Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Momen Chelsea Gagal Menang 3 Laga Beruntun Era Enzo Maresca

ilustrasi stadion Chelsea, Stamford Bridge
ilustrasi stadion Chelsea, Stamford Bridge (unsplash.com/umbyandri)
Intinya sih...
  • Chelsea tanpa kemenangan dalam empat laga beruntun pada pekan 17—20 English Premier League 2024/2025
  • Chelsea menelan tiga kekalahan beruntun pada 8—22 Februari 2025
  • Chelsea 1 kali imbang dan 2 kali kalah pada 13—20 September 2025
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Chelsea memulai tahun baru dengan gebrakan. The Blues mengumumkan pemecatan Enzo Maresca pada hari pertama 2026. Dalam rilis resminya, juara bertahan Piala Dunia Antarklub dan Liga Konferensi Eropa tersebut menyebut keputusan ini diambil demi mengembalikan klub ke jalur yang benar.

Dalam 2 pekan terakhir, Chelsea memang melenceng dari trek. Mereka tanpa kemenangan dalam tiga laga beruntun. Meski begitu, ini sebetulnya bukan kali pertama Chelsea mengalami situasi semacam itu pada era Maresca. Total, ada 5 momen ketika mereka gagal menang hingga 3 laga berturut-turut bersama Maresca.

1. Chelsea tanpa kemenangan dalam empat laga beruntun pada pekan 17—20 English Premier League 2024/2025

Momen krisis pertama Chelsea pada era Enzo Maresca terjadi pada akhir Desember 2024—awal Januari 2025. Mereka gagal meraih kemenangan selama 4 pekan beruntun di English Premier League (EPL) 2024/2025 yang merupakan musim debut Maresca sebagai pelatih. Padahal, Chelsea selalu berhasil menaklukkan lawan-lawannya dalam delapan pertandingan sebelumnya.

Semuanya bermula ketika mereka ditahan Everton tanpa gol di Goodison Park pada 22 Desember 2024. Empat hari berselang, mereka kalah comeback 1-2 dari Fulham di Stamford Bridge. Chelsea lantas dipermalukan penghuni zona degradasi, Ipswich Town, 0-2 pada pekan ke-19 (30/12/2024). Mereka juga hanya imbang 1-1 dengan Crystal Palace pada 4 Januari 2025 meski unggul lebih dulu.

2. Chelsea menelan tiga kekalahan beruntun pada 8—22 Februari 2025

Setelah seri 1-1 dengan Crystal Palace pada 4 Januari 2025, Chelsea mengakhiri lima pertandingan berikutnya dengan 3 kemenangan, 1 kekalahan, dan 1 keimbangan. Mereka kemudian kembali merasakan masa sulit dalam tiga pertandingan selanjutnya. Bukan hanya tanpa kemenangan, Chelsea bahkan selalu menelan kekalahan.

Langkah mereka di Piala FA 2024/2025 terhenti usai kalah comeback 1-2 dari Brighton & Hove Albion pada 8 Februari 2025. Enam hari berselang, Chelsea menyerah 0-3 dari tim yang sama di Premier League. Chelsea lantas takluk 1-2 dari Aston Villa di EPL pada 22 Februari 2025. Mereka lagi-lagi terjungkal setelah unggul lebih dulu.

3. Chelsea 1 kali imbang dan 2 kali kalah pada 13—20 September 2025

Pekan ketiga September 2025 begitu mengecewakan bagi Chelsea. Mereka hanya imbang 2-2 dengan Brentfod di Premier League pada tanggal 13. Padahal, Reece James dan kolega sempat memimpin 2-1. Empat hari berselang, mereka tidak berdaya ketika melawat ke Allianz Arena untuk menghadapi Bayern Munich di Liga Champions Eropa (UCL). Chelsea pulang dengan kekalahan 1-3. Puncaknya, Chelsea kalah 1-2 dari Manchester United di EPL pada 20 September.

Saat melawan MU, Chelsea sudah bermain dengan sepuluh orang mulai menit kelima usai Robert Sanchez mendapat kartu merah. Enzo Maresca bereaksi dengan melakukan tiga pergantian defensif. Menariknya, MU juga kehilangan Casemiro pada menit 45+5 karena kartu merah. Andai Maresca tidak terburu-buru memilih bermain bertahan, Chelsea mungkin bisa mengamankan satu poin. Terbukti, mereka mencetak golnya lewat Trevoh Chalobah pada menit 80.

4. Chelsea gagal menang empat laga beruntun pada 30 November 2025—9 Desember 2025

Chelsea mendapat suntikan motivasi besar setelah membantai Barcelona 3-0 di Liga Champions pada 25 November 2025. Sayangnya, mereka gagal menjaga tren positif tersebut. Lima hari berselang, Chelsea hanya imbang 1-1 dengan Arsenal di Premier League. Mereka bermain dengan sepuluh orang usai Moises Caicedo mendapat kartu merah pada menit 38. Andai tampil dengan personel lengkap, Chelsea mungkin mampu mengalahkan tim pemuncak klasemen tersebut. Sebab, mereka bisa meladeni permainan Arsenal meski kalah jumlah pemain. Chelsea bahkan mencetak gol lebih dulu.

Seri dengan Arenal tersebut terbukti meruntuhkan kepercayaan diri Chelsea. Mereka tidak berdaya saat bermain tandang melawan Leeds United di Elland Road dalam lanjutan EPL 2025/2026 pada 3 Desember 2025. Chelsea kalah dengan skor 1-3. Tiga hari kemudian, Chelsea hanya seri tanpa gol melawan AFC Bournemouth. Laga ini diwarnai cemoohan dari para pendukung kepada Enzo Maresca akibat keputusannya menarik keluar Cole Palmer pada menit 58. Situasi makin keruh setelah kekalahan comeback 1-2 dari Atalanta di UCL pada 9 Desember 2025.

5. Chelsea tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir Enzo Maresca sebagai pelatih mereka

Chelsea memecat Enzo Maresca pada Kamis (1/1/2026). Ini terjadi 2 hari setelah mereka hanya bermain imbang 2-2 dengan AFC Bournemouth di Stamford Bridge. Lagi-lagi, Chelsea gagal mempertahankan keunggulan. Mereka memang tertinggal oleh gol David Brooks pada menit keenam. Namun, Cole Palmer (15’) dan Enzo Fernandez (23’) mampu membalikkan keadaan. Nahas, gawang Robert Sanchez dibobol Justin Kluivert hanya berselang 4 menit setelah gol Fernandez.

Seri kontra Bournemouth tersebut sebetulnya masih lebih baik dibanding hasil pada 27 Desember 2025. Chelsea kebobolan dua gol pada babak kedua sehingga kalah 1-2 dari Aston Villa. Menariknya, tren negatif ini diawali dengan hasil yang menjanjikan. Chelsea tertinggal dua gol pada babak pertama ketika berhadapan dengan Newcastle United pada 20 Desember 2025. Mereka membawa pulang satu angka dari St. James’ Park setelah mencetak sepasang gol pada bababak kedua.

Kegagalan Enzo Maresca mempersembahkan kemenangan dalam tiga pertandingan terakhirnya sebagai pelatih Chelsea bukan menjadi penyebab tunggal pemecatannya. Jika benar demikian, Maresca seharusnya angkat kaki pada 1 dari 4 momen pertama dalam daftar di atas. Menurut sejumlah laporan, Chelsea mendepak juru taktik asal Italia tersebut karena konflik dengan manajemen. Dilansir The Guardian, ada juga unsur rasa saling percaya yang hilang setelah Maresca disebut berdiskusi dengan Manchester City perihal menjadi suksesor Pep Guardiola.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Chelsea Incar Liam Rosenior, Suksesor Maresca Fans MU

02 Jan 2026, 18:22 WIBSport