Achraf Hakimi dan Brahim Diaz merupakan dua bintang utama Timnas Maroko saat ini. Namun, keduanya sebetulnya lahir di Spanyol. Selain mereka, ada empat penggawa Maroko lain di Piala Dunia 2026 yang juga lahir di Spanyol.
6 Pemain Maroko di Piala Dunia 2026 yang Lahir di Spanyol

1. Achraf Hakimi lahir di Madrid
Achraf Hakimi lahir di Madrid pada 4 November 1998. Namun, bek kanan ini memutuskan untuk membela Timnas Maroko sejak belia. Padahal, Spanyol menyatakan ketertarikan kepadanya. Hakimi mengambil langkah itu karena lebih merasa nyaman dengan Maroko yang merupakan negara asal kedua orangtuanya. Oleh karenanya, pemain setinggi 1,8 meter ini tercatat sudah mengoleksi 102 caps meski baru berusia 27 tahun. Hakimi selalu bermain dalam seluruh pertandingan yang dijalani Maroko di Piala Dunia 2022 dan 2026.
2. Brahim Diaz lahir di Malaga
Brahim Diaz lahir di Malaga pada 3 Agustus 1999. Ibunya berasal dari kota tersebut, sedangkan darah Maroko mengalir dari sang ayah. Sejak level U-7, winger kidal ini sebetulnya rutin memperkuat Spanyol. Ia bahkan pernah membela tim senior sekali dan mencetak satu gol. Namun, Diaz memutuskan memperkuat Maroko mulai 2024 karena mereka yang mengutarakan keseriusan yang begitu dalam. Diaz menyumbang 4 assist dari 6 laga di Piala Dunia 2026. Ia total sudah mengoleksi 32 caps, 14 gol, dan 6 assist.
3. Ismael Saibari lahir di Terrassa
Ismaeil Saibari lahir di Terrasa pada 28 Januari 2001. Namun, ia tidak tumbuh besar di Spanyol. Saat berusia 6 tahun, Saibari pindah bersama orangtuanya ke Belgia. Ia kemudian berkarier bersama Anderlecht, KV Mechelen, KRC Genk, PSV Eindhoven, hingga akhirnya pindah ke Bayern Muenchen pada musim panas 2026 ini. Itu juga yang membuat Saibari lepas dari radar Timnas Spanyol. Oleh karenanya, sejak awal ia memutuskan untuk membela Maroko yang merupakan negara kedua orangtuanya. Saibari memulainya di tim U-23 sampai menembus skuad senior pada 2023. Ia total sudah mengoleksi 35 caps dan 12 gol. Di Piala Dunia 2026, Saibari bermain 5 kali dengan torehan 3 gol.
4. Chadi Riad lahir di Palma de Mallorca
Chadi Riad lahir di Palma de Mallorca pada 17 Juni 2003. Bek tengah setinggi 1,86 meter ini memutuskan untuk membela Maroko sejak level U-20. Itu merupakan negara orang tuanya. Riad lantas debut di tim senior pada 2024. Ia bermain 4 kali di Piala Dunia 2026 yang membuat total caps-nya menjadi 10. Jumlah tersebut minim karena Riad pernah absen panjang pada Agustus 2024—Desember 2025 akibat cedera parah.
5. Ayoube Amaimouni-Echghouyab lahir di Vic
Ayoube Amaimouni-Echghouyab baru mendapat panggilan dari Timnas Maroko pada Mei 2026. Winger setinggi 1,76 meter ini bermain 2 kali di Piala Dunia 2026 yang membuat caps-nya bertambah menjadi 4. Menariknya, sebelumnya, Ayoube tidak pernah membela Maroko maupun Spanyol di level junior. Ia lahir di Vic pada 30 November 2004, tetapi pindah pada usia 10 tahun ke Jerman bersama orangtuanya yang berasal dari Maroko. Seperti Ismaeil Saibari, Ayoube pun lepas dari radar Spanyol. Namun, tidak demikian dengan Maroko yang cukup puas dengan performanya bersama Eintracht Frankfurt.
6. Munir El Kajoui lahir di Melilla
Satu pemain lain di skuad Maroko di Piala Dunia 2026 yang lahir di Spanyol adalah sang kiper cadangan, Munir El Kajoui. Personel setinggi 1,9 meter ini lahir di Melilla pada 10 Mei 1989 dan kedua orangtuanya berasal dari Maroko. El Kajoui merupakan penjaga gawang utama Maroko di Piala Dunia 2018. Statusnya tersebut kemudian direbut Yassine Bounou pada edisi 2022 dan 2026. El Kajoui total sudah mengoleksi 52 caps sejak debut pada 2015.
Banyaknya imigran Maroko di Spanyol tidak terlepas karena jarak kedua negara yang memang sangat berdekatan. Enam pemain di atas merupakan generasi kedua dari para pendatang tersebut. Mereka kemudian sukses menjadi pesepakbola, tetapi memilih membela tanah air orangtuanya dan akhirnya meramaikan Piala Dunia 2026.