Profil dan Statistik Mentereng Pau Cubarsi di Piala Dunia 2026

- Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 dengan pertahanan solid, hanya kebobolan satu gol dari tujuh laga berkat kontribusi besar bek muda Pau Cubarsi yang tampil konsisten di lini belakang.
- Pau Cubarsi mencatat statistik impresif seperti akurasi umpan 96 persen dan rekor lima clean sheet tercepat di Piala Dunia, melampaui pencapaian legenda Italia Paolo Maldini.
- Dengan performa gemilangnya, Cubarsi menjadi kandidat kuat peraih FIFA Young Player Award dan berpotensi mencetak sejarah sebagai bek pertama yang memenangkan penghargaan tersebut.
Spanyol berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026 dengan rekor apik, cuma kebobolan sebiji gol dari tujuh laga. Terbaru, mereka menyingkrikan Prancis dua gol tanpa balas pada semifinal pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Di balik catatan keren tersebut, terselip nama Pau Cubarsi, bek tengah yang baru berusia 19 tahun. Ia bak tembok yang kokoh yang mengadang tiap ancaman striker lawan.
Usianya memang masih belasan tahun, tetapi Cubarsi telah menjadi pilihan utama untuk mengawal lini belakang La Furia Roja selama turnamen musim panas ini. Bek yang bermain untuk Barcelona tersebut mampu menjawab kepercayaan juru taktik Spanyol, Luis de la Fuente, dengan penampilan gemilang. Tidak heran ia diproyeksikan sebagai salah satu kandidat pemain muda terbaik turnamen.
1. Statistik mencengangkan Pau Cubarsi di Piala Dunia 2026
Sebelum laga melawan Prancis, Pau Cubarsi tercatat mengoleksi 22 kali ball recovery, 21 clearances, serta 5 intersepsi, dengan 31 kontribusi untuk pertahanan. Kombinasinya bersama Aymeric Laporte di lini belakang membuat Spanyol tampil seperti benteng yang sulit ditembus lawan. Tidak heran jika gawang Spanyol baru kebobolan saat melawan Belgia pada perempat final.
Nah, saat berjumpa Les Blues, Cubarsi kembali tampil oke. Ia melakukan 7 kontribusi untuk pertahanan, mencatatkan 2 tekel, 1 blok, 2 ball recovery, dan 4 clearances. Cubarsi juga memenangi seluruh duel udara dan mencatatkan 67 persen ground duel won.
Tidak hanya andal bertahan, Cubarsi jago mengirimkan umpan. Sepanjang penampilannya, bek kelahiran Bescano ini melakukan 545 umpan dan mencatatkan akurasi umpan hingga 96 persen. Angka itu bahkan mengalahkan sebagian besar gelandang kreatif di skuat manapun.
Dalam 3 pertandingan awal Spanyol tanpa kebobolan, ia membuat akurasi umpan masing-masing 98 persen, 99 persen, dan 98 persen. Hanya Rodri yang mencatat jumlah umpan lebih banyak darinya di seluruh turnamen. Artinya, Cubarsi bukan sekadar bek penjaga garis pertahanan, melainkan arsitek permainan dari belakang.
2. Rekor clean sheet Pau Cubarsi melampaui legenda
Nama Pau Cubarsi makin melambung tinggi karena clean sheet. Ia tercatat sebagai bek tercepat yang berhasil meraih 5 clean sheet dalam 5 laga Piala Dunia sepanjang karier internasionalnya. Rekor itu mengalahkan pencapaian legenda Italia, Paolo Maldini, yang memerlukan tujuh pertandingan untuk mencapai hal serupa.
Fakta lain yang tak kalah menarik, Cubarsi menjadi satu-satunya pemain di bawah usia 20 tahun yang bermain penuh 90 menit di tiap laga. Kepercayaan dari Luis de la Fuente ini bukan tanpa alasan. Konsistensi semacam itu jarang ditemukan pada bek seusianya, apalagi di ajang sebesar Piala Dunia.
3. Pau Cubarsi berpeluang menyabet FIFA Young Player Award
Dengan statistik yang apik, tidak heran Pau Cubarsi menjadi salah satu kandidat kuat FIFA Young Player Award. Menariknya, sepanjang sejarah Piala Dunia, belum ada satu pun bek yang berhasil membawa pulang penghargaan ini. Kalau Spanyol mampu juara, ia punya peluang besar mematahkan tradisi itu.
Namun, untuk mendapatkan penghargaan ini, Cubarsi memang harus bersaing dengan nama-nama top. Kompetitor utama tentu saja rekannya sendiri di Spanyol, Lamine Yamal. Menariknya lagi, kedua pemain ini baru saja membukukan rekor unik.
Cubarsi dan Yamal tampil sebagai pemain inti melawan Prancis. Itu menjadikan Spanyol sebagai tim pertama yang memainkan dua remaja pada semifinal Piala Dunia. Sebelumnya, mereka juga tampil bareng sejak menit awal di laga babak gugur Piala Dunia saat mengalahkan Austria, menyamai Pele dan Jose Altafini yang melakukannya untuk Brasil pada 1958.
Banyak orang menilai seorang bek tidak semenarik penyerang karena kontribusinya sering tidak terlihat secara statistik. Namun, Pau Cubarsi membuktikan bahwa stabilitas, ketenangan, dan kecerdasan membaca permainan bisa sama memikatnya dengan gol maupun assist. Jika Spanyol bablas juara, ia seharusnya layak menjadi salah satu yang terbaik di turnamen.


















