Amerika Serikat memuncaki grup 3 dengan 11 poin pada fase pertama Kualifikasi Piala Dunia 2002. Mereka pun berhak mengikuti babak penyisihan penentuan. AS kemudian bertarung dengan Kosta Rika, Meksiko, Honduras, Jamaika, serta Trinidad dan Tobago untuk menjadi 1 dari 3 wakil CONCACAF pada putara final. Mereka mengawali perjuangan dengan kemenangan 2-0 atas Meksiko di Columbus Crew Stadium pada 28 Februari 2001. Laga tersebut diwarnai dengan keputusan Meksiko yang tidak melakukan pemanasan di lapangan karena cuaca yang dingin. AS lantas melanjutkannya dengan kemenangan tandang 2-1 atas Honduras pada 28 Maret 2001. Earnie Stewart bertindak sebagai kapten dan menyumbang satu gol pada hari ulang tahunnya yang ke-32 ini.
AS lantas bertemu Kosta Rika di Arrowhead Stadium pada pada 25 April 2001. Mereka menang berkat gol tunggal Josh Wolff pada menit 69. Wolff mengontrol bola dengan tangannya sebelum membobol gawang Erick Lonis. Ini pun menjadi semacam balas dendam yang sempurna untuk kekalahan pada 23 Juli 2000 silam akibat gol penalti “hantu”. AS kemudian meraih hasil berharga 0-0 kala bermain sebagai tamu melawan Jamaika di Independence Park pada 16 Juni 2001. Mereka menang 2-0 atas Trinidad dan Tobago 4 hari berselang. Sayangnya, tren positif terhenti usai menyerah 0-1 dari Meksiko di Estadio Azteca pada 1 Juli 2001. Kekalahan itu ikut disebabkan ketiadaan John O'Brien yang tidak bisa bergabung akibat dilarang klubnya, Ajax Amsterdam.
AS kembali kalah dalam dua pertandingan berikutnya, yaitu 2-3 dari Honduras (1/9/2001) dan 0-2 atas Kosta Rika (5/9/2001). Namun, seluruh hasil ini seketika menjadi tidak berarti akibat aksi teror di New York dan Washington DC pada 11 September 2001 yang dilaporkan menewaskan hampir 3.000 orang. Para pemain lantas mendapat kesempatan untuk sedikit melipur lara kompatriotnya kala berhadapan dengan Jamaika di Foxboro Stadium pada 7 Oktober 2001. Claudio Reyna dan kolega berhasil mempersembahkan kebahagiaan tersebut. Mereka menang 2-1 berkat brace Joe-Max Moore. Mereka pun memastikan lolos ke Piala Dunia 2002. AS kemudian menuntaskan laga kualifikasi terakhir yang tidak lagi penting kontra Trinidad dan Tobago (11/11/2001) dengan seri tanpa gol.
Perjalanan AS di Kualifikasi Piala Dunia 2002 menjadi semacam folklor dalam historiografi sepak bola mereka. Itu karena banyaknya momen signifikan yang terjadi, termasuk ketika memastikan lolos sebulan setelah aksi teror yang mematikan.