Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Pemain Argentina yang Menghiasi Skuad Parma 2025/2026
ilustrasi bola sepak (pexels.com/PABLO GOMEZ)
  • Skuad Parma musim 2025/2026 dihiasi enam pemain asal Argentina yang memperkuat berbagai lini, mencerminkan nuansa La Albiceleste di tim asuhan Carlos Cuesta.
  • Lautaro Valenti dan Mateo Pellegrino menjadi figur utama di posisi bek tengah serta penyerang, sementara empat lainnya berperan sebagai pelapis penting dalam rotasi tim.
  • Parma menempati peringkat ke-12 Serie A hingga pekan ke-27, dengan kontribusi signifikan dari para pemain Argentina dalam menjaga keseimbangan performa klub.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nuansa Argentina kental menghiasi skuad Parma 2025/2026. Dari total 25 pemain yang didaftarkan, ada 6 pemain La Albiceleste per 9 Maret 2026. Mereka menjalankan tugas untuk memperkuat berbagai sektor permainan I Crociati. Sementara itu, klub yang dilatih Carlos Cuesta tersebut memanaskan peta persaingan papa tengah dengan mengisi peringkat ke-12 hingga pekan ke-27 Serie A Italia.

1. Mariano Troilo bertugas sebagai bek tengah pelapis

Berkat portofolio selama berseragam Club Atletico Belgrano, Mariano Troilo mencuri perhatian Parma sehingga didaratkan ke Stadio Ennio Tardini pada musim panas 2025. Dia dibanderol 7,2 juta euro (sekitar Rp141,7 miliar). Ini menjadi pengalaman pertamanya meningkatkan karier di Eropa. Kedatangannya diproyeksi untuk memperkokoh area pertahanan I Crociati.

Troilo ternyata lebih sering menghuni bangku cadangan Parma pada Serie A 2025/2026. Dirinya belum mampu menggusur duet Alessandro Circati dan Lautaro Valenti dalam mengisi peran bek tengah utama. Meski begitu, pemain yang kini berusia 22 tahun ini merupakan figur potensial karena bisa mengantisipasi ancaman, tidak takut beradu fisik, ikut membangun serangan dari belakang, dan unggul dalam perebutan bola udara. Hingga pekan ke-27, ia mencetak 1 gol dari 11 pertandingan. Di berbagai kompetisi, dia merumput 13 kali dengan mencetak 1 gol musim ini.

2. Lautaro Valenti menjalani musim keenam berseragam Parma

Lautaro Valenti memperkuat Parma dengan status pinjaman dari CA Lanus pada musim panas 2020. Pemain yang kini berusia 27 tahun ini lebih sering absen karena cedera hamstring. Meski begitu, dia tetap dipermanenkan seharga 10,5 juta euro (sekitar Rp206,7 miliar) pada musim panas 2021. Dirinya perlahan tumbuh menjadi figur penting di jantung pertahanan. Selain bek tengah, ia bisa dirotasi sebagai bek kiri. Ia juga sempat berkutat dengan cedera anterior cruciate ligament (ACL) sehingga beristirahat panjang.

Menjalani musim keenam berseragam Parma, Valenti memberikan dampak krusial sehingga kerap menempati peran bek tengah utama pada Serie A 2025/2026. Pemain kelahiran Rosario ini bisa membaca pergerakan lawan untuk mengantisipasi ancaman, mempunyai fisik tangguh, ikut melakukan distribusi bola dari belakang, serta unggul duel udara. Dirinya bermain sebanyak 20 pertandingan hingga pekan ke-27. Sejak membela I Crociati, dia menghasilkan 2 gol dan 3 assist dari 85 pertandingan di berbagai kompetisi.

3. Franco Carboni menjalankan tugas sebagai pelapis dari Emanuele Valeri

Belum masuk rencana Cristian Chivu, Inter Milan meminjamkan lagi Franco Carboni dan kali ini kepada Parma pada musim dingin 2026. Pemain yang kini berusia 22 tahun tersebut dipinjamkan sampai Juni 2026 dengan opsi pembelian. Hal tersebut penting bagi talenta muda agar lebih banyak mendapat kesempatan bermain. Kedatangannya diplot untuk menggantikan Mathias Lovik yang memilih berlabuh ke Trabzonspor.

Carboni sendiri menjalankan tugas sebagai pelapis dari Emanuele Valeri di Parma. Ini membuatnya sering menghiasi cadangan pada Serie A 2025/2026. Meski begitu, pemain kelahiran Buenos Aires ini bisa menempati peran bek kiri atau gelandang kiri tergantung kebutuhan taktik. Ia adalah sosok potensial yang dibekali stamina dan kecepatan yang berguna untuk transisi dari bertahan ke menyerang. Selain itu, kehadirannya berguna untuk mengganggu pergerakan lawan. Hingga pekan ke-27, dirinya baru tampil dalam dua pertandingan.

4. Nahuel Estevez bisa menempati peran gelandang bertahan atau gelandang tengah

Nahuel Estevez lebih sering memulai pertandingan sebagai pengganti bersama Parma pada Serie A 2025/2026. Meski begitu, pemain yang kini berusia 30 tahun ini bisa menempati peran gelandang bertahan atau gelandang tengah. Sebab, kehadirannya bisa menyeimbangkan permainan, memutus serangan lawan, penting dalam distribusi bola, dan etos kerja tinggi. Dirinya merumput 23 kali hingga pekan ke-27.

Parma menggelontorkan 1,28 juta euro (sekitar Rp25,2 miliar) untuk mendatangkan Estevez dari Crotone pada musim panas 2022. Dia cepat melakukan adaptasi sehingga memberikan dampak penting. Selain gelandang bertahan, ia pernah bertugas sebagai gelandang tengah atau bek tengah. Tak selalu lancar, sumbangsihnya sempat terhambat cedera betis dan hamstring. Sejak Juli 2022, pemain asal Buenos Aires tersebut diturunkan sebanyak 116 pertandingan dengan mengemas 4 gol dan 4 assist untuk I Crociati.

5. Christian Ordonez bertugas sebagai gelandang pelapis

Christian Ordonez meninggalkan CA Velez Sarsfield untuk berlabuh ke Italia demi berseragam Parma pada musim panas 2025. Dia datang dengan banderol 8,5 juta euro (sekitar Rp167,3 miliar). Ini merupakan bentuk investasi jangka panjang I Crociati karena ia masih berusia 21 tahun. Pemain kelahiran Moreno tersebut memiliki fleksibilitas posisi, khususnya di sektor tengah,

Pada Serie A 2025/2026, Ordonez bertugas sebagai gelandang pelapis karena ketatnya persaingan area tengah Parma. Hal ini membuatnya mengumpulkan menit bermain minim. Meski begitu, pemain bertinggi 177 cm ini memperkaya opsi rotasi. Selain itu, dirinya mampu menjaga keseimbangan antarlini, mendistribusikan bola, dan memotong serangan lawan. Ia merumput 18 kali dengan mencetak 1 gol (631 menit) hingga pekan ke-27. Sejak Juli 2025, dia mengemas 1 gol dari 21 pertandingan di berbagai kompetisi.

6. Mateo Pellegrino semakin menunjukkan pengaruh penting di posisi penyerang tengah

Mateo Pellegrino direkrut Parma setelah membayar CA Velez Sarsfield 2 juta euro (sekitar Rp39,3 miliar) pada musim dingin 2025. Dia diplot untuk meningkatkan daya gedor lini depan. Pemain kelahiran Valencia tersebut cepat melakukan adaptasi sehingga saat itu beberapa kali dipercaya untuk bergantian dengan Ange-Yoan Bonny dalam mengisi posisi penyerang tengah utama I Crociati.

Pellegrino semakin menunjukkan pengaruh penting bersama Parma pada Serie A 2025/2026. Pemain yang kini berusia 24 tahun tersebut sulit tergusur dari penyerang tengah utama sehingga mengumpulkan banyak menit bermain. Dia memiliki kekuatan fisik yang membuatnya tidak takut melakukan duel dengan bek lawan, naluri menciptakan gol, memudahkan rekan mendistribusikan umpan lantaran cerdik dalam penempatan posisi, serta diandalkan ketika perebutan bola udara. Dirinya mengumpulkan 7 gol dan 1 assist dari 27 pertandingan (2.233 menit) hingga pekan ke-27. Sejak didatangkan I Crociati, ia merumput 42 kali dengan mengemas 13 gol dan 2 assist di berbagai ajang.

Keenam pemain Argentina di atas menghiasi skuad Parma 2025/2026. Pellegrini semakin menunjukkan peran penting di ujung tombak dan Valenti sering menempati posisi bek tengah utama. Sementara, Troilo, Carboni, Estevez, dan Ordonez bertugas sebagai pelapis dalam skema taktik I Crociati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team