 miliar, untuk ukuran Saudi Pro League (SPL) yang saat itu sedang gencar-gencarnya menggelontorkan dana besar demi mendatangkan banyak bintang.

5. Torehan golnya menegaskan kalau dia tak terbendung

Musim perdana Julian Quinones bersama Al-Qadsiah ternyata berjalan sangat baik. Dia mampu beradaptasi dengan cepat dan langsung menjadi andalan di lini depan klub berjuluk Fares Al-Sharqiyah itu. Ketajamannya terlihat dari 20 gol dalam 28 laga di liga, sebuah catatan yang menunjukkan kepindahannya ke Arab Saudi bukan langkah yang salah. Namun, itu ternyata baru awal dari keganasannya di depan gawang lawan.

Pada musim keduanya, Quinones menggila. Penyerang kelahiran Kolombia itu mencatatkan statistik yang nyaris tidak masuk akal dengan mencetak lebih banyak gol daripada jumlah laga yang dimainkannya. Dari 31 laga di liga, dia sukses membukukan 33 gol. Torehan luar biasa tersebut membawanya melampaui nama-nama besar, seperti Cristiano Ronaldo dan Ivan Toney, dalam daftar pencetak gol terbanyak di SPL 2025/2026.

Keputusan Julian Quinones untuk menerima naturalisasi dari Timnas Meksiko bukan sekadar pilihan karier. Ini merupakan wujud balas budi terhadap Meksiko, negara yang telah membentuk dan mematangkan bakatnya. Tanah Leluhur Baru ini telah memberikannya panggung terbaik untuk bersinar, sesuatu yang tidak didapatkannya di negara kelahirannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More