Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kolaborasi Polri, PBSI, dan NPC Gelar Piala Kapolri 2026

Kolaborasi Polri, PBSI, dan NPC Gelar Piala Kapolri 2026
Konferensi pers Piala Kapolri 2026 (IDN Times/Margith Damanik)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kolaborasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), PP PBSI, dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menghadirkan Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Kapolri 2026. Turnamen ini digelar sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus memperkuat semangat inklusivitas dalam olahraga. 

Turnamen berlevel nasional ini diagendakan bakal berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 mendatang di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Pondok Bambu, dan GOR Duren Sawit, Jakarta.

Kejuaraan ini menjadi semakin istimewa karena untuk pertama kalinya NPC Indonesia turut ambil bagian dalam penyelenggaraan Piala Kapolri. Kehadiran atlet difabel menegaskan komitmen seluruh pihak untuk menghadirkan kompetisi yang memberikan kesempatan setara bagi semua atlet, sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat melalui olahraga.

1. Pembinaan untuk atlet muda

Konferensi pers Piala Kapolri 2026 (IDN Times/Margith Damanik)
Konferensi pers Piala Kapolri 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menegaskan Piala Kapolri 2026 menjadi wadah penting bagi atlet muda untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah jam terbang di level kompetisi nasional. Tahun ini, kejuaraan diikuti oleh total 591 atlet dari 91 klub yang bersaing pada kelompok usia pemula (U-15), remaja (U-17), dan taruna (U-19). PBSI optimistis turnamen ini akan melahirkan bibit-bibit potensial yang dapat menjadi masa depan bulu tangkis Indonesia. 

"Melalui kejuaraan ini, para atlet memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mempersiapkan diri menuju level kompetisi yang lebih tinggi. Kami optimistis kejuaraan ini akan berlangsung kompetitif dan melahirkan atlet-atlet potensial masa depan Indonesia," kata Ricky dalam konferensi pers di Gedung Divhumas Polri, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

2. Ajang NPC pantau bibit baru

Konferensi pers Piala Kapolri 2026 (IDN Times/Margith Damanik)
Konferensi pers Piala Kapolri 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

NPC Indonesia memanfaatkan partisipasi mereka dalam Piala Kapolri 2026 ini sebagai ajang pemantauan atlet potensial dari berbagai daerah. Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Ukun Rukaendi, menegaskan, pihaknya akan serius mengamati perkembangan atlet, termasuk pelajar yang dinilai memiliki prospek untuk dibina lebih lanjut di Pelatnas NPC Indonesia.

"Tujuan di sini untuk NPC sekaligus adalah memantau bagaimana perkembangan pembinaan di daerah. Kalau nanti di Kapolri Cup ada bibit-bibit baru, kita sepakat untuk diambil ke Pelatnas. Jadi kami di sini serius. Kami NPC Indonesia mengucapkan banyak terima kasih kepada institusi Polri yang telah memberikan ruang kepada kami untuk menyelenggarakan kompetisi ini," kata Ukun.

Dalam ajang bertaraf internasional ini, Ukun menegaskan NPC Indonesia mewajibkan para pemain elit untuk ikut bertanding.

"Kami mewajibkan atlet Paralimpiade untuk turun. Selain atlet Paralimpik, juga ada dua atlet internasional, termasuk atlet regional, atlet nasional, termasuk juga di sini atlet pelajar yang sekiranya memiliki potensi," kata Ukun.

3. Harapan Polri perkuat prestasi olahraga

Konferensi pers Piala Kapolri 2026 (IDN Times/Margith Damanik)
Konferensi pers Piala Kapolri 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

Bagi Polri, Piala Kapolri 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui kejuaraan ini, Polri ingin menunjukkan, olahraga mampu menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, persatuan, serta mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

"Kami berharap Kapolri Cup ini tak hanya menjadi ajang kompetisi meraih prestasi, tetapi juga memperkuat prestasi olahraga dan hubungan dengan masyarakat. Polri juga menunjukkan dapat menjadi ruang membangun kebersamaan, persatuan, dan kesempatan inklusif bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas," kata Perwakilan Polri, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan, pada kesempatan yang sama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More