Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pencetak Gol Termuda Sporting CP di UCL sejak 2014/2015
ilustrasi pemain sepak bola (pixabay.com/planet_fox)

Sporting CP tidak lolos ke semifinal Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026. Ini terjadi setelah tidak mampu mengalahkan Arsenal pada perempat final. Kendati demikian, mereka memiliki catatan yang bersejarah karena menempatkan Geovany Quenda sebagai salah satu pencetak gol paling muda di UCL 2025/2026.

Pemain asal Portugal itu mencetak gol ke gawang Kairat Almaty pada usia 18 tahun 4 bulan 19 hari. Ini menjadikannya pencetak gol termuda Sporting CP di UCL. Ia memecahkan rekor para pemain yang juga pernah melakukannya pada abad ke-21, seperti Conrad Harder, Luis Nani, Jonathan Silva, dan Carlos Mane.

1. Geovany Quenda (18 tahun 4 bulan) berhasil mencatatkan gol debut di UCL

Geovany Quenda sempat mengalami cedera tulang metatarsal dan membuatnya absen enam pertandingan di UCL 2025/2026. Padahal, ia sebelum cedera bermain baik dengan torehkan 2 gol dan 2 assist untuk Sporting CP. Gol pertama tersebut dicetak saat menjamu Kairat Almaty.

Ini membuatnya masuk daftar pencetak gol termuda di UCL 2025/2026. Geovany Quenda saat itu berhasil mencatatkan namanya di papan skor saat menginjak usia 18 tahun 4 bulan 19 hari. Menariknya, statistik ini juga menjadi gol pertamanya di UCL selama berseragam Sporting CP.

2. Conrad Harder (19 tahun 9 bulan) gol yang menyelamatkan dari kekalahan kandang

Conrad Harder masih berada di peringkat kedua sebagai pencetak gol termuda Sporting CP di UCL. Ia melakukannya setelah membobol gawang Bologna pada fase liga UCL 2024/2025. Gol itu menyelamatkan Leones dari kekalahan memalukan saat bermain di Estadio Jose Alvalade.

Conrad Harder saat itu melakukannya pada usia 19 tahun 9 bulan 22 hari. Sayangnya, itu justru menjadi musim terakhirnya bersama Sporting CP. Pemain berposisi sebagai striker itu memilih untuk melanjutkan karier bersama RB Leipzig sejak didatangkan pada 1 September 2025 lalu.

3. Luis Nani (19 tahun 10 bulan) menorehkan gol pada babak penyisihan grup

Luis Nani pernah menyandang status sebagai wonderkid Sporting CP. Ini karena performa yang impresif, termasuk saat dapat menyarangkan gol pada usia 19 tahun 10 bulan 10 hari di UCL 2006/2007. Ia menorehkannya saat bertemu Spartak Moscow pada babak penyisihan Grup B.

Luis Nani setelah itu dilepas kepada Manchester United dengan banderol mahal Rp442 miliar pada 2 Juli 2007. Ini nominal fantastis, bahkan sempat menjadi penjualan termahal Sporting CP kepada klub Inggris. Namun, tujuh musim kemudian, ia kembali sebagai pemain pinjaman.

4. Jonathan Silva (20 tahun 5 bulan) membobol gawang Chelsea di Stamford Bridge

Jonathan Silva memiliki pengalaman bermain di UCL, yakni saat masih membela Sporting CP. Ia total memainkan 7 pertandingan dengan mengemas 1 gol. Gol tersebut dicetak pada usia 20 tahun 5 bulan 11 hari saat melakoni pertemuan kedua melawan Chelsea di UCL 2014/2015.

Gol itu menjadi yang pertama dan satu-satunya sepanjang kariernya bermain di UCL. Pasalnya, Jonathan Silva setelah hengkang dari Sporting CP, tidak pernah kembali tampil di UCL. Ia saat ini adalah bagian dari Johor Darul Ta’zim dan memiliki kontrak yang aktif hingga 30 Juni 2026.

5. Carlos Mane (20 tahun 8 bulan) membantu meraih kemenangan atas NK Maribor

Carlos Mane mendapat kesempatan bermain dengan Sporting CP di UCL 2014/2015. Ia dapat menyarangkan gol saat bentrok dengan NK Maribor. Ia melakukannya saat berusia 20 tahun 8 bulan 14 hari dan menjadi pencetak gol pembuka kemenangan pada pertandingan tersebut.

Carlos Mane memulai karier sepak bola dengan bergabung akademi Sporting CP pada 2007. Setelah tujuh musim, ia mendapat tiket promosi ke tim utama. Namun, perjalanan kariernya juga diwarnai dengan menjadi pemain pinjaman sebelum dijual permanen pada 21 Juli 2019.

Sporting CP menjadikan salah satu pemainnya sebagai pencetak gol termuda di UCL 2025/2026. Ini melanjutkan catatan yang pernah dilakukan pada edisi-edisi sebelumnya. Sayangnya, belum ada yang mempersembahkan trofi UCL.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy