Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Pemain Italia yang Bela Tottenham Hotspur sebelum Sandro Tonali
ilustrasi logo Tottenham Hotspur (unsplash.com/winstontjia)

Tottenham Hotspur kembali memecahkan rekor transfer pada musim panas 2026. Sebelumnya, Spurs membeli mahal Mateus Fernandes dari West Ham United. Kini, rekor kembali dibuat setelah perekrutan Sandro Tonali dari Newcastle United. Spurs memboyongnya dengan total 100 juta pound sterling atau sekitar Rp2,42 triliun. Dalam sejarahnya, Spurs jarang mendatangkan pemain Italia. Sebelum Sandro Tonali, hanya ada enam pemain Italia di Spurs.

1. Nicola Berti membela Tottenham Hotspur selama setahun pada akhir kariernya

Nicola Berti menjadi pemain Italia pertama yang memperkuat Spurs. Ia berada di White Hart Lane pada 1998–1999. Kariernya hanya singkat selama setahun. Meski begitu, ia cukup diandalkan dengan catatan 23 penampilan di berbagai kompetisi.

Berposisi sebagai gelandang, Berti datang ke Spurs pada pengujung kariernya. Ini membuatnya tak banyak mendapatkan kesempatan. Namun, ia mampu tampil apik saat dipercaya bermain. Setelah dari Spurs, ia pindah ke Deportivo Alaves dan pensiun pada 2000 di Northern Spirit.

2. Ketatnya persaingan membuat Paolo Tramezzani hanya singkat di Tottenham Hotspur

Paolo Tramezzani datang ke Spurs sebagai pemain berpengalaman. Spurs menjadi klub Inggris pertamanya setelah menuai kesuksesan di Italia. Sayangnya, ia gagal beradaptasi sehingga hanya sebentar membela Spurs. Kariernya hanya 1,5 tahun pada 1998–2000. 

Dalam periode singkatnya tersebut, Tramezzani bermain sebagai bek kiri. Ia hanya mencatatkan tujuh penampilan dengan seluruhnya sebagai pemain pengganti. Meski terbilang gagal, ia menjadi bagian skuad juara Piala Liga Inggris 1999 meski tidak bermain sama sekali.

3. Carlo Cudicini menjadi kiper pelapis di Tottenham Hotspur selama 4 tahun

Spurs mendapatkan jasa kiper berpengalaman dalam diri Carlo Cudicini pada Januari 2009. Setelah sukses di Chelsea, ia menyeberang ke sisi London lain. Namun, kariernya hanya menjadi pelapis di Spurs. Meski begitu, ia cukup lama dengan bertahan hingga awal 2013. 

Cudicini dipercaya memainkan 37 pertandingan di lintas kompetisi. Dari jumlah penampilan tersebut, ia mencatatkan 12 clean sheet dan kebobolan 39 gol. Statistik ini cukup apik bagi kiper pelapis yang tak lagi muda. Spurs lalu melepasnya ketika kontraknya berakhir.

4. Pierluigi Gollini hanya semusim sebagai pemain pinjaman Tottenham Hotspur

Setelah lama tak diperkuat pemain Italia, Spurs kembali merekrutnya pada 2021. Pierluigi Gollini dipinjam dari Atalanta hingga akhir musim 2021/2022. Sang pemain direkrut untuk memberikan persaingan terhadap Hugo Lloris sebagai kiper utama kala itu. 

Gollini sejatinya kiper berpengalaman. Namun, ia hanya mendapatkan kesempatan bermain sepuluh kali. Ia membuat 2 clean sheet dengan hanya kebobolan 11 gol. Meski begitu, Spurs tidak memermanenkan transfer dan Gollini dikembalikan ke Atalanta pada musim panas 2022.

5. Destiny Udogie hingga kini masih menjadi andalan di sisi kiri pertahanan

Setelah mengembalikan Pierluigi Gollini, Spurs mendatangkan pemain Italia lain pada musim panas 2022. Destiny Udogie direkrut dari Udinese berkat potensinya sebagai pemain muda. Namun, ia dipinjamkan lagi selama semusim dan baru bergabung ke Spurs pada 2023. 

Sejak kepindahannya, Udogie mengisi peran sebagai bek kiri. Konsistensinya membuat posisinya tak tergantikan. Ia sudah bermain dalam 94 laga dengan kontribusi 2 gol dan 5 assist. Ia turut membantu Spurs buka puasa gelar dengan menjuarai Liga Europa 2024/2025.

6. Guglielmo Vicario tampil sebagai tembok kokoh terakhir Tottenham Hotspur

Guglielmo Vicario berlabuh ke Tottenham Hotspur Stadium pada musim panas 2023. Perekrutannya kala itu diplot sebagai suksesor Hugo Lloris. Setelah setahun bersaing, Vicario mengambil tempat utama menyusul kepergian sang legenda klub tersebut pada 2024. 

Sejauh ini, Vicario tampil gemilang di bawah mistar gawang Spurs. Dari 117 penampilan, ia cukup apik dengan catatan 29 clean sheet dan 170 kali kebobolan. Salah satu momen pentingnya adalah membawa tim merengkuh trofi Liga Europa 2024/2025. Kendati performa tim dalam beberapa musim buruk, performanya kerap menjadi penyelamat dari kekalahan.

Dari sederet nama di atas, tidak semua mampu diandalkan. Namun, kans Sandro Tonali bermain reguler terbuka lebar. Spurs tentu tidak mau rugi dengan harga mahalnya hanya berada di bangku cadangan. Terlebih lagi, kualitasnya juga telah terbukti selama di Newcastle United. Kehadirannya diharapkan membantu Spurs bangkit dan kompetitif pada 2026/2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article