Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perez Picu Krisis LaLiga, Tuduh Wasit Korupsi Bikin Heboh Spanyol
ilustrasi jersei Real Madrid (unsplash.com/Simon Reza)
  • Florentino Perez menuduh adanya korupsi sistemik dalam perwasitan LaLiga, menyebut Real Madrid dirugikan selama dua dekade dan kehilangan banyak poin musim ini.
  • Asosiasi Wasit Spanyol (AESAF) mengecam tuduhan Perez, menyiapkan langkah hukum serta menuntut permintaan maaf dan kompensasi atas kerusakan reputasi profesi wasit.
  • Pernyataan Perez memicu krisis kepercayaan baru di LaLiga, memperburuk citra kompetisi yang sudah lama disorot karena kontroversi keputusan wasit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pernyataan keras Presiden Real Madrid, Florentino Perez, kembali mengguncang sepak bola Spanyol. Tuduhan soal “korupsi sistemik” di tubuh perwasitan LaLiga langsung memicu badai reaksi, bahkan membuka kemungkinan jalur hukum dari serikat wasit.

Pernyataan itu disampaikan Perez dalam konferensi pers di Madrid, Selasa (12/5/2026), dan dengan cepat menjadi sorotan utama media olahraga Eropa.

Dalam pernyataannya, Perez melontarkan kritik paling tajam terhadap sistem perwasitan di Spanyol. Ia menuding adanya pola yang merugikan Real Madrid dalam jangka panjang.

“Saya telah berada di sini selama beberapa musim dan saya telah memenangkan tujuh gelar Liga Champions dan tujuh LaLiga, karena yang lainnya dicuri dari saya. Korupsi sistemik selama dua dekade dan masih wasit yang sama,” ujar Perez.

Ucapan itu langsung memicu gelombang kontroversi, karena menyentuh isu sensitif yang selama ini kerap menjadi perdebatan di LaLiga.

1. Perez kembali menyerang, sebut Madrid kehilangan poin

Sehari setelah konferensi pers, Perez kembali memperkuat kritiknya dalam wawancara dengan media Spanyol La Sexta. Ia menyebut keputusan wasit musim ini berdampak langsung pada posisi Real Madrid.

“Wasit yang sama masih melakukan hal yang sama, secara terang-terangan. Musim ini mereka telah mencuri 16 atau 18 poin dari kami,” kata Perez.

Pernyataan beruntun ini membuat tensi konflik semakin tinggi, terutama di tengah persaingan ketat papan atas LaLiga musim 2025/26.

Pernyataan Perez langsung mendapat respons keras dari Asosiasi Wasit Spanyol atau AESAF. Lembaga tersebut menilai tuduhan itu menyerang integritas profesi wasit secara terbuka.

2. AESAF siap tempuh jalur hukum, tuntutan permintaan maaf dan ganti rugi

AESAF kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang bahkan menyebut kemungkinan tuntutan hukum terhadap Perez dan Real Madrid.

“AESAF meminta agar Komite Kompetisi, sebagai tindakan pencegahan dan mendesak, memerintahkan Tuan Perez untuk berhenti mengeluarkan pernyataan serupa selama proses hukum berlangsung,” demikian pernyataan AESAF, dikutip di akun X resminya.

Tidak hanya meminta penghentian pernyataan, AESAF juga menuntut permintaan maaf resmi dan kompensasi atas dampak yang ditimbulkan.

“Tuan Perez diharuskan untuk memberikan kompensasi kepada Asosiasi Wasit atas kerusakan moral, reputasi, dan profesional yang ditimbulkan; dan bahwa Real Madrid CF diharuskan untuk mengeluarkan pernyataan publik tentang perbaikan dan permintaan maaf,” tulis mereka.

Langkah ini menandai eskalasi serius dalam konflik antara klub raksasa Spanyol dan institusi perwasitan.

3. LaLiga di tengah krisis kepercayaan dan konflik yang belum akan reda

Pernyataan Perez memperburuk atmosfer kompetisi yang sejak lama sudah dibayangi kontroversi keputusan wasit. Situasi ini membuat LaLiga kembali berada dalam sorotan internasional.

Di internal Real Madrid, belum ada pernyataan tambahan yang merespons tuntutan AESAF. Namun, tekanan publik terus meningkat.

AESAF menegaskan akan menggunakan seluruh jalur hukum yang tersedia untuk membela para anggotanya. Mereka menyebut komentar Perez sebagai serangan sistematis terhadap kehormatan wasit.

Dengan kedua pihak kini berada di posisi berseberangan, konflik ini diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.

LaLiga pun kembali berada dalam pusaran krisis reputasi—dan kali ini, sorotannya langsung mengarah ke puncak

Editorial Team