Salah satu dampak utama yang muncul dari penerapan aturan head to head di babak grup Piala Dunia 2026 adalah penonton bisa tahu lebih cepat tim mana saja yang lolos ke 32 besar. Contohnya seperti Meksiko yang sudah langsung memastikan diri lolos setelah matchday kedua. Mereka juga dipastikan menjadi juara Grup A meski secara hitung-hitungan poinnya masih bisa disamai Korea Selatan.
Sebaliknya, sistem head to head juga membuat beberapa tim tersingkir lebih cepat dari turnamen. Contohnya seperti Turki yang sudah dipastikan angkat koper meski masih menyisakan satu pertandingan sisa. Pasalnya, jika mereka nantinya menang di laga terakhir, posisinya tetap berada di juru kunci karena kalah head to head dari Paraguay dan Australia.
Demikianlah tadi ulasan mengenai kenapa fase grup Piala Dunia 2026 pakai head to head. Bagaimana pendapatmu dengan aturan ini?
Untuk informasi Piala Dunia 2026 selengkapnya, bisa cek pada laman Soccertime IDN Times di bawah ini, ya.

Apakah fase grup Piala Dunia 2026 pakai sistem head to head? | Ya, babak grup Piala Dunia 2026 menggunakan sistem head to head. Jadi, jika ada dua tim atau lebih yang punya poin sama, penentuan posisi di klasemen akan diutamakan dengan head to head keduanya. |
Bagaimana aturan penentuan peringkat di fase grup Piala Dunia 2026? | Pertama jelas lewat poin. Jika poinnya sama, akan dipakai kriteria dengan urutan head to head, selisih gol, jumlah gol, catatan fair play, dan terakhir ranking FIFA. |
Berapa tim yang lolos dari fase grup Piala Dunia 2026? | Dua tim teratas dipastikan otomatis lolos ke 32 besar. Sementara untuk peringkat ketiga harus bersaing lagi dengan grup lain untuk lolos lewat jalur peringkat tiga terbaik. |
Berapa tim di Piala Dunia 2026? | Piala Dunia 2026 diikuti total 48 tim yang terbagi menjadi 12 grup. |