PSSI dan I.League Turut Kecam Serangan ke Bus Tim EPA Persib

Bus tim Elite Pro Academy Persib Bandung diserang di Rest Area KM 360, Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026), hingga seorang personel media Persib mengalami luka fisik.
PSSI mengecam aksi tersebut sebagai tindakan kriminal dan berjanji berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap, menangkap, serta menjatuhkan sanksi seberat-beratnya kepada pelaku.
I.League menyatakan serangan tidak dapat ditoleransi, meminta pengusutan tuntas dan hukuman tegas, sementara PSSI mendesak I.League serta klub terkait mengambil tindakan.
Jakarta, IDN Times - Dua stakeholder sepak bola Indonesia, PSSI dan I.League, turut memberikan kecaman atas insiden penyerangan bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung.
Aksi serangan itu terjadi pada Minggu (11/10/2026) di Rest Area KM 360, Batang, Jawa Tengah. Buntut dari serangan itu, salah satu personel tim media Persib mengalami luka akibat serangan fisik.
1. PSSI sayangkan terjadinya serangan ini

Bus tim EPA U-18 Persib diserang di Batang. (Dok. Istimewa) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi menyayangkan terjadinya aksi serangan ini. Dia pun berjanji, federasi akan turut membantu berkoordinasi dengan polisi untuk menghukum pelaku yang terlibat.
"Apa yang dilakukan oleh mereka-mereka ini dengan begitu ganasnya melakukan tindakan kriminal. PSSI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap, mencari, menangkap, serta memberikan sanksi yang seberat-beratnya,” ujar Yunus dalam keterangan resmi.
2. Sebuah tindakan yang tak dapat ditoleransi

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa Senada dengan Yunus, I.League dalam pernyataan resminya menyebut tindakan penyerangan ini adalah hal yang tak dapat ditoleransi. Mereka pun meminta pihak kepolisian mengusut tuntas insiden ini.
"Apabila terbukti melakukan tindak pidana, para pelaku harus mendapatkan hukuman yang tegas dan setimpal dengan perbuatannya. Penegakan hukum yang serius diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tulis I.League.
3. PSSI minta I.League bertindak

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa PSSI meminta I.League dan klub terkait untuk mengambil tindakan tegas atas kejadian tersebut. PSSI juga mendorong agar pihak kepolisian segera melakukan pengusutan secara menyeluruh guna mengungkap kronologi, mengidentifikasi pelaku, serta memproses dugaan tindak pidana sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Kalau seperti ini ulah-ulah suporter, tidak akan ada damai di sepak bola kita. Bayangkan saja, anak-anak EPA Persib yang masih usia dini dibuat seperti ini oleh suporter. PSSI sangat menyayangkan, dan semoga I.League dan klub bisa mengambil tindakan," kata Yunus.




















