Atletico Madrid mengumumkan transfer Morten Hjulmand pada 11 Juli 2026. Mereka dilaporkan membeli gelandang setinggi 1,85 meter yang lahir pada 25 Juni 1999 ini dari Sporting CP dengan harga sekitar 40 juta euro (Rp824 miliar). Hjulmand menjadi pemain Denmark kelima yang memperkuat Los Rojiblancos. Lantas, siapa empat pendahulunya?
4 Pemain Atletico Madrid dari Denmark sebelum Morten Hjulmand

1. Borge Mathiesen tidak mendapat kesempatan bermain karena aturan pembatasan pemain asing
Pemain Denmark pertama yang memperkuat Atletico Madrid adalah Borge Mathiesen. Ini terjadi pada 1949—1950. Atletico merekrutnya dari Stade Francais. Sayangnya, sosok yang beroperasi sebagai gelandang tersebut sama sekali tidak mendapat kesempatan bermain akibat perencanaan manajemen klub yang buruk.
Otoritas sepak bola Spanyol saat itu membatasi setiap klub hanya boleh memiliki dua pemain asing. Sementara, Atletico sendiri sudah memiliki Henry Garvis dari Swedia dan Domingo yang berpaspor Prancis. Mathiesen pun tersia-siakan selama setahun sampai akhirnya dilepas kepada Racing Santander. Lahir pada 16 Mei 1918, Mathiesen meninggal pada 25 Desember 1962 akibat kecelakan mobil.
2. Jesper Gronkjaer bermain 19 kali bersama Atletico Madrid
Setelah Borge Mathiesen, pemain Denmark selanjutnya yang membela Atletico Madrid adalah Jesper Gronkjaer. Pria yang bermain sebagai winger ini bergabung dari Birmingham City pada paruh kedua 2004/2005. Gronkjaer datang dengan reputasi yang cukup mentereng karena sebelumnya pernah berkiprah bersama Chelsea dan Ajax Amsterdam.
Namun, sosok yang lahir pada 12 Agustus 1977 tersebut bertahan di Atletico selama setengah musim saja. Ia tidak mencetak gol atau assist, tetapi cukup diandalkan dengan selalu tampil sebagai starter dalam 19 pertandingan. Bahkan, cuma ada enam laga ketika ia digantikan. Atletico melepasnya kepada Stuttgart dengan menerima pemasukan yang sedikit lebih tinggi dari ketika membelinya.
3. Gonzalo Jorgensen hanya berkiprah bersama tim akademi Atletico Madrid
Pemain Denmark ketiga yang mewarnai sejarah Atletico Madrid adalah Gonzalo Jorgensen. Seperti Borge Mathiesen, Jorgensen tidak membuat satu penampilan pun bersama Atletico. Namun, ini bukan terjadi karena aturan. Bek kiri tersebut gagal menembus skuad utama.
Jorgensen tercatat sebagai pemain junior Atetico pada 2016—2017. Ia sebetulnya lahir di Spanyol pada 18 Januari 1998. Namun, Jorgensen juga memiliki darah Denmark yang terbukti dari torehan empat caps-nya bersama tim U-17 mereka. Sayangnya, kariernya tidak lagi diketahui setelah meninggalkan Real Murcia pada 2019.
4. Daniel Wass cuma membela Atletico Madrid sekali
Pemain Denmark terakhir yang membela Atletico Madrid sebelum Morten Hjulmand adalah Daniel Wass. Gelandang yang juga bisa beroperasi sebagai winger atau bek sayap ini bergabung dari Valencia pada Januari 2022. Namun, seperti halnya Jesper Gronkjaer, Wass juga cuma bertahan setengah musim. Ia dilepas kepada Brondby pada Agustus 2022.
Selama berada di Atletico, Wass tercatat cuma bermain sekali. Ia menggantikan Sime Vrsaljko pada awal babak kedua ketika kalah comeback 2-4 dari Barcelona pada 6 Februari 2022. Wass kehilangan kesempatan untuk membuktikan diri karena cedera ligamen. Ia absen selama sebulan dan harus puas duduk di bangku cadangan sampai musim 2021/2022 selesai.
Selain untuk menambah kualitas, Morten Hjulmand juga direkrut Atletco Madrid demi menyuntik faktor pengalaman di lini tengah. Sebelum ia datang, klub cuma memiliki sang kapten, Koke (34 tahun). Sisanya, gelandang yang mereka punya adalah Pablo Barrios (23 tahun), Rodrigo Mendoza (21 tahun), Johnny Cardoso (23 tahun), dan Obed Vargas (20 tahun).
Rekam jejak serta biaya transfer mengindikasikan Hjulmand bakal langsung menjadi andalan. Ini sekaligus menjadi kesempatan untuk membuat bangga negaranya di Atletico. Seperti tergambar dari penjelasan di atas, empat pendahulunya terbilang gagal untuk melakukannya. Hjulmand setidaknya memiliki waktu selama 5 tahun untuk membuktikannya karena memang dikontrak sampai 2031.