Marak Pemain Diaspora ke Super League, Kualitas Timnas Indonesia Aman?

- PSSI berusaha yakinkan kualitas Timnas tidak akan terganggu dengan maraknya pemain diaspora dan naturalisasi di Super League.
- Terpancing kualitas Super League dengan hadirnya pemain keturunan yang awalnya main di Eropa, membuat kualitas liga naik.
- Para pemain diaspora Timnas yang main di Super League tersebar di beberapa klub seperti Persija, Persib, Dewa United, dan Bali United.
Jakarta, IDN Times - Belakangan marak para pemain diaspora dan naturalisasi yang menyeberang main ke Super League. Seiring hadirnya tren ini, kekhawatiran akan Timnas Indonesia muncul.
Sebelumnya, kehadiran para pemain diaspora dan naturalisasi ini diharapkan bisa membawa aroma Eropa ke Timnas Indonesia. Namun, kini mereka justru berbondong-bondong membela klub Super League.
Fans pun dilanda pertanyaan dan kekhawatiran. Akankah dengan hadirnya para diaspora dan naturalisasi di Super League ini, kualitas Timnas akan menurun?
1. PSSI berusaha yakinkan hal itu tak akan terjadi

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga meyakinkan, maraknya pemain diaspora dan keturunan di Super League ini tak akan mengganggu kualitas Timnas. Syaratnya, kualitas liganya pun harus diperbaiki.
"Kalau kompetisi makin tinggi sebenarnya pengaruhnya jadi kecil. Jadi kami harapkan harus naik kualitas kompetisi liganya. Kalau tidak naik, ya akan jelek. Tapi kalau naik, pasti tidak," ujar Arya kepada awak media.
2. Terpancing kualitas Super League

Arya menyebut hadirnya pemain keturunan ini adalah bukti meningkatnya kualitas Super League. Para pemain diaspora yang awalnya main di Eropa, akhirnya tertarik main di Indonesia.
"Mungkin karena banyak pemain naturalisasi datang, kualitas liganya naik sehingga membuat pemain-pemain naturalisasi mau datang. Tidak hanya pemain naturalisasi, banyak juga pemain top yang mau datang karena kualitas kita," ujar Arya.
3. Siapa saja pemain diaspora Timnas yang main di Super League?

Kedatangan para pemain diaspora dan naturalisasi ini mulai marak pada awal 2025/26. Kini, memasuki paruh kedua musim 2025/26, pergerakan itu kian masif terjadi. Mereka tersebar di Persija, Persib, Dewa United, dan Bali United.
Kebanyakan para pemain diaspora yang menyeberang ke Super League ini merupakan penggawa Timnas Indonesia seperti Jens Raven, Jordi Amat, Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Rafael Struick. Terbaru ada Shayne Pattynama dan Dion Markx yang juga merapat.













