Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Musim Le Mans FC Bermain di Ligue 1 sebelum 2026/2027
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/gregoriocavana)
  • Le Mans FC debut di Ligue 1 pada 2003/2004 setelah promosi sebagai runner-up Ligue 2, tetapi langsung terdegradasi di posisi ke-19 dengan 38 poin.
  • Setelah promosi lagi, Le Mans bertahan lima musim beruntun di Ligue 1; pencapaian terbaiknya posisi kesembilan pada 2007/2008 bersama Rudi Garcia.
  • Le Mans terdegradasi lagi pada 2009/2010 di posisi ke-18 dengan 32 poin, setelah pergantian pelatih dari Paulo Duarte ke Arnaud Cormier tidak membuahkan hasil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di dunia olahraga, Le Mans mungkin paling identik dengan balap. Namun, pada 2026/2027 ini, namanya juga ikut diperbincangkan di sepak bola. Itu karena mereka menjadi salah satu peserta kompetisi lokal tertinggi, Ligue 1 Prancis. Kota di wilayah Barat Laut tersebut diwakili Le Mans Football Club. Meski begitu, sebetulnya sudah ada 6 musim ketika Le Mans bertarung di Ligue 1 sebelum edisi sekarang. Kapan dan seperti apa hasilnya?

1. Le Mans berakhir di posisi 19 di Ligue 1 2003/2004

Le Mans terbentuk pada 1985 dari hasil merger beberapa klub lokal. Mereka awalnya terdaftar sebagai Le Mans Union Club 72 dan berganti nama seperti yang digunakan sekarang pada 2010. Tim yang berjuluk Les Sang et Or ini tercatat bermain di Ligue 1 untuk pertama kalinya pada 2003/2004. Mereka saat itu meraih tiket promosi berkat menjadi runner-up Ligue 2 2002/2003. Sayangnya, skuad asuhan Daniel Jeandupeux tersebut langsung terdegradasi lagi pada akhir musim. Mereka menutup kompetisi di posisi 19 dari 20 peserta. Le Mans mengumpulkan 38 poin, berselisih 1 angka saja dari zona aman.

2. Le Mans menduduki posisi sebelas di Ligue 1 2005/2006

Setelah terdegradasi pada musim debutnya, Le Mans hanya membutuhkan satu percobaan untuk kembali ke Ligue 1. Mereka lagi-lagi promosi sebagai runner-up Ligue 2. Le Mans lantas meraih hasil yang sangat jauh berbeda pada edisi keduanya bertarung di liga teratas. Mereka bukan hanya mampu selamat dari degradasi, melainkan menembus papan tengah. Le Mans berakhir di posisi sebelas di Ligue 1 2005/2006. Tim yang dilatih Frederic Hantz ini mengoleksi 52 poin yang berasal dari 13 kemenangan, 13 keimbangan, dan 12 keimbangan.

3. Le Mans turun ke peringkat 12 di Ligue 1 2006/2007

Le Mans mengalami kemunduran di Ligue 1 2006/2007 jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Namun, itu tidak terjadi signifikan. Mereka hanya turun 1 peringkat ke posisi 12. Perolehan poinnya lantas berkurang 3 angka menjadi 42. Ini disebabkan jumlah keimbangan Le Mans yang meningkat dari 13 menjadi 16. Sementara, catatan kemenangan dan kekalahan mereka sama-sama sebelas kali. Klub masih dilatih Frederic Hantz, tetapi pria asli Prancis tersebut hengkang setelah musim berakhir.

4. Rudi Garcia membawa Le Mans menembus posisi sembilan di Ligue 1 2007/2008

Merespons kepergian Frederic Hantz, manajemen Le Mans lantas mengisi kekosongan pos pelatih menjelang Ligue 1 2007/2008 dengan Rudi Garcia. Pria asli Prancis tersebut diboyong dari Dijon yang bermain di Ligue 2. Langkah ini terbilang berani mengingat Garcia sebelumnya cuma pernah melatih di Ligue 1 secara singkat dengan menukangi Saint-Etienne pada 2000/2001. Namun, keputusan itu ternyata berbuah manis. Garcia membawa mereka duduk di posisi sembilan di klasemen akhir. Sayangnya, Le Mans juga harus kehilangannya. Garcia memilih menerima tawaran untuk menukangi Lille pada 2008/2009.

5. Le Mans selamat di Ligue 1 2008/2009 usai duduk di posisi 16

Manajemen Le Mans menyiasati kepergian Rudi Garcia dengan cara praktis. Mereka mengisi kekosongan pelatih dengan mempromosikan Yves Bertucci yang bertugas sebagai arsitek tim B dari 1998. Sayangnya, pengalaman minim Bertucci terbukti membuat mereka berada dalam kondisi bahaya. Para petinggi klub akhirnya mencopotnya setelah 21 pertandingan yang berakhir dengan 7 kemenangan, 4 keimbangan, dan 10 kekalahan. Mereka lantas menggantikannya dengan sosok lama, Daniel Jeandupeux. Menariknya, Bertucci diminta untuk bertindak sebagai asisten. Kombinasi ini setidaknya menyelamatkan Le Mans dari degradasi. Mereka duduk di posisi 16.

6. Le Mans terdegradasi dari Ligue 1 2009/2010 di posisi 18

Setelah 5 musim beruntun, Le Mans akhirnya terlempar dari Ligue 1 pada 2009/2010. Mereka menyudahi kompetisi di posisi 18 dengan 32 poin, tertinggal hingga 8 angka dari Saint-Etienne yang ada di atasnya. Permasalahan di pos pelatih yang sudah terjadi dari edisi sebelumnya merupakan salah satu penyebab nasib buruk ini. Le Mans memulai perjuangan bersama Paulo Duarte. Namun, pria asal Portugal tersebut dipecat usai 15 pertandingan karena cuma mampu mempersembahkan 2 kemenangan dan 3 keimbangan. Manajemen kemudian mengulang formula mempromosikan kader internal. Mereka mengangkat Arnaud Cormier yang awalnya bertugas sebagai asisten Duarte. Namun, langkah itu ternyata tidak efektif.

Le Mans langsung terdegradasi pada musim debutnya di Ligue 1. Mereka lantas kembali promosi semusim kemudian dan mampu bertahan lima edisi beruntun sampai akhirnya turun kasta lagi. Lalu, apa yang bakal diraih Le Mans pada penghujung Ligue 1 2026/2027?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article