Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Musim Pertama Sevilla Degradasi di LaLiga, Terulang pada 2025/2026?
ilustrasi stadion Sevilla (unsplash.com/gvchana)
  • Sevilla kembali terancam degradasi di LaLiga 2025/2026 setelah hanya berjarak dua poin dari zona merah dengan tujuh laga berat tersisa melawan tim papan tengah hingga atas.
  • Dalam sejarahnya, Sevilla sudah empat kali terdegradasi dari LaLiga, yaitu pada musim 1967/1968, 1971/1972, 1996/1997, dan 1999/2000 akibat performa buruk sepanjang musim.
  • Meski pernah berjaya sebagai juara LaLiga 1945/1946 dan sempat stabil di papan tengah, Sevilla kini harus berjuang keras agar tidak mengulang nasib kelam masa lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ancaman degradasi begitu nyata untuk Sevilla di LaLiga Spanyol 2025/2026. Per pekan ke-31, mereka berjarak dua poin saja dari zona turun kasta. Makin mencekam, tujuh laga sisa yang mereka miliki juga terbilang sulit karena mayoritas akan menghadapi tim papan tengah hingga atas. Ketujuhnya adalah Levante, Osasuna, Real Sociead, Espanyol, Villarreal, Real Madrid, dan Celta Vigo. Jika gagal meraih hasil maksimal, Sevilla bakal mengulang 4 musim ketika terlempar dari LaLiga.

1. Sevilla terdegradasi di LaLiga 1967/1968

Sevilla terbentuk pada 1890. Mereka mulai bermain di LaLiga pada 1934/1935 yang merupakan edisi keenam kompetisi teratas di Spanyol ini. Sevilla pun berkembang menjadi kekuatan baru. Mereka bahkan berhasil menjadi juara pada 1945/1946. Namun, setelah 31 musim beruntun, Sevilla harus menerima kenyataan pahit kembali bertarung di kasta kedua.

Sevilla terdegradasi di LaLiga 1967/1968 sebagai juru kunci. Mereka berakhir di posisi 16 dengan hasil 6 kemenangan, 8 keimbangan, dan 16 kekalahan. Semusim sebelumnya, Sevilla juga sebetulnya terseok-seok. Beruntung, mereka masih bisa duduk di peringkat 13. Meski begitu, Sevilla langsung promosi kembali setelah menjadi juara di Segunda Division Spanyol.

2. Sevilla terdegradasi di LaLiga 1971/1972

Setelah terdegradasi pada 1967/1968, Sevilla kembali bermain di LaLiga pada 1969/1970. Mereka membuat kejutan dengan berhasil menempati posisi ketiga. Semusim kemudian, tim yang dilatih Max Merkel itu turun ke peringkat ketujuh.

Nahas, alih-alih bangkit, tren negatif tersebut malah mencapai puncak pada 1971/1972. Mereka kembali terdegradasi dengan berakhir di posisi 16 dari 18 peserta. Sevilla hanya meraih 9 kemenangan dan 9 keimbangan serta menelan 16 kekalahan.

3. Sevilla terdegradasi di LaLiga 1996/1997

Sevilla bertahan di Segunda Division selama 2 musim usai mengalami degradasi di LaLiga 1971/1972. Setelahnya, klub berjuluk Los Nervionenses ini kembali merasakan bermain di level teratas cukup lama hingga 22 musim. Periode positif tersebut harus selesai pada 1996/1997. Sevilla kembali ke Segunda Division akibat bertengger di posisi 20 dari 22 peserta. Mereka mengumpulkan 43 poin, berjarak 5 angka dari Real Oviedo di peringkat 17 sebagai batas aman terakhir.

Ironisnya, nasib Sevilla terdegradasi di LaLiga 1996/1997 terjadi akibat kekalahan 0-1 dari Oviedo pada pekan ke-40. Setelahnya, mereka tidak mampu selamat meski memenangi dua laga terakhir kontra Espanyol dengan skor 3-1 dan Racing Santander dengan skor 4-1. Total, Sevilla mengumpulkan 12 kemenangan, 7 keimbangan, dan merasakan 23 kekalahan. Semusim sebelumnya, Sevilla masih berada di papan tengah dengan berakhir di posisi 12. Pada 1994/1995, mereka bahkan duduk di peringkat lima.

4. Sevilla terdegradasi di LaLiga 1999/2000

Sevilla kembali ke LaLiga pada 1999/2000 setelah 2 musim bersaing di Segunda Division. Ironisnya, mereka langsung kembali terdegradasi pada akhir kompetisi. Tim yang bermarkas di Estadio Ramon Sanchez-Pizjuan ini lagi-lagi berstatus sebagai juru kunci. Mereka berada di posisi 20 dengan 28 poin, berjarak hingga 17 angka dari Numancia di peringkat 17 sebagai tempat terakhir untuk bisa selamat dari turun kasta. Sevilla bahkan berselisih 10 poin dari Atletico Madrid yang ada di atasnya.

LaLiga 1999/2000 memang menjadi periode yang begitu kelam bagi Sevilla. Mereka hanya meraih lima kemenangan dan semuanya terjadi di kandang. Sisanya, Sevilla merasakan 13 keimbangan dan 20 kekalahan. Mereka mencetak 42 gol dan menjadi tim yang paling sering kebobolan dengan 67 gol. Sevilla dipimpin dua pelatih berbeda, yaitu Marcos Alonso dan Juan Carlos Alvarez. Sevilla lantas kembali ke LaLiga pada 2001/2002 setelah menjuarai Segunda Division 2000/2001.

Sevilla kembali bertarung di zona degradasi pada 2025/2026. Mereka mesti berjuang keras jika tidak ingin bermain lagi di Segunda Division. Sebagai catatan, Sevilla juga sebetulnya hampir saja terdegradasi di LaLiga 2024/2025. Mereka selamat dengan berakhir satu tempat saja di atas zona turun kasta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team