Kontroversi Bos MU Usai Lontarkan Pernyataan Inggris Dijajah Imigran

- Kontroversi bermula ketika Ratcliffe menyebut Inggris dijajah imigran dalam wawancara dengan Sky News di KTT Industri Eropa.
- Ratcliffe menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud merendahkan imigran, namun penting bagi Inggris untuk mengontrol migrasi demi pertumbuhan ekonomi.
- Ratcliffe kini terancam sanksi dari FA karena dianggap mencoreng citra sepak bola Inggris dengan komentarnya yang pedas.
Jakarta, IDN Times - Bos Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, meminta maaf atas pernyataan nyelenehnya. Salah satu pemegang saham Setan Merah itu menyebut Inggris dijajah oleh imigran.
Pernyataan Ratcliffe memicu kecaman luas dari pemerintah, kelompok antirasisme, hingga otoritas sepak bola Inggris. Pendiri INEOS itu pun mengakui dan meminta maaf atas pemilihan katanya yang menyinggung banyak pihak.
"Saya menyesal pilihan kata-kata itu telah menyinggung beberapa orang di Inggris dan Eropa, hingga menimbulkan keresahan," kata Ratcliffe dikutip ESPN.
1. Gegara sebut Inggris dijajah imigran
Kontroversi bermula ketika Ratcliffe diwawancarai Sky News di sela-sela KTT Industri Eropa, yang berlangsung di Antwerpen, Belgia, pada Rabu (11/2/2026). Dalam momen itu, Ratcliffe menyebut Inggris dijajah imigran.
"Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang yang menerima tunjangan dan sejumlah besar imigran yang masuk. Maksud saya, Inggris sedang dijajah. Biayanya terlalu mahal. Inggris telah dijajah oleh imigran," ujar Ratcliffe di momen tersebut.
2. Ratcliffe jelaskan maksudnya
Dalam pernyataannya, Ratcliffe mengaku tak bermaksud merendahkan imigran. Tetapi, menurutnya, penting bagi Inggris untuk mengontrol dan mengelola migrasi dengan baik, demi menjaga pertumbuhan ekonomi.
"Komentar itu saya disampaikan saat menjawab pertanyaan tentang kebijakan Inggris di KTT Industri Eropa di Antwerp, di mana saya membahas pentingnya pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, keterampilan, dan manufaktur di Inggris," ujar Ratcliffe.
3. Terancam sanksi dari FA
Akibat komentar pedasnya itu, Ratcliffe kini berada dalam radar penyelidikan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), karena dianggap mencoreng citra sepak bola. Sebagai pemegang saham klub, dia terikat pada aturan FA E3.1 yang melarang perilaku tidak pantas, menghina, atau membawa keburukan bagi permainan.
Jika terbukti bersalah, dia bisa dikenai sanksi pelanggaran berat karena menyangkut ras. FA akan meninjau apakah ucapan bos INEOS itu melanggar kode etik ketat yang berlaku bagi seluruh pelaku sepak bola Inggris.

















