Ratcliffe sudah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya. Namun, dinamika tak langsung selesai setelah pernyataan tersebut. Menurut manajer Manchester City, Pep Guardiola, apa yang sudah dilontarkan Ratcliffe tak bisa lagi ditarik dan sudah terlanjur menciptakan kerusakan serta gejolak sosial.
MU mencoba memitigasi krisis dari pernyataan Ratcliffe. Mereka melayangkan pernyataan resmi mengenai identitas klub yang mengusung keberagaman di antara para pemainnya, namun tak menyebutkan Ratcliffe.
"Manchester United bangga menjadi klub yang inklusif dan terbuka untuk semua orang. Kelompok pemain, staf, dan komunitas pendukung kami di seluruh dunia yang beragam mencerminkan sejarah dan warisan Manchester, sebuah kota yang bisa disebut rumah oleh siapa saja," tulis MU dalam lamannya pada Kamis (12/2/2026) waktu setempat.
MU juga menyinggung soal kampanye "All Red All Equal" yang disuarakan sejak 2016, lalu. MU mengklaim telah menanamkan nilai kesetaraan, keberagaman, dan inklusi dalam semua hal yang mereka lakukan.
"Kami tetap sangat berkomitmen pada prinsip dan semangat kampanye tersebut. Nilai-nilai itu tercermin dalam kebijakan kami, juga dalam budaya klub, dan diperkuat dengan pencapaian kami meraih standar kesetaraan yang berlanjut, keberagaman, dan inklusivitas dari Premier League," tulis MU.