Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Como ke Liga Champions, Firasat Baik Fabregas Jadi Kenyataan

Como ke Liga Champions, Firasat Baik Fabregas Jadi Kenyataan
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas (AFP / Pierro Cruciatti)
Intinya Sih
  • Como 1907 mencetak sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya setelah finis di posisi empat Serie A musim 2025/26 di bawah Roma, Napoli, dan Inter Milan.
  • Cesc Fabregas mengaku sudah memiliki firasat sehari sebelum laga melawan Parma bahwa Como akan tembus Liga Champions jika mampu menyapu bersih dua pertandingan terakhirnya.
  • Meski sempat terpeleset, terapi ruang ganti Fabregas berhasil memulihkan mental tim hingga meraih kemenangan beruntun yang memastikan tiket ke kompetisi elite Eropa tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Como 1907 sukses menorehkan sejarah manis di Serie A musim 2025/26. Mereka untuk pertama kalinya lolos ke Liga Champions usai finis di peringkat empat klasemen akhir, di bawah AS Roma, Napoli, dan Inter Milan.

Tiket itu didapat setelah Como melibas Cremonese dengan skor 4-1 di, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Pelatih Cesc Fabregas pun begitu emosional karena terlibat dalam perjalanan bersejarah klub yang dulunya tak memiliki tempat latihan, kini menjadi penantang para raksasa Eropa.

Usut punya usut, Fabregas ternyata sudah mendapatkan firasat kalau sejarah manis itu terukir. Ia pun tak menyangka kalau firasat baiknya justru menjadi kenyataan.

1. Kapan firasat baik itu datang?

Firasat Fabregas itu muncul sehari sebelum menjamu Parma pada giornata ke-37. Juru taktik asal Spanyol itu merasa Como akan akan melaju ke Liga Champions jika merah menyapu bersih dua laga terakhirnya.

Benar saja, Como berhasil mengalahkan Parma dan Cremonese yang mengantarkan mereka ke Liga Champions. Kekalahan AC Milan dan hasil imbang yang didapat Juventus mempermulus mereka dalam menghindari skenario rumit.

"Dan sehari sebelum melawan Parma, saya merasa bahwa jika kami meraih dua kemenangan, kami akan lolos ke Liga Champions," kata Fabregas kepada DAZN Italia.

2. Fabregas percaya dengan intuisinya

Laporan Football Italia, Fabregas bahkan tidak sama sekali menanyakan skor Milan dan Juventus yang berbarengan dengan laga Como kontra Cremonese. Ia baru mengetahuinya setelah peluit panjang berbunyi.

Ternyata, legenda Arsenal itu memang memiliki intuisi yang tajam. Dalam karier kepelatihannya, ia sering mendapatkan firasat yang berakhir positif, salah satunya dalam hal pergantian pemain.

"Sepanjang hidup saya, bahkan ketika melakukan pergantian pemain, saya selalu punya firasat terhadap sesuatu," ujar Fabregas.

3. Terapi Fabregas yang membuahkan hasil

Como sebenarnya sempat terpeleset dalam perburuan tiket Liga Champions. Beruntung, terapi ruang ganti Fabregas berhasil mendongkrak mentalitas dan kepercayaan diri Nico Paz dan kawan-kawan.

"Kami sempat mengalami kemunduran, dua kekalahan dan hasil imbang melawan Udinese. Jadi kami tahu harus mencatatkan rentetan kemenangan, tetapi perasaannya selalu bahwa kami masih dalam perlombaan," ucap Fabregas.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More