Mbappe Kena Semprot Suporter Real Madrid, Disoraki saat Masuk Lapangan

- Kylian Mbappe disoraki suporter Real Madrid saat laga melawan Real Oviedo karena dianggap malas dan kurang berkomitmen setelah berlibur di masa pemulihan cedera.
- Mbappe menanggapi sorakan itu dengan tenang, menyebut hal tersebut sebagai bagian dari kehidupan pemain bintang yang harus bisa bersikap dewasa menghadapi kritik publik.
- Pelatih Alvaro Arbeloa menegaskan posisi Mbappe tidak aman di skuad utama, menjelaskan bahwa keputusan rotasi striker didasarkan pada situasi tim dan bukan masalah pribadi.
Jakarta, IDN Times - Posisi Kylian Mbappe di Real Madrid sedang tak baik-baik saja. Terbaru, Mbappe menjadi sasaran caci maki suporter Madrid saat mengalahkan Real Oviedo di Santiago Bernabeu, Jumat dini hari WIB (15/5/2026).
Ketika masuk ke dalam lapangan di menit 69, menggantikan Gonzalo Garcia, Mbappe disoraki suporter Los Blancos. Mereka tampak tak senang dengan keberadaan Mbappe di lapangan atas berbagai alasan.
1. Liburan saat pemulihan, Mbappe dianggap gak punya etos kerja
Salah satu kasus terbaru adalah Mbappe berlibur dengan pacarnya ke Paris ketika sedang berada dalam masa pemulihan cedera. Aksi itu membuat suporter Madrid marah, dan mencapnya sebagai pemain malas yang tak mementingkan kepentingan klub.
Selain itu, banyak yang menilai performa Mbappe di Madrid biasa-biasa saja. Publik Santiago Bernabeu merasa Mbappe tak punya daya juang tinggi demi membela Madrid dan etos kerjanya rendah.
"Itulah kehidupan. Sorakan yang ada, Anda tak bisa mengubah opini orang ketika mereka marah," ujar Mbappe menanggapi sorakan suporter kepadanya, dilansir The Standard.
2. Merasa jadi hal yang wajar
Mbappe menilai sorakan suporter terhadapnya merupakan hal wajar, mengingat statusnya sebagai pemain Madrid dan bintang. Menurutnya, tinggal bagaimana seorang pemain bisa menyikapi hal tersebut dengan cara dewasa.
"Inilah hidup pemain Real Madrid yang terkenal, seperti saya. Pesepak bola tak selamanya harus mengerti. Mereka cukup menerima dan memahami, lalu mengubah situasinya," kata Mbappe.
3. Kembali buka celah konflik
Baru-baru ini juga, Mbappe membuka sebuah celah atas adanya konflik internal di Madrid. Dia menyebutkan jika selama ini tak main karena sudah didemosi oleh pelatih Alvaro Arbeloa sebagai striker keempat Los Blancos.
"Saya sudah 100 persen. Saya gak main karena pelatih bilang cuma pilihan keempat setelah Franco Mastantuono, Vinicius Junior, dan Gonzalo. Saya menerimanya dan bermain sesuai waktu yang diberikan. Saya rasa telah bermain bagus," ujar Mbappe, dilansir ESPN.
Langsung saja, Arbeloa merespons pernyataan Mbappe. Menurut eks pemain Liverpool itu, Mbappe hanya salah paham atau tidak mendengar dengan jelas apa instruksinya saat menggelar pembicaraan secara khusus.
Dalam momen itu, Arbeloa mengaku jika Mbappe harus sadar posisinya di Madrid tak aman karena memiliki empat striker.
"Kalau saya gak pilih, dia gak main. Saya yang menentukan, karena pelatihnya. Saya gelar pembicaraan dengannya dan tak paham apakah dia mengerti artinya. Hari ini, dia gak main karena ini bukan momen hidup dan mati. Berselang tujuh hari, dia akan main sebagai striker utama. Saya paham dia gak senang, tapi ini keputusan yang sudah disesuaikan dengan situasinya," ujar Arbeloa.


















