Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Pemain Maroko di Piala Dunia 2026 yang Lahir di Prancis
ilustrasi pendukung Timnas Prancis (unsplash.com/dorianhurst)
  • Maroko tersingkir di perempat final Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 dari Prancis, laga yang emosional bagi enam pemainnya yang lahir di negara tersebut.
  • Enam pemain kelahiran Prancis itu adalah Issa Diop, Redouane Halhal, Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui, Samir El Mourabet, dan Gessime Yassine yang semuanya memilih membela Maroko.
  • Mereka memiliki latar belakang keluarga berdarah Maroko dan sebagian pernah memperkuat tim junior Prancis sebelum beralih ke Timnas Maroko demi tampil di ajang dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Langkah Maroko di Piala Dunia 2026 terhenti pada perempat final. Mereka kalah 0-2 dari Prancis. Bagi enam pemain Maroko, kemenangan padahal bisa membuat pertandingan ini terasa lebih istimewa. Sebab, mereka bertarung melawan negara kelahirannya.

1. Issa Diop lahir di Toulouse

Issa Diop baru saja melakukan naturalisasi menjadi warga negara Maroko pada Maret 2026. Bek tengah setinggi 1,94 meter ini bisa menjalani proses tersebut karena ibunya yang berasal dari Maroko. Diop sendiri lahir di Toulouse pada 9 Januari 1997. Sementara, ayahnya berpaspor Senegal. Diop pernah membela Prancis di level junior.

Diop telah mengoleksi 9 caps bersama Maroko dengan 5 di antaranya terukir di Piala Dunia 2026. Di level klub, ia mengawali kariernya bersama Balma SC pada 2004. Ia kemudian pindah ke Toulouse pada 2006, West Ham United pada 2018, dan menetap di Fulham sejak 2022.

2. Redouane Halhal lahir di Montpellier

Redouane Halhal mendapat dua kali kesempatan bermain di Piala Dunia 2026. Itu membuat caps-nya bersama Maroko menjadi lima. Halhal lahir di Montpellier pada 5 Maret 2003. Bek tengah dengan tinggi 1,89 meter ini lebih dulu memperkuat AS Atlas Paillade pada 2012—2015 sebelum berkiprah bersama klub terbesar di kota kelahirannya pada 2015—2023.

Ia kemudian bergabung dengan akademi Atletico Madrid pada Januari—Juni 2024. Setelahnya, Halhal pindah ke KV Mechelen dan menjadi aset mereka sampai sekarang. Namun, ia sempat menjadi pinjaman di Helmond Sport pada 2024/2025. Halhal sendiri pernah bermain untuk Timnas Prancis U-17 sebelum memilih Maroko mulai level U-20. Kedua orangtuanya merupakan warga negara Maroko.

3. Ayyoub Bouaddi lahir di Senlis

Ayyoub Bouaddi menjadi salah satu pemain muda paling bersinar di Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 18 tahun ini bermain 5 kali dari 6 laga yang dijalani Maroko. Sebelum Piala Dunia 2026, Bouaddi cuma mengoleksi 3 caps. Pada Maret 2026, Bouaddi bahkan masih tercatat membela Prancis U-21.

Bouaddi memang lahir di Prancis, tepatnya di Senlis, pada 2 Oktober 2007. Kedua orangtuanya merupakan imigran dari Maroko. Creil merupakan klub pertama dalam karier Bouaddi. Ia bertahan dari 2012 sampai 2021. Penggawa setinggi 1,85 meter ini lantas pindah ke Lille dan masih membela mereka sampai kini.

4. Neil El Aynaoui lahir di Nancy

Selain Ayyoub Bouaddi, satu gelandang andalan Maroko lainnya di Piala Dunia 2026 juga lahir di Prancis. Dia adalah Neil El Aynaoui yang lahir di Nancy pada 2 Juli 2001. Ayah El Aynaoui merupakan mantan bintang tenis Maroko, Younes. Sementara, ibunya adalah Anne-Sophie Rocher yang asli Prancis.

El Aynaoui sempat menghuni CF Grava pada 2008—2009 sebelum membela Nancy hingga 2023. Ia kemudian pindah ke Lens dan berlabuh di AS Roma pada 2025. El Aynaoui tidak pernah memperkuat Timnas Prancis junior. Ia membela Timnas Maroko U-23 pada 2023 dan promosi ke skuad senior pada 2025 dengan total 22 caps hingga Piala Dunia 2026.

5. Samir El Mourabet lahir di Strasbourg

Samir El Mourabet berposisi sama seperti Ayyoub Bouaddi dan Neil El Aynaoui. Namun, ia hanya menjadi pelapis di Piala Dunia 2026. El Mourabet baru mulai memperkuat Timnas Maroko senior pada Maret 2026 setelah berkiprah bersama tim junior mereka dari 2023. Seperti El Aynanoui, El Mourabet tidak pernah mengenakan seragam Prancis.

Ia lahir di Strasbourg pada 6 Oktober 2005. Ayahnya yang berasal dari Maroko, sedangkan ibunya merupakan warga negara Prancis. El Mourabet memulai perjalannya di Strasbourg pada 2014—2017. Ia kemudian sempat mencoba peruntungan di AS Pierrots Vauban sebelum akhirnya kembali ke Strasbourg pada 2022 dan bertahan sampai sekarang.

6. Gessime Yassine lahir di Salon-de-Provence

Satu pemain kelahiran Prancis lainnya di skuad Maroko di Piala Dunia 2026 juga berasal dari Strasbourg. Dia adalah Gessime Yassine. Namun, berbeda dengan Samir El Mourabet, Yassine lahir di Salon-de-Provence pada 22 November 2005. Winger kidal setinggi 1,72 meter ini sudah berkelana sejak kecil. Klub-klub yang tercatat pernah diperkuatnya adalah Avignon Montfavet, Morieres les Avignon, US Thoroise, AC Avignonnais, Istres FC, Marignane-Gignac-Cote-Bleue. Ia kemudian berkiprah di level senior bersama USL Dunkerque mulai 2024 dan pindah ke Strasbourg pada Januari 2026.

Di kancah internasional, Yassine memilih membela Maroko sejak junior yang merupakan negara asal orangtuanya. Ia lantas mulai dipanggil ke tim senior pada Maret 2026 dan sudah mengoleksi tujuh caps hingga Piala Dunia 2026 ini. Tiga di antaranya tercipta di Piala Dunia 2026. Satu gol yang sudah dibuatnya terukir ketika membantu mengalahkan Haiti 4-2 secara comeback pada fase grup.

Enam pemain di atas lahir di Prancis, tetapi memutuskan untuk membela Maroko. Salah satu alasannya adalah demi bisa bermain di Piala Dunia 2026. Sayangnya, langkah mereka di Piala Dunia 2026 justru dihentikan negara kelahirannya. Namun, hasil mengecewakan ini jelas akan mereka jadikan sebagai motivcasi untuk memberikan pembuktian pada masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article