Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Juventus Stadium
potret Juventus Stadium (unsplash.com/Isaac Maffeis)

Intinya sih...

  • Benfica menang 2-1 atas Juventus pada leg pertama semifinal Liga Europa 2013/2014

  • Benfica melaju ke final Liga Europa 2013/2014 setelah mengimbangi Juventus di Turin

  • Juventus terkena comeback oleh Benfica di kandang sendiri pada matchday kedua UCL 2022/2023

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Juventus gagal tampil konsisten dalam 6 matchday pertama fase liga UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. Bianconeri hanya 2 kali menang, 3 kali ditahan imbang, dan 1 kali kalah. Dengan sembilan poin, Juventus bertengger di peringkat 17 klasemen sementara. Dalam dua laga sisa, mereka masih bisa gagal lolos ke fase knockout.

Nasib Juventus bakal makin terancam jika mereka tersandung pada laga matchday 7, Kamis (22/1) dini hari WIB. Sialnya, Bianconeri harus bertemu lawan berat yaitu Benfica. Wakil Portugal itu memang sekilas kalah kualitas dari Juventus. Namun, hasil lima pertemuan terakhir kedua tim menjadi petunjuk betapa Juventus harus waspada.

1. Benfica menang 2-1 atas Juventus pada leg pertama semifinal Liga Europa 2013/2014

Juventus dan Benfica pernah bertemu di fase krusial kompetisi Eropa. Salah satunya pada 2013/2014 saat mereka harus berjibaku di semifinal Liga Europa. Pada leg pertama, Juventus lebih dulu bertandang ke Portugal. Mereka membawa serta para pemain inti seperti Gianluigi Buffon, Paul Pogba, Andrea Pirlo, hingga Carlos Tevez.

Siapa sangka, barisan pemain top itu takluk di tangan Benfica. Tuan rumah unggul cepat pada menit kedua melalui sundulan Ezequiel Garay. Juventus baru bisa menyamakan skor pada menit 73 berkat sepakan Carlos Tevez. Namun, Bianconeri tak bisa membalas lagi setelah Rodrigo Lima mencetak gol kedua Benfica pada menit 84.

2. Benfica melaju ke final Liga Europa 2013/2014 setelah mengimbangi Juventus di Turin

Pada leg kedua semifinal Liga Europa 2013/2014, giliran Juventus yang menjamu Benfica. Juventus yang hanya butuh satu gol untuk lolos ke final membuat lebih banyak peluang. Mereka sempat mendapat bantuan saat gelandang Benfica, Enzo Pérez, dikartu merah pada menit 66.

Sayangnya, keunggulan jumlah pemain itu pun gagal dimanfaatkan Juventus. Mereka tetap tak mampu membongkar pertahanan Benfica hingga akhir. Skor 0-0 cukup bagi Benfica untuk melaju ke final. Namun, mereka akhirnya juga gagal jadi juara karena ditundukkan Sevilla melalui adu penalti.

3. Juventus terkena comeback oleh Benfica di kandang sendiri pada matchday kedua UCL 2022/2023

Juventus dan Benfica bertemu lagi pada 2022/2023. Kedua klub ditakdirkan berada di Grup H Liga Champions bersama dengan Paris Saint-Germain (PSG) dan Maccabi Haifa. Di Grup tersebut, Juventus adalah unggulan kedua di bawah PSG. Namun, jalannya persaingan ternyata sama sekali tak selaras dengan status di atas kertas.

Juventus jadi bulan-bulanan dan langsung kalah dalam dua matchday pertama. Mereka dibekuk PSG lalu kalah 1-2 oleh Benfica di kandang sendiri. Gol cepat Arkadiusz Milik pada menit keempat berujung sia-sia. Juventus terkena comeback setelah Benfica mencetak dua gol melalui penalti Joao Mario pada menit 43 dan sepakan David Neres pada menit 55.

4. Duel kedua Benfica dan Juventus di UCL 2022/2023 diwarnai tujuh gol

Duel kedua Benfica dan Juventus di Grup H UCL 2022/2023 terjadi pada matchday 5. Sebelum laga, Juventus sudah tertinggal lima poin dari Benfica dan PSG. Bianconeri pun hampir pasti gagal ke babak 16 besar. Nasib buruk itu akhirnya terkonfirmasi setelah Si Nyonya Tua tumbang di kandang Benfica.

Melalui laga seru yang diwarnai tujuh gol, Juventus kalah 3-4. Tim tamu bahkan hampir lebih dipermalukan karena sempat tertinggal 1-4. Juventus sempat berpeluang comeback setelah mencetak dua gol pada menit 77 dan 79. Namun, mereka tak mampu membuat gol lagi hingga dipastikan tersingkir dari Liga Champions 2022/2023.

5. Benfica menang 2-0 di markas Juventus pada matchday terakhir fase liga UCL 2024/2025

Pertemuan terakhir Juventus dan Benfica belum lama terjadi. Mereka dipertemukan pada matchday terakhir fase liga UCL 2024/2025 lalu. Sebelum laga, Juventus punya 12 poin dan sudah dipastikan lolos ke fase knockout. Sementara, Benfica baru memiliki sepuluh poin dan masih harus menentukan nasibnya.

Benfica pun berani keluar menyerang meski menjadi tamu. Juventus sendiri tetap tampil dominan meski tak wajib menang. Namun, Benfica lagi-lagi terbukti sebagai momok Bianconeri. Mereka unggul via gol Vangelis Pavlidis pada menit 16 lalu memastikan kemenangan 2-0 berkat aksi Orkun Kokcu pada menit 80.

Dalam 5 laga di atas, Juventus kalah 4 kali dan 1 kali bermain imbang dengan Benfica. Jelaslah bahwa Benfica sama sekali bukan lawan yang bisa dipandang enteng oleh Si Nyonya Tua. Bisakah Juventus memperbaiki rekor pertemuan dengan Benfica pada tengah pekan ini atau justru tergilas lagi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team