Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PSG vs Barcelona: Hansi Flick Kantongi Cara untuk Balas Dendam

3 min read
PSG vs Barcelona: Hansi Flick Kantongi Cara untuk Balas Dendam
Pelatih Barcelona, Hansi Flick. (AFP/Thomas Coex)
  • Barcelona membawa misi balas dendam setelah dua kekalahan dari PSG pada pertemuan terakhir Liga Champions.

  • Hansi Flick meminta Barcelona menguasai bola dan bermain dengan penuh kewaspadaan untuk meredam PSG.

  • Catatan 11 kemenangan beruntun menjadi modal kepercayaan diri Barcelona, tetapi PSG dan Luis Enrique tetap dianggap sulit ditundukkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Barcelona mengusung misi balas dendam dalam lawatannya ke markas Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday ketiga Liga Champions, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, sudah mengantongi cara untuk menang.

Dalam dua pertemuan terakhir di Liga Champions, Blaugrana selalu dibuat bertekuk lutut oleh rakasasa Prancis tersebut. Pada 2024, Barcelona tumbang 1-4 dari PSG dan kembali keok 1-2 saat kembali bersua pada Oktober 2025.

Lebih menyakitkan lagi, kedua kekalahan itu terjadi di hadapan pendukung sendiri. Lantas, seperti apa pendekatan yang akan dilakukan Flick untuk membalaskan dendam tersebut?

  1. 1. Kuasai bola adalah kunci matikan lawan

    AFP__20261013__D37E6LH__v1__HighRes__FblEurC1GalatasarayBarcelona.jpg
    Winger Barcelona, Lamine Yamal, berselebrasi merayakan gol Fermin Lopez ke gawang Galatasaray (AFP / Yasin Akgul)

    Flick memperingatkan anak-anak asuhnya agar tidak membiarkan PSG mendominasi permainan. Flick sadar kalau hal itu terjadi sama saja dengan bunuh diri. Blaugrana pun dituntut untuk memonopoli penguasaan bola.

    Pertempuran sesungguhnya diprediksi akan terjadi di lini tengah yang dipenuhi oleh para pemain elite dari kedua tim. Flick meminta Barcelona untuk mendominasi dengan fokus penuh. Kesalahan umpan sekecil apa pun haram dilakukan karena barisan penyerang PSG dikenal sangat klinis dalam menghukum kelengahan lawan. Celah ini yang gagal diantisipasi oleh Barcelona dalam dua pertemuan terakhirnya.

    "Jika kami menguasai bola, mereka tidak akan bisa mencetak gol ke gawang kami," kata Flick dalam jumpa pers jelang laga, dikutip dari laman resmi UEFA.

  2. 2. Barcelona datang dengan catatan sempurna, Flick puji Enrique

    Bintang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele dan Marquinhos, dalam sesi latihan jelang Piala Super Eropa (AFP / Franck Fife)
    Bintang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele dan Marquinhos, dalam sesi latihan jelang Piala Super Eropa (AFP / Franck Fife)

    Barcelona terbang ke Paris dengan kepercayaan diri yang melambung tinggi. Performa Lamine Yamal dan kawan-kawan sedang ganas-ganasnya, dengan memenangkan 11 laga beruntun di seluruh kompetisi.

    "Kami adalah tim dengan kepercayaan diri tinggi dan selalu mengontrol bola, kami sudah siap untuk pertandingan ini," ujar pelatih asal Jerman tersebut.

    Meski catatan sempurna itu menjadi teror mental bagi tuan rumah, Flick menegaskan kalau PSG racikan Luis Enrique sangat sulit untuk ditundukkan. Mengalahkan tim asuhan Enrique di kandangnya sendiri dianggap Flick sebagai ujian sekaligus peluang besar bagi mentalitas juara anak asuhnya.

    "Menurut saya, pertandingan nanti merupakan ujian yang bagus bagi kami. Saya ingin tim bermain dengan percaya diri, seperti tim yang telah memenangkan 11 pertandingan terakhir. PSG memainkan sepak bola yang fantastis dan dia (Enrique) adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Saya menyukai intensitasnya, cara timnya melakukan pressing, cara para pemainnya bertukar posisi, serta fleksibilitas sistem permainannya," ucap Flick.

  3. 3. Pedri tak sabar adu mekanik dengan Vitinha

    AFP__20260128__94CR3PG__v1__HighRes__FblEurC1PsgNewcastle.jpg
    Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) bernomor punggung 17, Vitinha, merayakan gol pembuka yang ia cetak saat menghadapi Newcastle United pada pertandingan fase liga matchday ke-8 Liga Champions 2025/26 di Parc des Princes, Paris, 28 Januari 2026. (FOTO: AFP/FRANCK FIFE)

    Senada dengan sang pelatih, Pedri juga menganggap laga ini sebagai ujian level tertinggi bagi Barcelona. Pedri tak sabar untuk beradu mekanik dengan lini tengah PSG yang dihuni sederet pemain top, khususnya Vitinha.

    "Dia adalah pemain yang bisa menjadi pembeda. Dia salah satu yang terbaik, bahkan mungkin yang terbaik, dalam hal mengatur permainan. Ketika dia tidak bermain, dampaknya sangat terasa. Saya senang menghadapi pemain seperti ini. Bersaing melawan pemain-pemain terbaik selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan," ujar Pedri.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More