Ada Konspirasi Diaspora Timnas ke Super League Demi AFF, Benarkah?

- PSSI tak ikut campur masalah perpindahan pemain
- Heran dengan yang mengembuskan isu ini
- Kalau mau konspirasi, bikin yang cerdas
Jakarta, IDN Times - Invasi para pemain diaspora ke Super League 2025/26 sempat diterpa isu tak sedap. Ada teori konspirasi yang menyebutkan, mereka direkrut oleh klub Super League agar bisa dipanggil Timnas Indonesia untuk Piala AFF.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyebut kabar itu bohong. PSSI tak pernah ikut andil soal perpindahan klub dari para pemain diaspora.
"Ya, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang, duit. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?" kata Arya kepada awak media di Jakarta, Senin (9/2/2026).
1. PSSI tak ikut campur masalah perpindahan pemain

Arya menegaskan, klub merupakan pihak utama yang membayar transfer, lalu merekrut pemain. PSSI, ditegaskan Arya, tak pernah ikut campur dalam masalah perpindahan pemain ini. Semua murni pembicaraan klub dan pemain.
"Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan duit, tawar-menawar, yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ. PSSI tak ada ikutan chip in di transfer pemain," kata Arya.
2. Heran dengan yang mengembuskan isu ini

Arya heran dengan pihak-pihak yang mengembuskan isu ini, terutama para pengamat. Karena, menurutnya tak ada skenario pemain didatangkan ke Super League agar bisa main buat Timnas di Piala AFF.
"Jadi lucu kalau dibilang, skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Dan mungkin ya pengamatnya itu (yang mengembuskan isu ini) berada di luar semesta. Tidak ada di dunia ini yang seperti itu," kata Arya.
3. Kalau mau konspirasi, bikin yang cerdas

Lebih lanjut, Arya pun menyindir sosok yang mengembuskan isu itu, agar lebih cerdas dalam membuat konspirasi. Jangan membuat malu diri sendiri.
"Jadi itu mekanisme pasar saja, kita kan enggak bisa, kecuali PSSI menggaji mereka (diaspora Timnas Indonesia ke Super League agar bisa main di Piala AFF). Jadi sudahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas," ujar Arya.
















