4 Pasang Kakak Beradik Beda Negara di Piala Dunia 2026

- Piala Dunia 2026 menampilkan empat pasangan kakak beradik yang membela negara berbeda, menunjukkan keberagaman latar belakang dan pilihan kewarganegaraan di dunia sepak bola modern.
- Guela–Desire Doue, John–Harry Souttar, Inaki–Nico Williams, serta Derrick Luckassen–Brian Brobbey menjadi contoh pemain bersaudara yang memilih jalur internasional berbeda sesuai asal keluarga mereka.
- Keempat pasangan tersebut tidak berada dalam grup yang sama, sehingga peluang bertemu hanya mungkin terjadi jika tim masing-masing berhasil melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak cerita di luar persaingan antarnegara. Salah satunya adalah kehadiran sejumlah pasangan kakak beradik yang membela tim nasional berbeda. Meski berasal dari keluarga yang sama, mereka memilih jalan internasional yang berbeda. Siapa sajakah mereka dan negara apa yang mereka bela?
1. Guela Doue (Pantai Gading) dan Desire Doue (Prancis) sama-sama lahir di Angers
Guela Doue dan Desire Doue merupakan kakak beradik kelahiran Angers, Prancis, yang berbeda 2 tahun. Ayah mereka merupakan imigran asal Pantai Gading yang menetap di Prancis. Sedangkan sang ibu berasal dari Prancis.
Perbedaan ini membuat kedua pemain tersebut memiliki dua kewarganegaraan. Namun, di Piala Dunia 2026, Guela memilih untuk membela Pantai Gading. Pemain RC Strasbourg itu diprediksi akan menjadi pilihan utama untuk posisi bek kanan.
Sedangkan sang adik, Desire, memilih untuk membela tanah kelahiran, Prancis. Namun, ia belum mendapatkan kepastian untuk menjadi pemain utama. Sebab, pemain Paris Saint-Germain (PSG) ini harus bersaing dengan Maghnes Akliouche dan Michael Olise.
2. John Souttar (Skotlandia) dan Harry Souttar (Australia) berposisi sebagai bek tengah
Sama seperti Doue bersaudara, John Souttar dan Harry Souttar juga terpaut 2 tahun. Keduanya sama-sama berposisi sebagai bek tengah. Ayah mereka, Jack Souttar, merupakan mantan pesepak bola yang berasal dari Skotlandia. Sedangkan, sang ibu lahir di Australia, tetapi tumbuh besar di Skotlandia.
John memilih untuk membela Timnas Skotlandia sejak 2018. Namun, ia baru rutin dipanggil pada 2024. Hal tersebut membuatnya bisa menembus skuad untuk Piala Dunia 2026. Akan tetapi, pemain Rangers FC ini diprediksi akan menjadi pelapis dari duet Grant Hanley dan Jack Hendry.
Sedangkan sang adik, Harry, memiliki peluang besar untuk menjadi pilihan utama di Timnas Australia. Ia menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Socceroos untuk Piala Dunia 2026. Pemain Leicester ini sudah membela Australia sejak 2019.
3. Inaki Williams (Ghana) dan Nico Williams (Spanyol) menjadi kunci lini serang tim masing-masing
Inaki Williams dan Nico William merupakan anak dari imigran asal Ghana yang pindah ke Spanyol. Keduanya lahir di Basque dan menjadi nama besar di Athletic Bilbao. Namun, untuk pilihan tim nasional, keduanya memiliki perbedaan.
Sang kakak, Inaki memilih untuk membela Timnas Ghana. Sedangkan, Nico memilih untuk membela Timnas Spanyol. Keduanya akan menjadi kunci di lini serang tim masing-masing. Keduanya terpaut usia 8 tahun, satu sama lain.
4. Derrick Luckassen (Ghana) dan Brian Brobbey (Belanda) berasal dari posisi dan negara berbeda
Derrick Luckassen akan menjadi rekan setim Inaki Williams di Timnas Ghana untuk Piala Dunia 2026. Bek tengah Pafos FC ini baru memilih membela The Black Stars pada Maret 2026. Oleh karena itu, ia baru memiliki 1 caps per 7 Juni 2026. Di Piala Dunia 2026 mendatang, ia diprediksi akan menjadi pemain pelapis.
Sedangkan adiknya, Brian Brobbey, memilih untuk membela Timnas Belanda. Ia sudah membela tanah kelahirannya sejak September 2022. Sama seperti sang kakak, ia diprediksi akan menjadi pelapis.
Luckassen dan Brobbey lahir dari orang tua yang berasal dari Ghana. Namun, orang tuanya pindah ke Belanda. Oleh sebab itu, Luckassen dan Brobbey bisa lahir di Amsterdam, Belanda.
Keempat pasang kakak beradik tersebut tidak berada dalam grup yang sama di Piala Dunia 2026. Dengan demikian, peluang mereka untuk saling berhadapan baru bisa terjadi jika tim yang mereka bela berhasil melaju ke fase gugur.














