Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelatih Argentina yang Pernah Melatih di Liga 1 Indonesia
Unggahan di akun media sosial PSBS Biak menunjukkan sosok pelatih baru Badai Pasifik. (Instagram.com/psbsofficial)

PSBS Biak telah mengumumkan pelatih baru untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2024/2025 melalui unggahan akun media sosialnya. Tim promosi ini menggunakan jasa Juan Esnaider, pelatih asal Argentina. Mantan Pemain Real Madrid dan Juventus ini dikontrak Badai Pasifik hingga 2 musim ke depan.

Juan Esnaider bukanlah pelatih asal Argentina pertama di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air. Ada beberapa pelatih Argentina yang pernah melatih di Liga 1 Indonesia. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya!

1. Alfredo Vera memiliki catatan buruk saat menjadi pelatih Liga 1 Indonesia

Alfredo Vera saat sedang melatih. (Instagram.com/coach_alfredovera_official)

Nama Alfredo Vera sudah tidak asing bagi penggemar sepak bola Indonesia. Ia pertama kali berkarier di Indonesia bersama Persekap Pasuruan pada 2005. Ia juga sempat memperkuat PSS Sleman selama setahun. Klub terakhirnya di Indonesia adalah PSDS Deli Serdang. Alfredo Vera memutuskan pensiun pada 2010.

Setelah memutuskan gantung sepatu, Aflredo melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Ia sempat melatih klub peserta Liga 1, seperti Persebaya Surabaya, Sriwijaya FC, Bhayangkara FC, Persipura Jayapura, Persita Tangerang, dan terakhir RANS Nusantara FC. Namun, perjalanan karier Alfredo sebagai pelatih asal Argentina di Liga 1 Indonesia kurang cemerlang.

Ia harus didepak Persebaya di pertengahan Liga 1 2018 karena memberikan hasil buruk untuk Bajul Ijo. Dari Persebaya Surabaya, ia kemudian diangkat menjadi pelatih Sriwijaya FC. Bukannya membawa Laskar Wong Kito juara, Sriwijaya FC justru harus degradasi ke Liga 2.

Alfredo kemudian mendapatkan tawaran untuk melatih Bhayangkara FC, karena pelatih The Guardians, Simon McMenemy menangani Timnas Indonesia. Lagi-lagi perjalanannya sebagai pelatih di Liga 1 tidak berjalan mulus. Dirinya didepak oleh manajemen Bhayangkara FC pada paruh Liga 1 2019/2018 karena mendapatkan hasil buruk.

Hasil buruk di Liga 1 rupanya masih berlanjut. Alfredo dipercaya Persipura Jayapura untuk menaikkan peringkat di Liga 1 2021/2022 usai ditinggal Jacksen Tiago. Sayangnya, Mutiara Hitam harus turun kasta ke Liga 2.

Alfredo melanjutkan kariernya bersama Persita Tangerang di Liga 1 2022/2023. Lagi-lagi, karier pelatih yang kini berusia 51 tahun ini tak berjalan mulus. Ia harus didepak Persita Tangerang pada putaran kedua Liga 1 2022/2023.

RANS Nusantara FC menjadi tim ketiga Alfredo yang degradasi ke Liga 2. Alih-alih menjauh dari zona degradasi, kedatangan Alfredo tak mampu memberikan hasil positif. Klub milik Rafi Ahmad ini sempat bertengger di posisi papan atas pada awal putaran pertama. Sayangnya, performa RANS Nusantara FC terus melempen. Hal ini membuat RANS Nusantara FC harus turun kasta ke Liga 2.

2. Mario Gomez membawa Persib ke peringkat empat Liga 1 2018

Mario Gomez (kanan) saat sedang melatih. (Instagram.com/ persib)

Selain Alfredo Vera, ada nama Mario Gomez sebagai pelatih Argentina yang pernah melatih di Liga 1 Indonesia. Pelatih kelahiran 27 Februari 1957 ini pertama kali datang ke Indonesia saat menjadi pelatih Persib Bandung pada 2017. Ia berhasil membawa Persib Bandung finis di urutan keempat Liga 1 2017/2018 dengan raihan 52 poin.

Setelah Persib Bandung, Mario Gomez pernah melatih tim Liga 1 lainnya, yaitu Borneo FC dan Arema FC. Ia belum memberikan prestasi bagi kedua tim ini. Mario Gomez pernah membuat kontroversi saat dirinya melatih Borneo FC di Liga 1 2021/2022. Ia bersama dua rekannya, Jorge Rodrigues (pelatih kiper) dan Marcos Gonzales (pelatih fisik), mengundurkan diri secara tiba-tiba. Langkah ini diambil setelah Borneo FC takluk dari Persik Kediri dengan skor 0-1 pada 10 September 2021.

Tim terakhir yang pernah dilatih Mario Gomez di Liga 1 adalah Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Kariernya bersama Bhayangkara FC saat mengarungi Liga 1 2023/2024 tidak berjalan mulus. Ia harus didepak di awal putaran kedua Liga 1 2023/2024, karena hasil buruk yang diraih Bhayangkara FC. Mario Gomez hanya mampu memberikan 1 kemenangan, 5 kali imbang, dan 3 kekalahan dalam 9 pertandingan. Ia kemudian digantikan oleh pelatih asal Brasil, Gomes de Oliveira.

3. Tiga pelatih Argentina sebelum era Liga 1

Mario Kempes saat menghadiri suatu acara. (Instagram.com/mario.kempes78)

Hanya Alfredo Fera dan Mario Gomez yang tercatat menjadi pelatih Argentina yang pernah melatih di Liga 1 Indonesia. Sebelum era Liga 1, ada tiga pelatih Argentina lainnya yang pernah melatih di Indonesia. Mereka adalah Mario Kempes, Carlos Cambon, dan Horacio Montes.

Mario Kempes adalah salah satu bintang Timnas Argentina. Ia pernah melatih klub asal Jakarta, Pelita Jaya pada 1996. Kurang lebih selama 6 bulan bersama Pelita Jaya, ia kemudian memutuskan untuk pensiun sebagai pelatih.

Berikutnya ada nama Carlos Cambon. Pelatih kelahiran Buenos Aires pada 27 Maret 1949 ini mejadi pelatih Persija Jakarta pada 2004. Ia berhasil membawa Persija Jakarta ke papan atas klasemen sementara Divisi Utama Liga Indonesia 2004. Sayangnya, ia harus didepak Persija Jakarta karena ada permasalahan. Carlos Cambon meninggal dunia pada 27 April 2022 karena sakit.

Nama terakhir adalah Horacio Montes. Ia sempat melatih PS Sleman pada 2007. Sebagai pelatih Argentina pertama di PS Sleman, Horacio Montes hanya bertahan 5 bulan bersama Elang Jawa.

Di tengan minimnya pelatih Argentina yang pernah melatih di Liga 1 Indonesia, tentunya menarik untuk menantikan kiprah Juan Esnaider di Liga 1 2024/2025. Akankah dirinya mampu mengangkat prestasi PSBS Biak di Liga 1? Atau ia justru terpuruk di Liga 1 seperti halnya Mario Gomez dan Alfredo Vera?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team