Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
MU Kalah Lagi, Martinez Malah Semprot Keluarga Glazer
Bek Manchester United, Lisandro Martinez, saat berduel dengan bek sayap Atletico Madrid, Alex Grimaldo (AFP / Oscar del Pozo)
  • Lisandro Martinez mengkritik manajemen Manchester United setelah kekalahan dari Atletico Madrid di Liga Champions.

  • Menurut Martinez, MU membutuhkan penguatan di seluruh posisi agar memiliki kedalaman skuad yang layak.

  • Martinez menilai pergantian manajer setiap musim tidak akan menyelesaikan persoalan tim.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
14/10/2026

Manchester United kalah dari Atletico Madrid dalam matchday 2 Liga Champions. Kekalahan tersebut memicu kritik Lisandro Martinez kepada manajemen klub.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Manchester United kalah dari Atletico Madrid dalam matchday 2 Liga Champions dan memicu kritik Lisandro Martinez kepada manajemen klub.
  • Who?
    Lisandro Martinez, manajemen Manchester United, Keluarga Glazer, Jason Wilcox, dan Michael Carrick.
  • Where?
    Pertandingan berlangsung dalam ajang Liga Champions, sedangkan kritik Martinez disampaikan dalam wawancara bersama Amazon Prime.
  • When?
    Rabu dini hari WIB (14/10/2026).
  • Why?
    Martinez menilai performa buruk MU berkaitan dengan kekalahan dari Atletico, kurangnya pemain yang bisa berkompetisi, dan kedalaman skuad.
  • How?
    Martinez mengkritik manajemen, meminta penguatan di seluruh posisi, serta menilai pergantian manajer terus-menerus tidak akan berpengaruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Manchester United kalah dari Atletico Madrid. Lisandro Martinez lalu bicara tentang masalah timnya. Ia bilang pemilik klub dan manajemen perlu membantu dengan pemain yang lebih banyak. Ia juga ingin semua posisi diperkuat. Martinez berkata Michael Carrick tidak perlu terus diganti sebagai manajer.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernyataan Lisandro Martinez menunjukkan adanya evaluasi terbuka terhadap kondisi Manchester United setelah kekalahan dari Atletico Madrid. Ia tidak hanya menyoroti hasil pertandingan, tetapi juga membahas kedalaman skuad, kebutuhan penguatan di seluruh posisi, serta pentingnya konsistensi dalam pengelolaan manajer dan tim.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kekalahan Manchester United dari Atletico Madrid dalam matchday 2 Liga Champions, Rabu dini hari WIB (14/10/2026), memicu konflik internal. Bek MU, Lisandro Martinez, belakangan melayangkan kritik kepada manajemen klub atas performa buruk MU.

Dalam wawancara bersama Amazon Prime, Martinez tak mengakui kesalahannya dalam kekalahan MU dari Atletico. Justru, menurut pria Argentina itu, performa buruk MU disebabkan oleh kesalahan pemilik klub, yakni Keluarga Glazer.

"Buruk, sangat buruk. Saya harus mengontrol diri, tapi terkadang ketika berkaca pada klub di momen ini, membuat semuanya sulit. Musim lalu, kami bekerja fantastis. Sekarang, kami berharap lebih pada manajemen di atas. Lebih banyak pemain yang bisa berkompetisi, karena banyak tim belanja besar," ujar Martinez.

1. Wajar Atletico menang atas MU, kenapa?

Para pemain Atletico Madrid merayakan kelolosan ke semifinal Liga Champions (AFP / Thomas Coex)

Menurut Martinez, Atletico wajar menang. Merunut pada kualitas tim, bagi Martinez, Atletico jauh lebih baik dan kuat ketimbang Setan Merah. Hal itu juga terlihat dari skema permainan Atletico yang efektif.

"Saya berharap lebih, 100 persen, dari Direktur Teknik (Jason Wilcox). Saya harus jujur, sebagai pemain, kami harus melakukan lebih. Tapi, penting juga ketika punya tim yang kuat harus bersiap menghadapi malam berat seperti ini," ujar Martinez.

2. Perlu penguatan di seluruh posisi

Seluruh posisi di MU, dijelaskan Martinez, perlu penguatan. Tak spesifik di sektor bek kiri, kanan, atau lini depan, Martinez merasa MU harus memiliki kedalaman skuad yang layak.

"Secara umum, semuanya. Musim lalu kami melakukan segalanya, mengkreasi segala bahan untuk menciptakan tim luar biasa. Menyebalkan, mengecewakan. Saya gak melihat tim ini mencoba demi meraih hasil positif." kata eks bek Ajax Amsterdam itu.

3. Jangan ganti manajer terus

Terkait posisi Michael Carrick di kursi manajer, Martinez merasa tak perlu ada pergantian. Mengganti manajer di setiap musim, bagi Martinez, tak akan ada pengaruhnya.

Sebab, setiap perkembangan bisa terganggu akibat seringnya sebuah tim mengganti manajer atau pelatih, ketika hasil pertandingan yang muncul selalu buruk.

"Dia melakukan yang terbaik. Setiap musim berbeda. Anda gak bisa bertahan dengan cara yang sama. Tim lawan tahu bagaimana cara main, setiap detail. Jadi, jika tak berubah, jadi masalah besar. Lalu, Anda gak bisa selalu mengganti manajer. Bagaimana area lain? Saya gak bisa bilang lebih jauh. Mudah bicara soal pelatih, pemain, tapi harus lihat area lain," kata Martinez.

Curated For You

Editorial Team

Related Article