Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
0a7b72d9-9800-4402-80af-86b8b3dd8cfd.jpg
Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes dalam jumpa pers jelang lawan Arab Saudi, Selasa (7/10/2025). (kitagaruda.id).

Intinya sih...

  • Masih banyak pemain Timnas Indonesia yang main di liga papan atas Eropa seperti Serie A dan Bundesliga.

  • Beberapa pemain tetap bertahan di Belanda dan Asia Tenggara, termasuk di klub-klub top di sana.

  • Kekhawatiran akan penurunan kualitas Timnas Indonesia tidak beralasan karena masih banyak pemain yang berjuang dan meningkatkan kemampuan di luar negeri.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekarang, marak tren para pemain keturunan Timnas Indonesia yang main di Super League. Tidak tanggung-tanggung, ada 10 pemain yang memutuskan hijrah.

Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Rafael Struick, Jens Raven, Ivar Jenner, Cyrus Margono, Dion Markx, dan Mauro Zijlstra. Ragam alasan yang mereka utarakan atas keputusan mereka main di sini.

Sontak, fans merasa khawatir akan adanya penurunan kualitas Timnas Indonesia. Namun jangan khawatir, masih ada nama-nama yang jadi penjaga kualitas Timnas karena masih mentas di Eropa.

1. Mereka yang masih main di kompetisi top Eropa

Dari kiri: Rizky Ridho, Joey Pelupessy, Jay Idzes, Kevin Diks, dan Thom Haye dalam laga Timnas Indonesia vs China, Kamis (5/6/2025) (kitagaruda.id)

Saat ini, masih banyak pemain Timnas Indonesia yang main di liga papan atas Eropa. Yang paling banyak dibicarakan tentu nama-nama macam Jay Idzes, Emil Audero, Calvin Verdonk, dan Kevin Diks.

Jay dan Emil masih berkutat dengan kerasnya Serie A, masing-masing di Sassuolo dan Cremonese. Verdonk perlahan mulai menemukan tempat di Lille, begitu juga Diks bersama Borussia Moenchengladbach.

2. Ada juga yang tetap bertahan di Asia Tenggara dan Belanda

Potret Kevin Diks (tengah) latihan bersama Timnas Indonesia. (pssi.org).

Selain tiga nama di atas, jangan lupakan juga nama-nama lain macam Dean James, Miliano Jonathans, Justin Hubner, Maarten Paes, dan Nathan Tjoe-A-On. Mereka semua masih main di Belanda.

James main di Go Ahead Eagles, sementara Miliano di Excelsior. Justin masih mentas di Fortuna Sittard, Nathan rutin main bersama Willem II Tilburg, dan Paes baru saja direkrut Ajax Amsterdam.

Ada juga Joey Pelupessy dan Ragnar Oratmangoen yang masih main di Belgia bersama Lommel SK dan FCV Dender, begitu juga Ole Romeny dan Marselino Ferdinan yang main di Oxford United dan Trencin. Ada juga nama-nama yang masih bertahan di Asia Tenggara.

Asnawi Mangkualam masih ada di Port FC, begitu juga Sandy Walsh di Buriram United. Ramadhan Sananta main di Brunei DPMM, serta Pratama Arhan masih ada di Bangkok United. Mereka memilih tetap di luar negeri.

3. Berharap kualitas Timnas tidak menurun

Skuad timnas Indonesia (source: www.instagram.com/timnasindonesia

Memang, wajar ketika kekhawatiran akan turunnya kualitas Timnas Indonesia muncul seiring banyaknya pemain keturunan yang hijrah ke Super League. Namun itu bukan jadi alasan untuk tidak percaya Timnas.

Sebab sampai saat ini, masih banyak Pasukan Garuda yang berjuang dan meningkatkan kemampuan di luar negeri. Mereka adalah para penjaga kualitas Timnas Indonesia, dan mereka layak diberi hormat.

Editorial Team