Swedia memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 1938 tanpa menjalani pertandingan pada babak 16 besar. Mereka lolos otomatis usai dinyatakan menang walk over (WO) 3-0 atas Austria. Absennya Austria dalam laga yang seharusnya berlangsung pada 5 Juni 1938 tersebut disebabkan situasi yang rumit. Berikut penjelasannya.
Apa yang Terjadi saat Austria Mengundurkan Diri dari Piala Dunia 1938?

1. Anschluss membubarkan Austria dan menggagalkan keikutsertaan di Piala Dunia 1938
Di tengah ketegangan politik yang meningkat di Eropa menjelang pecahnya perang, Piala Dunia tetap diselenggarakan di Prancis pada 1938. Sepak bola yang seharusnya menjadi ajang adu sportivitas justru terganggu oleh situasi politik yang tak menentu. Salah satu dampak terbesarnya adalah batalnya keikutsertaan Austria meski telah memastikan lolos ke putaran final.
Penyebab utama pengunduran diri Austria adalah Anschluss, yaitu pencaplokan Austria oleh Nazi Jerman pada 12 Maret 1938. Aneksasi tersebut didukung oleh Italia, di bawah kepemimpinan Benito Mussolini, dan membuat Austria kehilangan kedaulatannya sebagai negara. Kanselir Austria saat itu, Kurt Schuschnigg, bahkan dipaksa mengundurkan diri setelah mendapat tekanan dari Adolf Hitler.
Beberapa pekan setelah Anschluss, Federasi Sepak Bola Austria mengirim telegram kepada FIFA untuk membatalkan keikutsertaan mereka di Piala Dunia 1938. Isi telegram tersebut menyatakan bahwa Federasi Sepak Bola Austria telah dibubarkan sehingga tidak dapat lagi berpartisipasi dalam turnamen. Dengan demikian, Austria yang sebelumnya telah lolos ke putaran final resmi mengundurkan diri dari Piala Dunia 1938 akibat gejolak politik yang terjadi di negaranya.
2. Wunderteam Austria terpaksa bubar setelah Anschluss
Austria datang menuju Piala Dunia 1938 dengan status sebagai salah satu tim terkuat di dunia melalui generasi yang dikenal sebagai Wunderteam. Namun, Anschluss membuat tim nasional tersebut tidak lagi eksis sebagai skuad independen. Setelah federasi dibubarkan, para pemainnya justru dipertimbangkan untuk memperkuat Tim Nasional Jerman.
Sejumlah pemain Austria akhirnya bergabung dengan skuad Jerman untuk Piala Dunia 1938. Di antaranya ialah Wilhelm Hahnemann, Rudolf Raftl, Hans Mock, Hans Pesser, Willibald Schmaus, Stefan Skoumal, Franz Wagner, Josef Stroh, dan Leopold Neumer. Sebaliknya, penyerang bintang Matthias Sindelar tidak masuk skuad Jerman karena disebut absen dengan alasan fisik.
Sebelum Piala Dunia dimulai, Jerman dan Austria sempat menjalani laga persahabatan pada 3 April 1938 di Stadion Prater, Wina. Meski Austria secara teknis sudah tidak lagi memiliki tim nasional, lebih dari 60 ribu penonton memadati stadion untuk memberikan dukungan. Austria kemudian menang 2-0 setelah Sindelar mencetak dua gol pada babak kedua, hasil yang disebut mengejutkan Adolf Hitler dan para pejabat Nazi yang turut menyaksikan laga secara langsung.
3. Pengunduran diri Austria berdampak terhadap Piala Dunia 1938
Dengan Austria yang dipastikan absen, sejumlah talenta terbaik bergabung dengan Timnas Jerman untuk bersaing di Piala Dunia 1938. Saat turnamen dimulai, skuad Jerman berisi sembilan pemain yang sebelumnya pernah membela Austria. Namun, bertambahnya kualitas individu nyatanya tak menambah kualitas tim secara kolektif. Faktor kekompakan menjadi salah satu faktor.
Jerman mengawali kiprahnya dengan bermain imbang 1-1 melawan Swiss pada babak 16 besar sehingga harus menjalani pertandingan ulangan. Pada laga ulangan, Jerman sempat unggul lebih dahulu sebelum Swiss mencetak empat gol dan menutup duel dengan kemenangan meyakinkan 4-2. Pelatih Sepp Herberger kemudian menyalahkan sikap menyerah lima pemain Austria yang menurutnya terpaksa masuk ke dalam skuad Jerman.
Sementara itu, Italia berhasil mempertahankan gelar juara Piala Dunia 1938 setelah mengalahkan Hungaria 4-2 di final. Sebelum laga puncak, Benito Mussolini disebut mengirim telegram kepada skuad Italia dengan pesan "Vinci o muori!" atau "Menang atau mati!". Keberhasilan Italia mempertahankan gelar kemudian dipandang sebagai puncak pencapaian olahraga bagi Italia Fasis sekaligus menunjukkan bagaimana sepak bola dimanfaatkan sebagai sarana propaganda politik.
Batalnya keikutsertaan Austria membuat peta kekuatan Piala Dunia 1938 berubah sejak awal. Swedia memperoleh tiket otomatis ke perempat final, sedangkan sejumlah pemain Austria justru memperkuat Jerman yang akhirnya gagal memenuhi ambisi meraih gelar juara. Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola pada masa itu tidak dapat dipisahkan dari situasi politik yang berkembang di Eropa.