Skema Dugaan Pencucian Federasi Argentina, Broker Terima Komisi 30 Persen

- Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) disorot setelah jurnalis Romain Molina mengungkap dugaan pengalihan dana hadiah Piala Dunia 2022 yang seharusnya diterima langsung oleh federasi.
- Molina menyebut dana tersebut dialihkan ke perusahaan di Miami yang memperoleh hak eksklusif atas kegiatan komersial AFA dan menerima komisi hingga 30 persen dari pendapatan internasional.
- Dalam laporannya, Molina menuding perusahaan itu memutar dana melalui berbagai rekening bank besar di AS untuk menyamarkan aliran uang sebelum dikembalikan ke sejumlah perusahaan lain.
Jakarta, IDN Times - Di balik keberhasilan Argentina lolos ke semifinal Piala Dunia 2026, ada sebuah kabar mengejutkan yang dibongkar oleh jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina. Lewat akun YouTube miliknya beberapa jam sebelum kick-off duel Argentina versus Swiss di Kansas City Stadium digelar, Molina mengungkap jika Federasi Sepak Bola Argentina, AFA, terlibat dalam kasus pencucian uang yang begitu besar.
Kasus itu, dijelaskan Molina, terjadi setelah Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022. Uang pemasukan yang didulang Argentina dari berbagai pihak, seperti hadiah FIFA dan bonus CONMEBOL, tak masuk langsung ke kantong AFA, melainkan diputar ke berbagai pihak untuk alasan tertentu.
1. AFA alami lonjakan pemasukan usai Argentina juara
AFA, dijelaskan Molina, menerima lonjakan pemasukan yang begitu besar usai Argentina juara Piala Dunia 2022. Jumlahnya belum pernah mereka terima sebelumnya, dengan dilansir dari berbagai sumber, jumlahnya mencapai 300 juta dolar Amerika Serikat.
Tapi, uang tersebut tak mengalir sebagaimana mestinya. FIFA tak langsung transfer ke rekening AFA, melainkan ke perusahaan tertentu yang ternyata memegang hak eksklusif dalam pengelolaan dana .
"Pada dasarnya, uang itu, dengarkan baik-baik, alih-alih mentransfer uang ke rekening federasi, FIFA malah mengirimnya ke perusahaan ini. Ini adalah poin pertama. FIFA terlibat sepenuhnya," ujar Molina dalam akun YouTube-nya, yang disiarkan sejak Sabtu (11/6/2026) malam WIB.
2. Perusahaan diklaim mengantongi komisi hingga 30 persen
Tak sampai di situ. Menurut Molina, perusahaan memperoleh hak eksklusif untuk menangani berbagai kegiatan komersial AFA di luar Argentina. Termasuk penyelenggaraan pertandingan internasional, hak siar, dan komersial.
Namun, yang menjadi perhatian Molina adalah besaran komisi yang diterima perusahaan tersebut. Menurut dia, angka yang didapatkan tak lazim dalam industri olahraga.
"Dan yang lebih buruk lagi, dalam kontrak ini, biasanya mereka mengambil 30 persen dari jumlah tersebut. Saya belum pernah melihat kontrak seperti ini. Dapatkah Anda membayangkan menjadi agen komersial dan mengambil 30 persen? Itu tidak mungkin. Biasanya komisi tidak pernah melebihi 10 atau 12 persen, mungkin dalam kasus tertentu bisa mencapai 20 persen," ujar Molina.
3. Dana yang diputar ke berbagai perusahaan

Molina juga membongkar soal dugaan jalur perputaran uang yang dilakukan. Menurut dugaan Molina, setelah dana diterima, uang tidak langsung diteruskan kepada AFA.
Perusahaan, disebut Molina, akan membuka sejumlah rekening di beberapa bank besar Amerika Serikat sebelum dana kembali dipindahkan ke berbagai perusahaan lain melalui serangkaian transaksi.
"Perusahaan menerima uang itu. Mereka akan membuka rekening di Bank of America, Citibank, Synovus, dan JP Morgan. Mereka akan menyebarkan uang itu ke berbagai rekening. Mereka membuat perusahaan cangkang dengan banyak pihak yang dijadikan perantara untuk berpotensi menyembunyikan ke mana uang itu pergi dan siapa pemilik sebenarnya," ujar Molina.
Menurut Molina, pola tersebut digunakan untuk menyamarkan aliran dana.
"Gol-gol Messi, Di Maria, semua kesuksesan, penyelamatan Dibu Martinez, semua uang yang diterima yang tidak masuk ke kas federasi. Mereka membaginya ke sana, menyebarkannya ke berbagai perusahaan," ujar Molina.

















