Alfredo Vera saat sedang melatih. (Instagram.com/coach_alfredovera_official)
Nama Alfredo Vera sudah tidak asing bagi penggemar sepak bola Indonesia. Ia pertama kali berkarier di Indonesia bersama Persekap Pasuruan pada 2005. Ia juga sempat memperkuat PSS Sleman selama setahun. Klub terakhirnya di Indonesia adalah PSDS Deli Serdang. Alfredo Vera memutuskan pensiun pada 2010.
Setelah memutuskan gantung sepatu, Aflredo melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Ia sempat melatih klub peserta Liga 1, seperti Persebaya Surabaya, Sriwijaya FC, Bhayangkara FC, Persipura Jayapura, Persita Tangerang, dan terakhir RANS Nusantara FC. Namun, perjalanan karier Alfredo sebagai pelatih asal Argentina di Liga 1 Indonesia kurang cemerlang.
Ia harus didepak Persebaya di pertengahan Liga 1 2018 karena memberikan hasil buruk untuk Bajul Ijo. Dari Persebaya Surabaya, ia kemudian diangkat menjadi pelatih Sriwijaya FC. Bukannya membawa Laskar Wong Kito juara, Sriwijaya FC justru harus degradasi ke Liga 2.
Alfredo kemudian mendapatkan tawaran untuk melatih Bhayangkara FC, karena pelatih The Guardians, Simon McMenemy menangani Timnas Indonesia. Lagi-lagi perjalanannya sebagai pelatih di Liga 1 tidak berjalan mulus. Dirinya didepak oleh manajemen Bhayangkara FC pada paruh Liga 1 2019/2018 karena mendapatkan hasil buruk.
Hasil buruk di Liga 1 rupanya masih berlanjut. Alfredo dipercaya Persipura Jayapura untuk menaikkan peringkat di Liga 1 2021/2022 usai ditinggal Jacksen Tiago. Sayangnya, Mutiara Hitam harus turun kasta ke Liga 2.
Alfredo melanjutkan kariernya bersama Persita Tangerang di Liga 1 2022/2023. Lagi-lagi, karier pelatih yang kini berusia 51 tahun ini tak berjalan mulus. Ia harus didepak Persita Tangerang pada putaran kedua Liga 1 2022/2023.
RANS Nusantara FC menjadi tim ketiga Alfredo yang degradasi ke Liga 2. Alih-alih menjauh dari zona degradasi, kedatangan Alfredo tak mampu memberikan hasil positif. Klub milik Rafi Ahmad ini sempat bertengger di posisi papan atas pada awal putaran pertama. Sayangnya, performa RANS Nusantara FC terus melempen. Hal ini membuat RANS Nusantara FC harus turun kasta ke Liga 2.