Tiga tim promosi turut meramaikan persaingan ketat di Ligue 1 Prancis 2025/2026. Namun, hasil yang mereka dapat pada penghujung musim cukup beragam. Dua tim mampu bertahan dan kembali bersaing di kasta teratas pada musim depan. Sementara itu, satu tim lainnya harus kembali bersaing di kasta kedua atau Ligue 2. Berikut rapor tiga tim promosi di Ligue 1 2025/2026.
Rapor 3 Tim Promosi di Ligue 1 2025/2026, Paris FC Bertahan!

1. FC Lorient mampu menembus peringkat sepuluh besar
FC Lorient menjadi tim promosi dengan pencapaian terbaik di Ligue 1 2025/2026. Dari total 34 laga, mereka mengumpulkan 45 poin dari hasil 11 menang, 12 imbang, serta 11 kalah. Torehan tersebut membuat Lorient finis di peringkat kesembilan.
Klub berjuluk Les Merlus tersebut menunjukkan tren negatif pada paruh pertama musim ini. Mereka hanya meraih dua kemenangan sampai pekan 13 hingga terjebak di zona degradasi. Untungnya, Pelatih Olivier Pantaloni mampu membawa anak asuhnya tampil lebih baik selama paruh kedua. Lorient hanya kalah sekali sejak pekan 14 hingga 26.
Pablo Pagis, winger berusia 23 tahun, memiliki peran penting dalam perjalanan Lorient di Ligue 1 musim ini. Ia dimainkan dalam 28 laga dengan kontribusi 10 gol dan 5 assist yang menjadikannya sebagai top skor klub. Salah satu golnya menjadi penentu kemenangan atas Olympique Lyon pada pekan ke-15.
2. Paris FC tampil kompetitif hingga finis di peringkat kesebelas
Paris FC menembus kasta teratas pada musim ini usai berjuang di kasta bawah sejak 1979. Perjuangan mereka di Ligue 1 berbuah keberhasilan menghindari degradasi. Paris FC sukses mengakhiri musim di peringkat kesebelas dengan torehan 44 poin, sama dengan Toulouse di peringkat kesepuluh.
Paris FC sempat menunjukkan tren negatif pada pertengahan musim. Mereka hanya menang dalam satu laga sejak pekan 12 hingga 23, yang membuat manajemen memilih mengakhiri kerja sama dengan Pelatih Stephane Gilli. Lalu, Antoine Kombouare hadir sebagai juru taktik baru dan membawa tim tampil lebih baik. Paris FC hanya kalah dua kali sejak pekan 24 hingga akhir musim.
Pemain-pemain di skuad memberikan kontribusi merata dalam urusan mencetak gol. Namun, Ilan Kebbal pada akhirnya mengakhiri musim sebagai top skor klub. Ia mencetak 9 gol dan 4 assist dalam 29 laga. Salah satu penampilan terbaiknya ialah ketika mencetak brace dalam kemenangan 3-2 atas FC Metz.
3. FC Metz turun kasta karena finis di peringkat terakhir
FC Metz kembali tampil di Ligue 1 pada 2025/2026 usai berjuang di kasta bawah selama semusim. Sayangnya, mereka kembali harus terdegradasi. Les Grenats hanya mengumpulkan 17 poin dari hasil 3 menang, 8 imbang, dan 23 kalah, yang membuat mereka finis di peringkat terbawah klasemen akhir.
Sepanjang musim ini, FC Metz cukup konsisten berada di peringkat terakhir. Mereka sempat menunjuk Benoit Tavenot untuk menggantikan Stephane Le Mignan sebagai pelatih sejak pekan 19. Namun, sang juru taktik baru justru gagal mempersembahkan satu kemenangan pun hingga akhir musim.
Gauthier Hein, winger asal Prancis berusia 29 tahun, menjadi pencetak gol terbanyak Les Grenats sepanjang musim ini. Ia mengemas 8 gol dan 7 assist dalam 29 kali kesempatan bermain. Salah satu peran pentingnya terlihat ketika mencetak brace dalam kemenangan 2-0 atas tim papan atas, RC Lens, pada pekan 10.
Perjuangan tiga tim promosi di Ligue 1 Prancis 2025/2026 menghadirkan cerita yang berbeda-beda. FC Lorient dan Paris FC berhasil membuktikan kapasitas mereka dengan bertahan di kasta tertinggi, bahkan mampu finis di papan tengah klasemen. Di sisi lain, FC Metz gagal menjaga konsistensi performa sehingga harus kembali turun ke Ligue 2 setelah hanya semusim berkiprah di Ligue 1. Hasil tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di kompetisi tertinggi Prancis, di mana tim promosi dituntut mampu tampil stabil sepanjang musim jika ingin bertahan lebih lama.