Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Rekrutan Terakhir Barcelona dari Arsenal sebelum Gabriel Jesus
potret markas Barcelona, Camp Nou (pexels.com/davidpickup)
  • Barcelona merekrut Gabriel Jesus dari Arsenal pada musim panas 2026 seharga 10 juta euro atau Rp206 miliar, menambah riwayat transfer antarkedua klub.
  • Cesc Fabregas menjadi rekrutan paling produktif dengan 42 gol dan 50 assist dalam 151 laga, sementara Aubameyang mencetak 13 gol dari 23 pertandingan.
  • Alex Song, Thomas Vermaelen, dan Hector Bellerin menghadapi keterbatasan peran, cedera, atau performa; masa bakti mereka di Barcelona berakhir tanpa dampak maksimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Barcelona menambah amunisi lini serangan dengan mendatangkan Gabriel Jesus pada musim panas 2026. Tak kurang dari 10 juta euro atau Rp206 miliar dibayarkan kepada Arsenal untuk mendapatkan jasanya. Dalam sejarahnya, kedua tim kerap terlibat transfer satu sama lain. Sebelum Gabriel Jesus, mari melihat kiprah lima rekrutan terakhir Barcelona dari Arsenal dari data Transfermarkt per 4 September 2026 pukul 5:00 WIB.

1. Bertugas sebagai gelandang kreatif, Cesc Fabregas mampu tampil produktif

Barcelona memulangkan Cesc Fabregas ke Camp Nou pada musim panas 2011. Setelah 8 tahun berkarier di Arsenal, Barcelona memanggil kembali anak didikan akademi mereka. Momen ini menjadi pembuktian Fabregas setelah meninggalkan La Masia pada usia 16 tahun. Ketika masih belia, Fabregas merantau ke Inggris demi bisa bermain reguler. 

Benar saja, Fabregas langsung menjadi andalan Barcelona. Kariernya bertahan hingga 2014. Meski hanya 3 tahun, ia mampu dipercaya memainkan 151 laga. Sebagai gelandang kreatif, ia produktif melalui 42 gol dan 50 assist. Fabregas sukses menghadirkan prestasi berupa LaLiga Spanyol, Copa del Rey, Supercopa de Espana, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antarklub.

2. Alex Song sempat diandalkan di sisi kanan pertahanan Barcelona

Setahun kemudian pada 2012, Barcelona kembali merekrut pemain dari Arsenal. Kali ini, Alex Song dibeli untuk menambah kekuatan di pos gelandang bertahan. Barcelona kepincut setelah konsistensi yang ditunjukkannya bersama Arsenal selama hampir 8 musim. 

Mulanya, Song dipercaya dalam 2 musim awalnya. Kendati menjadi pelapis, pemain asal Ghana ini bisa turun dalam 65 laga. Namun, ketidakcocokan taktik membuatnya tergeser. Pada 2014–2016, ia dipinjamkan kepada beberapa klub sebelum akhirnya mencapai kesepakatan untuk menyudahi kontrak lebih cepat bersama Barcelona pada musim panas 2016. 

3. Thomas Vermaelen hanya menjadi pelapis ketika berseragam Barcelona

Pada musim panas 2014, Barcelona mendatangkan Thomas Vermaelen dari Arsenal. Kehadirannya bertujuan meningkatkan kualitas barisan pertahanan. Meski mampu diandalkan di Arsenal, kariernya bersama Barcelona tidak maksimal karena faktor cedera. 

Vermaelen memperkuat Barcelona hingga 2019. Namun, cedera berulang membuatnya hanya memainkan 53 laga. Ia juga sempat dipinjamkan kepada AS Roma pada 2016/2017 untuk mengembalikan kebugarannya setelah cedera. Sayangnya, ia tak pernah mencapai performa terbaiknya ketika kembali. Barcelona lalu melepasnya saat habis kontrak pada Juni 2019. 

4. Pierre-Emerick Aubameyang tampil impresif meski hanya singkat

Barcelona merekrut Pierre-Emerick Aubameyang secara bebas transfer pada Januari 2022. Setelah terlibat friksi dengan internal Arsenal, pemain berpaspor Gabon ini menyudahi kontraknya lebih cepat. Barcelona yang saat itu tengah dilanda krisis finansial merekrutnya secara cuma-cuma. Kariernya di Camp Nou hanya singkat pada paruh kedua 2021/2022. 

Bisa dibilang, Aubameyang datang sebagai juru selamat Barcelona. Meski gratisan, performanya tajam dengan kontribusi 13 gol dan 1 assist dari 23 laga. Dampaknya tidak hanya di atas lapangan, tetapi juga di luar. Berkat kiprahnya tersebut, Barcelona berhasil menjualnya kepada Chelsea senilai 12 juta euro atau Rp247 miliar. Kendati singkat, kehadirannya di Barcelona dicintai para penggemar sebab kontribusi yang diberikan ketika klub terpuruk.

5. Hector Bellerin gagal memberikan dampak dalam permainan Barcelona

Pada musim panas 2022, Barcelona mendatangkan Hector Bellerin setelah kontraknya berakhir di Arsenal. Perekrutannya tersebut bertujuan menambah kekuatan di sisi kanan pertahanan. Sayangnya, dampak yang diberikannya kurang maksimal hingga lebih sering dicadangkan. 

Sejatinya, Bellerin beberapa kali mendapatkan kesempatan bermain. Namun, performanya tak sesuai harapan ketika diturunkan. Ia hanya bertahan 6 bulan dengan memainkan tujuh laga di semua ajang. Barcelona lalu menjualnya kepada Sporting CP pada Januari 2023. 

Tidak semua rekrutan Barcelona dari Arsenal berhasil. Namun, beberapa nama di atas sukses membantu tim kompetitif hingga juara. Gabriel Jesus yang datang dengan pengalaman matang diharapkan bisa meningkatkan produktivitas gol. Menarik dinanti kontribusinya pada 2026/2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article