Suasana grand launching JIS. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Beberapa bulan setelahnya, tepatnya Juli 2022, kami berkesempatan mengunjungi JIS kembali, dalam sebuah acara Grand Launching. Ketika itu, besar harapan kami bahwa stadion ini sudah dibenahi lebih baik lagi.
Sialnya, harapan tinggal harapan. JIS rupanya belum siap untuk menggelar laga dengan skala besar saat itu. Masalah awal bermula dari parkir. Kendati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyediakan kantong-kantong parkir, hal itu jadi tak efektif.
Kami yang memutuskan untuk menggunakan kantong parkir di area JIExpo Kemayoran, dan menggunakan shuttle bus ke JIS, harus terjebak kemacetan lantaran banyaknya parkir liar di sekitaran JIS. Hal tersebut membuat kami hampir terlambat tiba di stadion.
Menelisik ke area masuk pemain, apa yang terlihat di IYC 2021 masih tampak di acara Grand Launching ini. Akses masuk pemain masih terlalu dekat dengan akses masuk VIP. Bus tim pun masih tak bisa masuk ke lantai dua, lantaran atap yang terlalu rendah.
Pengalaman buruk lain pun kami alami saat liputan Grand Launching ini. Sebagai awak media, kami tidak mendapatkan tribune media yang layak. Ditambah lagi, sinyal handphone benar-benar susah didapat, bahkan di area media center sekalipun.
Berbeda dengan IYC 2021, agaknya di laga ini panitia pelaksana pertandingan tidak menggunakan vendor tambahan untuk akses WiFi, sehingga internet jadi barang langka. Alhasil, awak media agak kelimpungan saat akan mengirim berita, foto, atau video.
Puncaknya, saat acara Grand Launching, pagar tribune utara JIS roboh. Ini terjadi saat Fewa 19 tampil. Terlepas dari alasan bahwa robohnya pagar ini adalah buah antusiasme The Jakmania, ini tentu harus jadi sorotan tersendiri.
Bayangkan, robohnya pagar ini terjadi saat laga sekelas FIFA Matchday. Tentu itu akan jadi tamparan bagi Indonesia. Akses internet yang sulit pun kelak akan jadi bahan kritik media-media luar, yang memang tak segan melempar kritik pedas.
Kami pun pulang dari liputan dengan perasaan kesal. Nyatanya memang, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan JIS, jika ingin menggelar laga berskala internasional ke depannya.