5 Momen yang Hampir Gagalkan Iran Tampil di Piala Dunia 2026

- Ketegangan politik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat sempat memunculkan rumor bahwa Iran akan batal tampil di Piala Dunia 2026 karena isu keamanan dan tekanan diplomatik.
- Pernyataan Menteri Olahraga Iran yang menyebut negaranya tidak dapat berpartisipasi memperkuat spekulasi publik, meski federasi sepak bola Iran tidak pernah mengumumkan pengunduran diri resmi.
- Meski menghadapi protes oposisi dan masalah visa, Timnas Iran akhirnya tetap berlaga di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka.
Iran menjadi salah satu negara yang paling banyak dibicarakan menjelang Piala Dunia 2026. Orang sempat meragukan keikutsertaan Team Melli karena situasi politik yang memanas di Timur Tengah. Kondisi tersebut bahkan memunculkan kabar bahwa Iran tidak akan tampil di turnamen tersebut.
Kabar itu muncul bukan tanpa alasan. Sejumlah peristiwa terjadi dalam beberapa bulan sebelum Piala Dunia dimulai dan membuat posisi Iran terlihat tidak aman. Namun, Iran pada akhirnya tetap tampil sebagai salah satu peserta resmi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
1. Konflik Iran dan Israel menjadi awal yang membuat isu ini muncul
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah konflik antara Iran dan Israel kembali memanas pada awal 2026. Situasi tersebut ikut menarik perhatian dunia karena Amerika Serikat juga terlibat dalam konflik tersebut. Banyak pihak kemudian mempertanyakan nasib Iran yang harus bermain di turnamen yang sebagian besar berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
Media-media internasional mulai menghubungkan konflik tersebut dengan peluang Iran yang makin menipis untuk tampil di Piala Dunia 2026. Banyak yang berpendapat, konflik tiga negara ini bisa menimbulkan hambatan politik maupun keamanan bagi Tim Nasional Iran. Spekulasi mengenai kemungkinan absennya Iran pun mulai bermunculan pada akhir Februari 2026 di berbagai negara.
2. Pernyataan menteri olahraga Iran menambah panas isu ini di publik
Kekhawatiran publik sepak bola internasional makin besar setelah Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Ia menyebut Iran tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia setelah situasi politik di negaranya memburuk. Ucapan tersebut langsung menjadi berita utama di berbagai media luar negeri.
Banyak orang kemudian menganggap Iran akan mundur dari turnamen. Beberapa media bahkan mulai membahas kemungkinan negara lain menggantikan posisi Iran apabila hal itu benar-benar terjadi. Namun, hingga saat itu, federasi sepak bola Iran tidak pernah mengumumkan keputusan resmi untuk mundur dari Piala Dunia 2026.
3. Terdapat kelompok yang meminta FIFA mencoret Iran dari Piala Dunia 2026
Masalah Iran tidak berhenti pada isu pengunduran diri. Sejumlah kelompok oposisi Iran yang tinggal di Amerika Serikat menggelar aksi dan meminta FIFA mencoret Iran dari Piala Dunia 2026. Mereka menilai keikutsertaan Iran pada 2026 tidak seharusnya mendapat dukungan dari organisasi sepak bola dunia.
Aksi protes tersebut berlangsung menjelang pertandingan pertama Iran di Piala Dunia 2026. Para demonstran menyampaikan tuntutan mereka secara terbuka kepada FIFA dan media-media internasional. Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, FIFA mempertahankan status Iran sebagai peserta resmi.
Penolakan terhadap Iran juga terlihat menjelang laga melawan pembuka Selandia Baru di Los Angeles. Ratusan hingga ribuan warga keturunan Iran berkumpul di sekitar stadion dan area publik untuk menyuarakan penolakan terhadap pemerintah Iran. Mereka membawa bendera Iran era sebelum Revolusi 1979, memasang poster tokoh oposisi, serta mendesak FIFA agar mencabut status Iran sebagai peserta Piala Dunia 2026.
4. Masalah visa mengganggu persiapan Timnas Iran
Selain menghadapi tekanan yang berbau politik, Timnas Iran juga mengalami masalah administratif menjelang turnamen. Sejumlah staf dan ofisial tim kesulitan mendapatkan visa untuk masuk ke Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat persiapan Iran tidak berjalan semulus negara peserta lainnya.
Iran akhirnya menjadikan Tijuana di Meksiko sebagai tempat bermarkas selama fase grup yang sebelumnya bertempat di Arizona, Amerika Serikat. Kejadian ini menyebabkan Timnas Iran harus melakukan perjalanan ke Amerika Serikat tiap kali bertanding. Situasi itu tentu menambah beban bagi pelatih dan pemain dalam menjalani tiap pertandingan fase grup.
5. Iran akhirnya tetap tampil di Piala Dunia 2026 dengan diawali hasil imbang
Semua kabar mengenai absennya Iran akhirnya terpatahkan saat Team Melli menjalani laga pertamanya di Piala Dunia 2026. Iran menghadapi Selandia Baru dalam pertandingan Grup G yang berlangsung di Los Angeles. Kehadiran Iran di lapangan menjadi jawaban paling jelas atas berbagai spekulasi yang beredar sebelumnya.
Iran bahkan mampu meraih hasil imbang 2-2 setelah sempat tertinggal dua kali dari Selandia Baru pada pertandingan pertama. Hasil itu membuat mereka tetap memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya. Berakhirnya pertandingan ini sekaligus menegaskan berbagai hambatan yang muncul sebelumnya tidak berhasil menghentikan langkah Iran untuk bermain di Piala Dunia 2026.
Perjalanan Iran menuju Piala Dunia 2026 tidak berjalan mudah. Konflik politik, tekanan dari berbagai kelompok, hingga masalah visa sempat membuat keikutsertaan mereka diragukan. Namun, Team Melli berhasil melewati semua tantangan tersebut dan tetap tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.


















