Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas (AFP / Pierro Cruciatti)
Berawal dari niatan yang sederhana, Como malah berhasil menjadi salah satu raksasa di Italia. Dimulai dari administratif, perlahan Como 1907 mulai melakukan reformasi ke sektor teknis. Hasilnya langsung terlihat. Como 1907 merangkak, dari Serie C, ke B, hingga menembus level tertinggi dan lolos Liga Champions musim depan.
Keberhasilan Como lolos ke Liga Champions musim 2026/27 bak bonus. Sebab, Mirwan sebelumnya hanya menargetkan Como tembus ke kompetisi Eropa, tak peduli di kasta mana. . Proyeksinya pun masih panjang, yakni lima tahun. Namun, hal tersebut bisa terealisasi musim ini.
"Dalam lima tahun, kalau bisa Como masuk kompetisi Eropa. Jadi, itu target yang kita tetapkan bagi tim pelatih," ujar Mirwan.
Sementara, pelatih Como, Cesc Fabregas, mengakui sebenarnya sudah memiliki firasat bagus tentang tim asuhannya. Sejak giornata 37, Fabregas mengaku yakin Como bisa mencetak sejarah dengan lolos ke Liga Champions, meski sebenarnya sempat mengalami kemunduran dalam persaingan.
"Sehari sebelum melawan Parma, saya merasa bahwa jika kami meraih dua kemenangan, kami akan lolos ke Liga Champions. Sepanjang hidup saya, bahkan ketika melakukan pergantian pemain, selalu punya firasat terhadap sesuatu. Kami sempat mengalami kemunduran, dua kekalahan dan hasil imbang melawan Udinese. Jadi kami tahu harus mencatatkan rentetan kemenangan, tetapi perasaannya selalu bahwa kami masih dalam perlombaan," kata Fabregas kepada DAZN Italia.