5 Pertandingan Underrated Piala Dunia 2026 yang Penuh Kejutan

Gelaran Piala Dunia selalu identik dengan pertemuan laga besar atau duel antar raksasa sepak bola dunia. Namun, ada sejumlah laga fase grup yang justru menyimpan cerita menarik dan atmosfer unik. Pertandingan seperti inilah yang sering melahirkan kejutan, kisah underdog, hingga momen emosional yang dikenang lama oleh para penggemar.
Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak duel tak terduga yang layak masuk daftar tontonan langsung di stadion. Beberapa pertandingan ini mempertemukan negara dengan gaya bermain, ambisi, dan sejarah yang sangat berbeda. Berikut lima laga underrated Piala Dunia 2026 yang berpotensi mencuri perhatian dunia.
1. Spanyol vs Tanjung Verde di Grup H
Laga Grup H antara Spanyol dan Cape Verde di Atlanta, Amerika Serikat pada 15 Juni 2026 menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase grup. Spanyol datang sebagai mantan juara Piala Dunia edisi 2010 dan penguasa Eropa yang dikenal lewat permainan teknis dan dominasi serangan. Skuad mereka dipenuhi pemain kelas dunia yang diprediksi kembali tampil agresif sejak laga pembuka.
Di sisi lain, Cape Verde hadir sebagai debutan yang membawa kisah dongeng ke panggung terbesar sepak bola dunia. Tim ini tampil tanpa tekanan dan justru berpotensi merepotkan lawan karena bermain lebih lepas. Perbedaan status antara juara dan debutan membuat laga ini terasa mengejutkan bak representasi klasik magisnya Piala Dunia.
2. Irak vs Norwegia di Grup I
Pertandingan Irak melawan Norwegia di Boston, Amerika Serikat pada 17 Juni 2026 menawarkan benturan dua karakter sepak bola yang sangat berbeda. Norwegia mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, dan permainan langsung yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard. Banyak pihak memprediksi tim ini bakal menjadi salah satu kekuatan ofensif paling berbahaya di turnamen.
Sementara itu, Irak datang membawa semangat perjuangan dan disiplin permainan yang kuat. Tim asal Asia Barat tersebut juga dikenal memiliki dukungan suporter fanatik yang siap memanaskan atmosfer stadion. Bagi Norwegia, laga ini penting untuk membangun momentum, sedangkan Irak melihatnya sebagai peluang besar untuk membuat kejutan di hadapan dunia.
3. Maroko vs Haiti di Grup C
Duel Maroko melawan Haiti di Atlanta, Amerika Serikat pada 25 Juni 2026 diprediksi menghadirkan suasana penuh energi sejak menit awal. Maroko memasuki turnamen dengan reputasi yang terus meningkat setelah mencatat sejarah di Piala Dunia 2022 sebagai tim Afrika dengan pencapaian terbaik. Permainan disiplin dan serangan cepat mereka membuat tim ini semakin disegani di level internasional.
Haiti hadir membawa semangat berbeda lewat gaya bermain agresif dan penuh keberanian. Kehadiran pemain seperti Jean-Ricner Bellegarde diyakini bisa memberi warna baru bagi sepak bola Haiti di panggung global. Pertemuan dua tim dengan dukungan suporter emosional dan karakter permainan kontras membuat pertandingan ini layak dinantikan langsung di stadion.
4. Jerman vs Curacao di Grup E
Jerman akan menghadapi Curaçao di Houston, Amerika Serikat pada 15 Juni 2026 dalam laga Grup E yang menyimpan nuansa klasik Piala Dunia. Sebagai empat kali juara dunia, Jerman tetap datang membawa ekspektasi besar meski performa mereka sempat menurun dalam beberapa turnamen terakhir. Nama-nama seperti Kai Havertz, Florian Wirtz, dan Antonio Rüdiger diharapkan mampu membawa Die Mannschaft kembali ke jalur kejayaan.
Di kubu lawan, Curaçao hadir sebagai debutan yang mencoba menulis sejarah baru. Tim ini berkembang pesat dan memiliki sejumlah pemain berpengalaman seperti Tahith Chong dan Leandro Bacuna. Pertandingan ini bukan hanya soal perbedaan kualitas, tetapi juga tentang mimpi negara kecil yang ingin membuktikan diri di hadapan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.
5. Selandia Baru vs Mesir di Grup G
Laga Selandia Baru melawan Mesir di Vancouver, Kanada pada 22 Juni 2026 menawarkan duel menarik antara wakil Oseania dan Afrika. Selandia Baru dikenal memiliki organisasi permainan rapi, fisik kuat, dan etos kerja tinggi yang sering menyulitkan lawan. Karakter tersebut pernah membuat Italia gagal mengalahkan mereka di Piala Dunia 2010.
Mesir datang membawa sejarah panjang sepak bola Afrika dan sederet pemain bintang seperti Mohamed Salah dan Omar Marmoush. Meski sukses besar di level Afrika, kiprah Mesir di Piala Dunia belum benar-benar memenuhi ekspektasi publik. Situasi itu membuat laga ini terasa penting bagi kedua negara karena kemenangan bisa menjadi titik perubahan perjalanan mereka di turnamen.
Kelima pertandingan tersebut membuktikan bahwa daya tarik Piala Dunia tidak selalu datang dari laga final atau duel antarunggulan. Di balik sorotan pertandingan besar, justru tersimpan cerita kejutan, semangat underdog, dan atmosfer unik yang sering menjadi jiwa sesungguhnya dari marwah turnamen sepak bola terbesar di dunia. Jadi, laga mana yang paling ingin kamu saksikan langsung di stadion?

















