Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Pelatih Paling Sering Memainkan Pedro Rodriguez di Level Klub

3 min read
6 Pelatih Paling Sering Memainkan Pedro Rodriguez di Level Klub
stadion Barcelona, Camp Nou (pexels.com/Mario Cuadros)
  • Pedro Rodriguez pensiun pada 7 Oktober 2026 setelah 19 tahun berkarier profesional bersama Barcelona, Chelsea, AS Roma, dan SS Lazio.
  • Maurizio Sarri paling sering memainkan Pedro, yakni 208 laga di Chelsea dan Lazio, dengan kontribusi 38 gol serta 18 assist.
  • Pep Guardiola berada di urutan kedua dengan 167 laga dan mengantar Pedro ke tim utama Barcelona; Antonio Conte menyusul dengan 91 pertandingan di Chelsea.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pedro Rodriguez resmi pensiun sebagai pesepak bola profesional pada 7 Oktober 2026. Keputusan tersebut diambil karena faktor usia, di samping tak memiliki klub sejak musim panas 2026. Selama berkarier, eks pemain Timnas Spanyol ini selalu memperkuat klub-klub besar sehingga pernah bekerja di bawah sejumlah pelatih ternama. Lantas, siapa saja enam pelatih paling sering memainkan Pedro di level klub?

  1. 1. Maurizio Sarri (208 laga) melatih Pedro Rodriguez di Chelsea dan SS Lazio

    Pelatih paling sering memainkan Pedro Rodriguez di level klub adalah Maurizio Sarri. Pelatih asal Italia itu melatih Pedro di Chelsea (2018/2019) dan SS Lazio (2021–2024 dan 2025–2026). Ia juga menjadi pelatih terakhir dalam karier Pedro. Selama bekerja sama, Pedro memainkan 208 laga dengan mencetak 38 gol dan 18 assist.

  2. 2. Pep Guardiola (167 laga) membawa Pedro Rodriguez ke level profesional

    Pedro Rodriguez harus berterima kasih kepada Pep Guardiola. Sebab, pelatih asal Spanyol itu berjasa membawa Pedro ke level profesional. Pedro promosi ke tim utama Barcelona pada 2008/2009, musim pertama Guardiola melatih Barcelona. Selain di tim utama Barcelona (2008–2012), Guardiola juga membesut Pedro di La Masia (2007/2008). Saat dilatih Guardiola, Pedro sangat produktif sebagai winger dengan mencetak 58 gol dan 28 assist dari 167 laga.

  3. 3. Antonio Conte (91 laga) melatih Pedro Rodriguez selama 2 tahun di Chelsea

    Antonio Conte sangat mengandalkan Pedro Rodriguez ketika melatih Chelsea (2016–2018). Selama 2 tahun bekerja sama, Pedro sangat aktif menyisir sisi sayap sehingga produktif dengan mencetak 20 gol dan 16 assist. Itu dicatatkan dalam 91 dari 106 laga yang dipimpin Conte selama membesut The Blues.

  4. 4. Luis Enrique (70 laga) menjadi pelatih terakhir Pedro Rodriguez di Barcelona

    Sama seperti Pep Guardiola, Luis Enrique juga melatih Pedro Rodriguez di La Masia (2008/2009) dan Barcelona (2014/2015). Ia menjadi pelatih terakhir Pedro di Barcelona. Sebab, saat dilatih Enrique, Pedro dilepas ke Chelsea pada musim panas 2015. Selama dilatih pria asal Spanyol itu, Pedro memainkan 70 laga dengan mencetak 22 gol dan 9 assist.

  5. 5. Tata Martino memainkan Pedro Rodriguez sebanyak 54 kali selama semusim

    Pelatih Inter Miami per 8 Oktober 2026, Gerardo Tata Martino, pernah melatih Barcelona pada 2013/2014. Saat itu, ia sangat mengandalkan Pedro Rodriguez untuk mengisi sayap kanan atau kiri. Meski hanya semusim dilatih Martino, Pedro bisa mencetak 19 gol dan 13 assist dari 54 laga. Martino sendiri digantikan Luis Enrique pada akhir 2013/2014 karena performa kurang memuaskan.

  6. 6. Marco Baroni (44 laga) sangat percaya kualitas Pedro Rodriguez meski sudah menua

    Marco Baroni melatih Pedro Rodriguez pada 2024/2025 ketika membela SS Lazio. Saat itu, Pedro sudah menua dan telah menginjak usia 38 tahun. Meski sudah menua, Pedro sangat diandalkan oleh Baroni, khususnya sebagai supersub. Dengan peran tersebut, ia masih bisa mencetak 14 gol dan 5 assist dari 52 laga.

    Pedro Rodriguez menghabiskan 19 tahun (2008–2026) berkarier profesional di sepak bola. Barcelona (2008–2015), Chelsea (2015–2020), AS Roma (2020/2021), dan SS Lazio (2021–2026) menjadi klub yang pernah ia bela. Dengan selalu membela tim besar, tak heran ia selalu bertemu pelatih dengan nama besar. Itu menjadi bekal berharga jika ia meneruskan karier sebagai pelatih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More