Perempat final menjadi titik akhir bagi perjalanan Tim Nasional Norwegia di Piala Dunia 2026. Langkah mereka terhenti usai takluk 1-2 dari Inggris di Hard Rock Stadium pada 12 Juli 2026 WIB. Kegagalan ini sekaligus memberi pelajaran penting bagi The Vikings untuk melakukan evaluasi. Lini pertahanan menjadi sektor yang perlu diperbaiki dengan adanya 11 gol dari 7 pemain berbeda yang bersarang di gawang mereka.
7 Pencetak Gol ke Gawang Norwegia di Piala Dunia 2026, Ada Bellingham

1. Aymen Hussein menjadi pembobol pertama gawang Norwegia
Aymen Hussein, striker Irak, menjadi pemain pertama yang menjebol gawang Norwegia. Berawal dari umpan silang di sisi kiri, ia menyambut bola dengan sundulan keras meski dikepung tiga pemain Norwegia pada menit 39. Namun, kontribusi tersebut berakhir dengan kekalahan telak 1-4 yang harus dirasakan Irak. Kiprah Hussein juga diwarnai dengan gol bunuh diri pada menit 90+6.
2. Ismaila Sarr memborong dua gol Senegal
Ismaila Sarr menghadirkan ancaman berarti bagi pertahanan Norwegia di Piala Dunia 2026. Meski gagal membawa Senegal meraih poin dengan kalah 2-3 pada laga kedua fase grup, ia sukses menyita perhatian dengan mencetak semua gol timnya. Gol pertama hadir melalui sontekan kaki kanan sambil terjatuh dari jarak dekat pada menit 53 dan memperkecil ketertinggalan Senegal menjadi 1-2. Lalu, ia kembali menjebol gawang Norwegia pada menit 90+3, dengan shooting kaki kanan ketika hanya berhadapan dengan kiper.
3. Ousmane Dembele mencetak hattrick untuk Prancis
Ousmane Dembele menjadi momok bagi pertahanan Norwegia pada laga penutup fase grup. Peraih Ballon d’Or 2025 tersebut mencetak hattrick untuk Prancis. Gol pertama tercipta berkat aksi individu cepat di sisi kanan yang diakhiri dengan shooting keras ke kanan gawang pada menit 7 yang sekaligus membuka pesta gol Les Bleus. Pada menit 20, ia menggandakan keunggulan timnya yang kali ini lewat sepakan kaki kiri terukur dari luar kotak penalti. Setelah Norwegia memperkecil ketertinggalan pada menit 21, Dembele melengkapi hattrick-nya dengan satu gol lainnya pada menit 32.
4. Desire Doue mencetak gol penutup dalam kemenangan telak Prancis
Selain gol-gol dari Ousmane Dembele, Desire Doue juga berhasil mencetak gol untuk Prancis ke gawang Norwegia. Gol yang sekaligus memastikan kemenangan Les Bleus tersebut hadir pada menit 90+4. Pemain berusia 21 tahun itu melakukannya dengan sundulan dari jarak dekat memanfaatkan kelengahan lini belakang The Vikings.
5. Gol Amad Diallo sempat memberi harapan untuk Pantai Gading
Norwegia menutup duel sengit kontra Pantai Gading dengan kemenangan tipis 2-1. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang The Vikings dicetak Amad Diallo. Pemain Manchester United tersebut melakukannya dengan pergerakan gesit di sisi kanan. Setelah bekerja sama apik dengan Nicolas Pepe, ia menusuk ke pertahanan dan mengecoh satu pemain sebelum melepaskan shooting kaki kiri pada menit 74.
6. Neymar Jr membobol gawang Norwegia dari titik penalti
Norwegia menunjukkan dominasi ketika menang atas Brasil pada babak 16 besar. Sayangnya, setelah mencetak dua gol lewat brace Erling Haaland, mereka gagal clean sheet. Berawal dari aksi Leo Ostigard yang menjatuhkan Casemiro di area terlarang, wasit lantas menunjuk titik putih. Neymar Jr yang ditunjuk sebagai eksekutor lantas berhasil memperkecil ketertinggalan Brasil menjadi 1-2 pada menit 90+10.
7. Dua gol Jude Bellingham memaksa Norwegia pulang lebih cepat
Dalam kegagalan menaklukkan Inggris pada perempat final, ada dua gol yang bersarang di gawang Norwegia, yang seluruhnya dicetak Jude Bellingham. Gol pertama hadir lewat aksi ciamiknya menusuk sendirian ke kotak penalti setelah menerima umpan Anthony Gordon pada menit 45+2 yang sekaligus menjadi penyama kedudukan 1-1. Lalu, pemain Real Madrid itu mencetak gol kemenangan dengan menyambar bola rebound hasil sepakan Morgan Rogers pada menit 93. Namun, gol ini mengundang kontroversi karena bola sempat terkena spider cam sebelum jatuh ke pemain Inggris.
Sebelas gol yang bersarang di gawang Norwegia sepanjang Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Stale Solbakken dan staf pelatihnya. Meski demikian, keberhasilan menembus perempat final untuk pertama kalinya tetap menjadi pencapaian bersejarah yang layak diapresiasi.