Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Pencetak Gol Brasil di Piala Dunia 2026, Termasuk Neymar Jr

5 Pencetak Gol Brasil di Piala Dunia 2026, Termasuk Neymar Jr
ilustrasi pendukung Timnas Brasil (pexels.com/Juliano Ferreira)
Intinya Sih
  • Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia, menandai pencapaian terendah sejak terakhir juara pada 2002.
  • Vinicius Junior tampil paling produktif dengan empat gol dan satu assist di fase grup, sementara Matheus Cunha menyumbang tiga gol penting untuk membawa Brasil lolos ke fase gugur.
  • Casemiro, Gabriel Martinelli, dan Neymar Jr masing-masing mencetak satu gol, dengan Neymar menutup perjalanan Brasil lewat penalti di laga terakhir melawan Norwegia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tim Nasional Brasil menelan kenyataan pahit di Piala Dunia 2026. Di bawah kendali Carlo Ancelotti, mereka tersingkir pada babak 16 besar. Kekalahan 1-2 dari Norwegia resmi mengubur mimpi Selecao untuk melangkah lebih jauh dan merengkuh gelar juara. Dalam 5 laga yang dilewati, ada lima pemain Brasil yang mencetak gol. Itu termasuk Neymar Jr yang menjadi pencetak gol terakhir.

1. Vinicius Junior mencetak empat gol yang seluruhnya hadir pada fase grup

Vinicius Junior menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak bagi Brasil di Piala Dunia 2026. Dengan hampir selalu bermain penuh dalam tiap laga, ia mengemas 4 gol dan 1 assist. Torehan itu kini membuatnya telah mengoleksi lima gol sepanjang sejarah Piala Dunia dan sejajar dengan Zico dan Romario.

Sayangnya, gol-gol pemain Real Madrid tersebut hanya hadir selama fase grup. Gol pertamanya menyelamatkan tim dari kekalahan saat berjumpa Maroko. Lalu, ia mencetak 1 gol dan 1 assist dalam hasil imbang dengan Haiti. Dirinya lantas menjadi bintang dengan mencetak brace dalam kemenangan telak atas Skotlandia.

2. Matheus Cunha mencetak tiga gol

Matheus Cunha memainkan peran penting di lini serang. Ia memang tak pernah bermain penuh dalam lima laga yang dijalani. Namun, sumbangan tiga gol darinya mewarnai keberhasilan tim memuncaki klasemen akhir grup C.

Saat berjumpa Haiti, ia merumput selama 64 menit dan berhasil menjebloskan dua gol. Ia mencetak gol pertama dengan tap-in pada menit 23 dan menggandakan keunggulan lewat skema counter attack berkat umpan Vinicius Junior 13 menit berikutnya. Lalu, satu gol lainnya menutup pesta gol dalam kemenangan telak atas Skotlandia.

3. Gol Casemiro mewarnai kemenangan atas Jepang

Casemiro membuktikan kapasitasnya sebagai sosok gelandang berpengalaman. Ia menjadi salah satu poros permainan dengan kemampuan apik dalam membaca alur serangan lawan. Mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu menyumbang 1 gol dan 1 assist dari 5 kali kesempatan bermain.

Satu-satunya gol Casemiro hadir dalam kemenangan tipis 2-1 atas Jepang pada babak 32 besar. Setelah Selecao tertinggal lebih dahulu pada menit 29, Casemiro menyamakan kedudukan pada menit 56. Pemain berusia 34 tahun itu melakukannya dengan sundulan dari jarak dekat menyambut umpan Gabriel.

4. Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan atas Jepang

Gabriel Martinelli menjadi sosok penting dalam keberhasilan Brasil melaju ke babak 16 besar. Setelah Casemiro menyamakan kedudukan, ia mencetak gol penentu kemenangan atas Jepang. Memanfaatkan umpan silang dan kemelut di depan gawang Jepang, Martinelli melepaskan sontekan tajam yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Jepang pada injury time babak kedua. 

Sayangnya, itu menjadi satu-satunya gol Martinelli di ajang ini. Pemain Arsenal tersebut hanya memainkan empat laga. Saat Selecao bermain imbang dengan Maroko, ia hanya duduk di bangku cadangan.

5. Gol Neymar Jr tak mampu menyelamatkan Brasil

Dalam kekalahan dari Norwegia, Brasil sejatinya memiliki peluang emas untuk unggul lebih dahulu pada menit 14. Sayangnya, eksekusi penalti Bruno Guimaraes masih mampu diantisipasi Orjan Nyland. Akhirnya, Norwegia unggul 2-0 yang keduanya dicetak Erling Haaland. 

Selecao baru mampu memecah kebuntuan pada menit 90+10 yang sekaligus menjadi satu-satunya gol mereka pada laga ini. Gol itu hadir lewat eksekusi penalti Neymar Jr yang baru turun ke lapangan pada menit 67 untuk menggantikan Gabriel Martinelli. Sebelumnya, wasit menunjuk titik putih karena Casemiro dilanggar.

Brasil kembali gagal menjuarai Piala Dunia 2026. Sejak meraih trofi pada 2002, pencapaian terbaik mereka ialah menempati peringkat keempat pada 2014. Sementara itu, edisi 2026 ini menjadi pencapaian paling rendah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More