Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Persita Terancam Pindah Stadion Efek Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Selebrasi para pemain Persita usai jebol gawang PSIM Yogyakarta, 5 September 2026. (Dok. Persita).
  • Persita Tangerang berpotensi memindahkan laga kandang melawan Java United pada 13 September 2026 karena sebaran abu Gunung Anak Krakatau, sementara Stadion Indomilk masih direnovasi.
  • Klub memantau aktivitas vulkanik dan menunggu keputusan I.League; lokasi stadion alternatif belum ditentukan jika abu vulkanik dinilai mengganggu pertandingan.
  • Erupsi 8 September tidak mengarahkan abu ke Jakarta, tetapi mengganggu sejumlah bandara; Dewa United berpotensi terdampak saat menjamu Bhayangkara FC di BIS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
8 September 2026

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada pagi hari. Persita memantau sebaran abu vulkanik dan menunggu keputusan I.League soal kemungkinan pemindahan stadion.

sehari sebelumnya

Dewa United dijadwalkan menjamu Bhayangkara FC di Banten International Stadium dan berpotensi terdampak situasi yang sama.

13 September 2026

Persita dijadwalkan menjamu Java United pada laga kedua Super League musim 2026/27. Pertandingan terancam dipindahkan jika abu vulkanik mengganggu penggunaan Banten International Stadium.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Persita Tangerang terancam memindahkan lokasi pertandingan kandang melawan Java United pada Super League 2026/27 akibat potensi gangguan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Who?
    Persita Tangerang, Java United, I.League sebagai operator liga, Presiden Persita Ahmed Zaki Iskandar, serta BMKG terlibat dalam pemantauan dan penentuan kondisi pertandingan.
  • Where?
    Pertandingan semula direncanakan berlangsung di Banten International Stadium. Persita belum dapat menggunakan Stadion Indomilk karena stadion tersebut sedang direnovasi.
  • When?
    Laga Persita melawan Java United dijadwalkan pada Minggu, 13 September 2026. Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa pagi, 8 September 2026.
  • Why?
    Penggunaan Banten International Stadium bergantung pada aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkaniknya, yang dapat mengganggu pelaksanaan pertandingan.
  • How?
    Persita memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan menunggu arahan I.League. Jika abu vulkanik masih banyak, pertandingan akan dipindahkan, tetapi stadion pengganti per saat ini masih belum diketahui.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persita Tangerang mungkin harus pindah stadion saat mau melawan Java United pada 13 September 2026. Gunung Anak Krakatau meletus dan abunya bisa mengganggu pertandingan di BIS. Persita sedang menunggu keputusan I.League. Dewa United juga mungkin kena masalah yang sama. Hari ini abu tidak sampai Jakarta, tapi beberapa bandara terganggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Persita menunjukkan kesiapan menghadapi situasi yang berubah dengan terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan I.League. Mitigasi perpindahan stadion mencerminkan perhatian terhadap kelancaran serta keamanan pertandingan, sementara arah abu yang pada hari itu tidak menuju Jakarta memberi ruang bagi operator dan klub untuk menilai kondisi secara cermat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Persita Tangerang terancam pindah stadion saat menjamu Java United pada laga kedua Super League musim 2026/27, Minggu (13/9/2026). Munculnya mitigasi tersebut efek erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bisa atau tidaknya Persita menggunakan Banten International Stadium (BIS) bergantung pada aktivitas dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sementara, Pendekar Cisadane juga belum bisa bermarkas di Stadion Indomilk karena sedang direnovasi.

1. Tunggu aba-aba dari I.League

Presiden Persita, Ahmed Zaki Iskandar dalam peluncuran tim, Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Tino)

Pihak klub saat ini masih memantau situasi terkini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Mereka juga menunggu aba-aba dari I.League selaku operator, jika memang sebaran abu vulkanik akan mengganggu pertandingan.

"Masih menunggu situasi terkini. Kalau masih banyak, terpaksa pindah stadion. Akan pindah ke stadion mana belum tahu, tergantung I.League nantinya," kata Presiden Persita, Ahmed Zaki Iskandar, kepada IDN Times, Selasa (8/9/2026).

2. Abu vulkanik tidak menyerbu Jakarta hari ini

Kondisi Pelabuhan Bakauheni, Lampung saat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (dok. Muhammad untuk IDN Times)

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa (8/9/2026) pagi WIB. Namun, disebut Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, abu vulkaniknya tidak berhembus ke wilayah Jakarta.

"Hari ini itu juga meletus. Tetapi barangkali abu yang keluar sudah tidak ada lagi, sehingga kalau kita lihat dari signifikansi meteorologi arahnya itu tidak sampai ke Jakarta. Di ketinggian 50 ribu feet itu pergerakannya ke arah barat. Sedangkan di ketinggian 12 sampai 15.000 feet itu ada pergerakannya ke timur. Nah, ke timur inilah yang menyebabkan terganggunya beberapa bandara terkait abu vulkanik," ujar Guswanto.

3. Dewa United kemungkinan akan senasib

Bola resmi dari Adidas untuk Super League dan Championship musim 2025/26. (IDN Times/Tino).

Selain Persita, Dewa United kemungkinan besar akan mengalami nasib yang sama. Mengingat, mereka dijadwalkan menjamu Bhayangkara FC di BIS sehari sebelumnya.

Di sisi lain, Persija Jakarta sebelumnya juga terkena dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, yang memaksa Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma menutup operasional sementara. Mereka harus mengubah rute kepulangannya usai melawat ke markas Borneo FC, pada akhir pekan lalu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article