Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Minim Menit Bermain, 5 Pemain Muda Potensial Ini Dilepas RB Leipzig

Ilaix Moriba (instagram.com/ilaixmk)
Ilaix Moriba (instagram.com/ilaixmk)

Di Bundesliga, RB Leipzig dikenal sebagai salah satu tim yang gemar melahirkan pemain-pemain muda berbakat. Beberapa nama yang bisa dijadikan contoh nyata yaitu Timo Werner, Tyler Adams, Christopher Nkunku, hingga Dayot Upamecano.

Mereka kini telah dikenal luas oleh banyak orang, dan berhasil bersinar di klub besar lain. Kendati demikian, di balik nama-nama top yang berhasil diorbitkan, RB Leipzig juga punya pengalaman pahit dengan sejumlah pemain muda lantaran tak mampu bersinar. Lantas siapa saja mereka? Berikut ulasannya!

1. Matheus Cunha

Matheus Cunha (instagram.com/cunha)
Matheus Cunha (instagram.com/cunha)

Langkah besar dibuat oleh Matheus Cunha saat mendarat ke RB Leipzig pada 2018 lalu. Memulai petualangan di liga top Eropa, karier Cunha bersama Die Roten Bullen tak sepenuhnya berjalan lancar. Dirinya kesulitan menembus pilihan utama di lini depan Leipzig.

Tercatat, Cunha hanya mampu mencatatkan 52 penampilan di semua ajang. Minimnya jam terbang itu membuatnya pindah ke sesama klub Bundesliga lain, Hertha Berlin, pada awal 2020. Keputusan ini berbuah manis dengan kariernya yang terus berkembang hingga dipanggil oleh Timnas Brasil.

2. Hannes Wolf

Hannes Wolf (instagram.com/hannes.wolf)
Hannes Wolf (instagram.com/hannes.wolf)

Di bawah naungan Red Bull, RB Salzburg dan RB Leipzig kerap melakukan interaksi di jendela transfer. Kesepakatan ini melahirkan nama-nama bintang, tetapi tak semuanya.

Hannes Wolf menjadi salah satu contoh kesepakatan transfer yang dicap gagal sebab tak memenuhi ekspektasi. Wolf datang ke RB Leipzig pada musim panas 2019 lalu dengan segudang talenta.

Namun, alih-alih mampu berkembang, kariernya justru stagnan dan urung menjadi pemain inti. Pemain yang kini berusia 23 tahun itu hanya tampil sebanyak 5 kali dan langsung dipinjamkan ke Borussia Monchengladbach pada awal musim 2020/2021.

3. Marcelo Saracchi

Marcelo Saracchi (twitter.com/RBLeipzig_EN)
Marcelo Saracchi (twitter.com/RBLeipzig_EN)

Terobosan besar dilakukan RB Leipzig dengan menggaet bek muda Uruguay, Marcelo Saracchi pada musim panas 2018. Melihat usianya yang masih muda serta punya bakat yang potensial, Die Roten Bullen berharap lebih kepada sang pemain untuk mampu bersinar. Namun, ekspektasi itu tak berjalan sesuai harapan.

Saracchi yang baru menempuh kariernya di Eropa tak mampu memenuhi harapan Leipzig. Tercatat, ia hanya diturunkan dalam 27 pertandingan dalam semua kompetisi. Saracchi lantas dilepas demi menit bermain yang lebih baik, yaitu ke Galatasaray dengan status pinjaman pada musim dingin 2020.

4. Brian Brobbey

Brian Brobbey (twitter.com/RBLeipzig_EN)
Brian Brobbey (twitter.com/RBLeipzig_EN)

RB Leipzig sejatinya beruntung saat mendapatkan Brian Brobbey secara gratis. Penyerang muda Belanda itu hengkang ke Die Roten Bullen menyusul kontraknya yang habis bersama Ajax pada 2021 lalu.

Meski RB Leipzig dikenal ramah terhadap perkembangan talenta-talenta muda, hal yang sama justru tak dirasakan oleh dirinya. Brobbey kesulitan menjadi pilihan utama mengingat opsi di lini depan Die Roten Bullen yang begitu banyak.

Bahkan, ia hanya tampil 14 kali saja di semua ajang. Pada akhirnya, Brobbey memutuskan kembali ke pangkuan Ajax dengan status pinjaman pada musim dingin 2022 lalu.

5. Ilaix Moriba

Ilaix Moriba (instagram.com/ilaixmk)
Ilaix Moriba (instagram.com/ilaixmk)

Usai memutuskan hengkang dari Barcelona, Ilaix Moriba memilih RB Leipzig sebagai destinasi barunya. Pemain berusia 19 tahun itu datang dengan harapan besar untuk mengisi kekosongan Marcel Sabitzer di waktu yang nyaris bersamaan. Apalagi Moriba juga masih muda sehingga diklaim sebagai investasi yang tepat.

Hanya saja, kepindahannya ke klub berjuluk Die Roten Bullen bukanlah pilihan yang tepat. Moriba tak mendapatkan kepercayaan sebagai pilihan utama di lini tengah. Dengan catatan 6 penampilan saja, ia memantapkan diri untuk hengkang ke Valencia dengan status pinjaman demi menyelamatkan kariernya.

 

Sukses melahirkan banyak pemain muda hebat tak berarti apa-apa, seperti halnya yang dilakukan oleh RB Leipzig. Talenta emas kelima pemain muda di atas tak cukup untuk membantunya menjadi pilihan utama Die Roten Bullen yang berujung kepada perpisahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Albin Sayyid Agnar
EditorAlbin Sayyid Agnar
Follow Us