MU Dipecundangi Como, Carrick dan Fernandes Malah Ribut

Manchester United kalah telak 1-4 dari Como pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/27 di Giuseppe Sinigaglia.
Bruno Fernandes mengisyaratkan perlunya pressing lebih berani, sementara Michael Carrick menilai kegagalan menjalankan taktik dipengaruhi buruknya etos kerja pemain.
Kekalahan ini memperpanjang krisis internal MU: tim gagal menang dalam tujuh laga beruntun dan hanya meraih dua kemenangan dari 11 pertandingan semua kompetisi.
Jakarta, IDN Times - Kekalahan Manchester United dari Como dalam matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/27 menghadirkan ketegangan tersendiri antara Bruno Fernandes dan pelatih MU, Michael Carrick.
Berlaga di Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam WIB, MU kalah telak 1-4 dari Como. Seiring kekalahan ini, Carrick dan Fernandes pun malah saling beradu ribut soal taktik.
1. Fernandes kritik taktik Carrick
Dilansir TNT Sports, Fernandes secara tidak langsung mengkritik taktik Carrick saat jumpa Como. Namun, ketika ditanya apakah Carrick keliru menerapkan taktiknya atau tidak, ini jawaban Fernandes.
"Itu tugas manajer dan stafnya untuk melihatnya, bukan saya. Kadang-kadang Anda harus lebih berani saat di bawah tekanan, mengambil risiko dengan pressing tinggi dan membuat mereka merasa tidak nyaman," ujar Fernandes.
2. Carrick balas kritik Fernandes, singgung etos kerja
Tidak tinggal diam, Carrick pun membalas kritik Fernandes soal taktik ini. Dia menjawab, taktik pressing yang Fernandes inginkan sebenarnya coba diterapkan. Namun, etos kerja Fernandes begitu buruk.
"Sistem apa pun yang Anda mainkan, taktik apa pun yang Anda gunakan, jika Anda tidak berlari-baik berlari ke depan maupun kembali ke belakang-maka Anda tidak akan bisa menang," ujar Carrick, dilansir ESPN FC.
3. Makin menegaskan MU ada masalah
Silang pendapat di atas semakin menambah panjang deretan friksi di dalam tubuh MU. Baru pekan lalu Lisandro Martinez mengkritisi direktur olahraga Jason Wilcox usai kalah dari Atletico, meski kemudian meminta maaf.
Buntut dari kekalahan lawan Como ini juga, MU sudah gagal memenangi tujuh pertandingan terakhirnya berturut-turut. Dari 11 laga yang telah dimainkan di semua kompetisi, mereka baru dua kali menang.






















