Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pesan Menyentuh Carlos Queiroz Usai Mundur dari Kursi Pelatih Ghana
ilustrasi Piala Dunia (unsplash.com/myprofittutor)
  • Carlos Queiroz resmi mundur sebagai pelatih Timnas Ghana setelah tersingkir di 32 besar Piala Dunia 2026, menandai akhir masa tugasnya sejak April 2026.
  • Selama turnamen, Ghana tampil disiplin dan kompetitif, sempat menahan imbang Inggris serta lolos ke fase gugur sebelum kalah tipis dari Kolombia.
  • Dalam pesan perpisahannya, Queiroz berterima kasih kepada federasi, staf, dan pemain atas dedikasi mereka serta menegaskan Ghana telah mengembalikan kehormatan di panggung sepak bola dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Carlos Queiroz resmi mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Timnas Ghana setelah timnya tersingkir di 32 besar Piala Dunia 2026. Dalam pesan perpisahannya, pelatih asal Portugal itu menegaskan skuad Black Stars berhasil mengembalikan kehormatan dan kredibilitas di panggung sepak bola dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Queiroz sesaat setelah kebersamaannya dengan Ghana resmi berakhir. Pesan itu menjadi penutup perjalanan singkatnya sejak ditunjuk menangani tim pada April 2026.

"Kepada para suporter, kami memang belum dapat meraih kepuasan olahraga secara sepenuhnya, tetapi kami dapat dengan bangga mengatakan bahwa kami menjaga kehormatan warna Ghana dan mengembalikan rasa hormat serta kredibilitas Black Stars di panggung terbesar sepak bola," kata Queiroz dikutip laman resmi FIFA.

1. Ghana tampil kompetitif bersama Queiroz

Perjalanan Queiroz bersama Ghana berakhir setelah kalah 0-1 dari Kolombia di 32 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri langkah mereka di turnamen ini.

Hanya saja, di laga teakhir Ghana yang tampil disiplin, harus mengakui kehebatan Kolombia. Namun demikian, penampilan spartan mereka mendapat pujian.

Meski hanya memiliki waktu persiapan yang singkat, Queiroz mampu membangun tim yang lebih disiplin. Ghana pun tampil kompetitif dan mampu memberikan perlawanan kepada setiap lawan.

2. Ghana sempat tahan imbang Inggris

Ghana membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Panama di babak penyisihan. Hasil itu menjadi bekal penting menjaga asa lolos ke fase gugur.

Pada laga kedua, Ghana sukses menahan Inggris dengan skor 0-0. Pertahanan yang solid menjadi kunci lahirnya satu poin berharga.

Ghana kemudian kalah 1-2 dari Kroasia pada pertandingan terakhir fase grup. Meski demikian, skuad Black Stars tetap melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Harapan Ghana berakhir setelah Kolombia menang tipis 1-0 pada fase gugur. Laga tersebut sekaligus menjadi penampilan terakhir Carlos Queiroz sebagai pelatih.

3. Terima kasih Queiroz usai dapat kesempatan ltih Ghana

Selain menyampaikan pesan kepada suporter, Queiroz juga mengucapkan terima kasih kepada Federasi Sepak Bola Ghana (GFA). Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan untuk memimpin tim di Piala Dunia 2026.

"Kepada presiden dan jajaran pengurus, terima kasih banyak atas kesempatan untuk mengabdi kepada tim nasional Ghana," ujar Queiroz.

"Merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan dapat mengabdi kepada negara ini dan Black Stars. Kepada para pemain dan staf, terima kasih yang sedalam-dalamnya atas keberanian, komitmen, dan dedikasi tanpa henti untuk tim," lanjutnya.

Queiroz memang gagal membawa Ghana melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Namun, ia menutup pengabdiannya dengan meninggalkan fondasi tim yang kembali dihormati di panggung sepak bola dunia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article