Bek Argentina bernomor punggung 26, Nahuel Molina, dan penyerang Inggris bernomor punggung 18, Anthony Gordon, berebut bola selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 15 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)
Argentina sebenarnya tertinggal lebih dulu akibat dibobol Anthony Gordon menit 55. Dalam situasi ini, Inggris tidak memilih untuk menggempur gawang Argentina selepas unggul. Manajer Thomas Tuchel justru mengubah pendekatan untuk lebih defensif.
Perubahan itu terlihat dari cara Tuchel menggantikan Anthony Gordon, Declan Rice, dan Reece James, dengan Ezri Konsa, Nico O'Reilly, serta Dan Burn. Alhasil, Argentina melakukan comeback sensasional. Albiceleste mampu berbalik unggul berkat tembakan roket Enzo Fernandez (85') dan tandukan Lautaro Martinez (90+2').
"Kami merasakannya. Kami melihat mereka terus mundur, bukannya tetap menekan ke depan. Terkadang saat sedang unggul, Anda tetap harus bermain menyerang. Anda tidak boleh mengubah rencana permainan. Menurut saya, mereka melakukannya, bahkan memasukkan lebih banyak pemain bertahan," kata Martinez dikutip dari BBC.