Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSG Masih Jadi Momok Tim Inggris di Liga Champions
Paris Saint-Germain melaju ke semifinal Liga Champions usai bungkam Liverpool secara agregat 4-0. (AFP/Franck Fife)
  • PSG mempertahankan gelar Liga Champions 2025/26 setelah menaklukkan Arsenal lewat adu penalti 4-3 di Puskas Arena, Budapest.
  • Kemenangan ini memperpanjang dominasi PSG atas klub Inggris, setelah sebelumnya menyingkirkan Chelsea dan Liverpool di fase gugur.
  • Gelar kedua beruntun membuka peluang PSG menyamai rekor Real Madrid dengan tiga trofi Liga Champions berturut-turut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Paris Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa. Klub asal Prancis itu sukses mempertahankan gelar Liga Champions 2025/26 setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti 4-3, usai bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026).

Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan PSG meraih trofi Liga Champions secara beruntun. Hasil itu juga memperpanjang dominasi Les Parisiens atas klub-klub Inggris di kompetisi Eropa dalam dua musim terakhir.

Sepanjang Liga Champions musim ini, Les Parisiens tampil impresif saat menghadapi wakil Premier League. Sebelum menaklukkan Arsenal di final, tim asuhan Luis Enrique lebih dulu menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar dan Liverpool di perempat final.

Catatan serupa juga terjadi pada musim lalu. Dalam perjalanan menuju gelar Liga Champions pertama mereka, PSG berhasil mengeliminasi Liverpool di 16 besar, Aston Villa di perempat final, serta Arsenal di semifinal.

Pada laga final, Arsenal sempat berada di atas angin setelah Kai Havertz mencetak gol cepat ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Namun, PSG yang tampil dominan mampu menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele pada menit 64.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Kedua tim juga gagal mencetak gol tambahan dalam perpanjangan waktu sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Arsenal berada dalam posisi sulit setelah dua penendangnya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menjalankan tugas. Di kubu PSG, hanya Nuno Mendes yang tidak mampu menuntaskan eksekusi dengan sempurna.

Keberhasilan tersebut memastikan PSG mempertahankan mahkota Liga Champions sekaligus mengukuhkan dominasi mereka atas tim-tim Inggris di fase gugur kompetisi Eropa.

Lebih jauh, gelar Liga Champions 2026 membuka peluang PSG mencatat sejarah baru. Jika mampu kembali menjadi juara musim depan, mereka akan menyamai rekor Real Madrid yang pernah menjuarai Liga Champions tiga musim berturut-turut pada 2015/16, 2016/17, dan 2017/18.

Dengan skuad yang masih kompetitif dan fondasi permainan yang semakin matang di bawah Luis Enrique, PSG kini berpeluang membangun era baru dominasi Eropa sekaligus menjadi momok terbesar bagi klub-klub Inggris di Liga Champions.

Editorial Team

Related Article