Performa Harry Kane hingga 32 Besar vs RD Kongo, Cetak Rekor

- Harry Kane tampil gemilang di fase grup Piala Dunia 2026 dengan mencetak tiga gol melawan Kroasia dan Panama, membawa Inggris lolos sebagai pemuncak Grup L.
- Dalam laga 32 besar kontra RD Kongo, Kane mencetak dua gol di babak kedua yang membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 2-1 untuk Inggris.
- Gol-golnya membuat Kane menyalip rekor Pele dan menyamai Just Fontaine dengan total 13 gol di Piala Dunia, sejajar dengan legenda seperti Lineker dalam sejarah timnas Inggris.
Harry Kane impresif melawan Republik Demokratik Kongo. Dia membawa Inggris menang 2-1 pada 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB. Selama turnamen di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu, Kane memang kerap menjadi pahlawan lewat performanya yang jempolan.
1. Mencetak tiga gol pada fase grup melawan Kroasia dan Panama
Harry Kane membuka penampilannya di Piala Dunia 2026 dengan apik. Melawan seteru lama, Kroasia, kapten tim The Three Lions itu mencetak dua gol. Satu dari penalti, satu dari tandukan di kotak penalti.
Gol penalti Kane datang pada menit 12. Gol tandukannya menyusul pada menit 42. Dia saat itu berhasil memanfaatkan umpan Declan Rice dari situasi sepak pojok.
Sayangnya, setelah dua gol pertama, Harry Kane malah nirgol melawan Ghana. Inggris bahkan harus berbagi poin karena imbang dengan skor kacamata. Namun, Kane segera tajam lagi.
Di pertandingan terakhir fase grup, striker andalan Inggris itu kembali menjebol gawang lawan. Dia menyumbang sebiji gol dalam kemenangan 2-0 melawan Panama. Inggris otomatis menjadi pemuncak klasemen Grup L dengan tujuh poin.
2. Mencetak dwigol yang menyelamatkan Inggris pada 32 besar Piala Dunia 2026
Lolos 32 besar Piala Dunia 2026, Inggris mesti bertemu dengan RD Kongo. Dijagokan untuk menang, mereka malah tertinggal lebih dulu (0-1) pada babak pertama. Inggris pun terancam karena punya rekor selalu kalah setelah tertinggal pada separuh pertandingan sejak terakhir kali menang melawan Jerman Barat pada final Piala Dunia 1966.
Untungnya, Thomas Tuchel melakukan pendekatan berbeda. Dia menarik Marcus Rashford dan Noni Madueke dengan memasukkan Anthony Gordon dan Bukayo Saka pada babak kedua. Keduanya hadir sebagai penyuplai bola yang andal untuk Harry Kane sehingga gawang RD Kongo makin lemah.
Kane menjawab kepercayaan Tuchel di lini serang pada sisa 45 menit. Dia mampu membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol hasil umpan Gordon. Dwigol itu cukup untuk memenangkan Inggris atas RD Kongo sekaligus meloloskan mereka ke 16 besar Piala Dunia 2026.
3. Mencetak rekor dan mengulang sejarah fantastis
Berkat gol-gol di Piala Dunia 2026, Harry Kane kini masuk ke jajaran elite. Dia telah melewati rekor Pele (12 gol) dan menyamai rekor Just Fontaine (13 gol) dalam hal gol sepanjang masa di turnamen antarnegara 4 tahunan. Kane hanya kalah dari Lionel Messi (19 gol), Kylian Mbappe (18 gol), Miroslav Klose (16 gol), Ronaldo (15 gol), dan Gerd Mueller (14 gol).
Kane bisa saja melewati rekor Mueller, Ronaldo, dan Klose yang sudah pensiun seandainya terus mencetak gol pada babak berikutnya. Dia akan bersaing dengan Mbappe dan Messi yang sama-sama masih aktif. Mbappe tengah memimpin Prancis sementara Messi kembali sebagai juara bertahan di Piala Dunia 2026.
Kylian Mbappe dan Lionel Messi juga berada di daftar top skor bersama Harry Kane. Keduanya telah mencetak 6 gol di Piala Dunia tahun ini saat Kane baru 5. Kane sendiri sejajar dengan Erling Haaland dari Norwegia. Persaingannya makin ketat karena pemain di bawah mereka, Ousmane Dembele (Prancis) dan Vinicius Jr (Brasil), masih bisa tampil pada 16 besar.
Selain rekor gol sepanjang masa, dwigol Kane menyamai capaian Gary Lineker, legenda Inggris. Lineker pemain terakhir The Three Lions sebelum Kane yang mampu menjebol gawang lawan 2 kali dalam 1 pertandingan fase gugur Piala Dunia. Lineker melakukannya pada perempat final melawan Kamerun pada 1990.
Setelah ini, Harry Kane bersama Inggris akan beranjak ke 16 besar Piala Dunia 2026 dengan menantang salah satu tuan rumah, Meksiko. Turnamen makin mengerucut, lawan boleh jadi lebih berat, terutama karena mereka bermain di kandang sendiri. Namun, bisakah Kane mempertahankan performa impresifnya bersama The Three Lions di hadapan pendukung lawan?

















