Bekuk Arsenal, PSG Juara Liga Champions 2025/26

- PSG menaklukkan Arsenal di final Liga Champions 2025/26 lewat adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Puskas Arena.
- Gol cepat Kai Havertz membawa Arsenal unggul lebih dulu, namun PSG menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65.
- Kemenangan ini membuat PSG meraih gelar Liga Champions secara beruntun, mempertahankan status juara yang mereka raih pada musim sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Arsenal tumbang dalam laga final Liga Champions 2025/26. Jumpa Paris Saint-Germain (PSG) di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) malam WIB, tim Meriam London kalah 3-4 di adu penalti, usai main imbang 1-1 selama 120 menit.
Gol-gol di laga ini ditorehkan Kai Havertz (6') untuk Arsenal, serta Ousmane Dembele (65') untuk PSG. Laga berjalan ketat, bahkan sampai memasuki babak tambahan dan adu penalti untuk menentukan pemenangnya.
Sejak awal babak pertama, PSG berusaha mengontrol permainan. Namun, justru kejutan dihadirkan Arsenal pada menit keenam laga. Kai Havertz membobol gawang PSG, memanfaatkan umpan tak sengaja Leandro Trossard.
Unggul lebih dulu tidak menjadikan Arsenal jemawa. Sebab, PSG langsung meningkatkan intensitas serangan mereka. Ousmane Dembele, Khvica Kvaratskhelia, hingga Desire Doue lebih aktif bergerak.
Namun, Arsenal sudah mempersiapkan rencana untuk menghentikan mereka. Selain menutup ruang gerak ketiga pemain depan PSG, mereka juga menutup area kreasi Vitinha dan Fabian Ruiz di tengah
Seiring babak pertama berjalan, PSG masih kesulitan membobol gawang Arsenal. Jangankan mencetak gol, membuat peluang saja mereka susah betul. Pertahanan Arsenal patut dapat pujian.
Selain ciamik secara taktis, kegigihan para pemain bertahan Arsenal berduel secara fisik menyulitkan PSG. Tak jarang, para pemain depan PSG kalah adu bodi dari pemain Arsenal, dan itu sukses menghentikan momentum PSG.
Sampai babak pertama tuntas, keunggulan Arsenal ini tidak berubah. Mereka untuk sementara unggul 1-0 atas PSG, mengakhiri paruh pertama final Liga Champions 2025/26 dengan positif.
Memasuki babak kedua, PSG langsung tancap gas. Mereka tidak membiarkan Arsenal mengembangkan permainan, dan langsung menekan Arsenal lewat serangan-serangan cepat.
Hasilnya terlihat pada menit 65. Dembele membobol gawang Arsenal lewat sepakan penalti, usai Kvaratskhelia dilanggar di dalam kotak penalti. Skor berubah menjadi 1-1, situasi laga kembali jadi seimbang.
Untuk menambah daya gedor, Arsenal memasukkai Jurrien Timber, Noni Madueke, hingga Viktor Gyokeres. Sementara PSG, memasukkan Bradley Barcola.
Masuknya nama-nama baru ini membuat permainan kedua tim lebih hidup, terutama PSG. Mereka menekan Arsenal bak binatang buas. Para pemain Arsenal pun tak leluasa menguasai bola, karena mereka tertekan selalu.
Namun Arsenal tidak patah arang. Mereka bertahan sebisa mungkin dari gempuran PSG, setidaknya untuk membawa laga menuju perpanjangan waktu, tidak kalah di waktu normal.
Upaya Arsenal pun berhasil. Mereka mampu mempertahankan diri dari gempuran PSG dalam skor 1-1 sampai waktu normal tuntas. Pertandingan pun harus berlanjut ke babak tambahan.
Memasuki babak tambahan, tak ada juga gol yang tercipta bagi kedua tim. Hanya kebuntuan saja yang meliputi PSG dan Arsenal. Hasilnya, laga berlanjut ke babak adu penalti. Ini jadi momen menentukan.
Di babak ini, dua penendang Arsenal, Gabriel dan Eberechi Eze, gagal melaksanakan tugas. PSG pun memenangi adu penalti dengan skor 4-3, membawa mereka keluar sebagai juara Liga Champions 2025/26.
Paris Saint-Germain juga tercatat sukses melakukan back to back di Liga Champions, setelah di edisi sebelumnya mereka juga jadi kampiun.
















